
Vero masih aktif dengan aktifitasnya menjamah tubuh Intan. Sentuhan demi sentuhan dirasakan Intan, ******* demi ******* di keluarkan oleh mulut Intan yang membuat Vero makin terangsang malam itu.
"Ahh mas pelan pelan".meremas seprai dengan kuat.
" Tahan lah sebentar sayang".memasukan perlahan.
"Aghh sssttt mas sakit".
Semakin lama Vero menghentakkan milik nya ke pemilikan Intan.
" Aghhh mas a-aku mau keluar aghh".ucap Intan dengan suara bergetar Karena ulah Vero.
Darah segar mengalir dari Intan, Vero sangat senang karena dialah pertama yang mencicipi Intan.entah Sudah berapa ronde Intan dan Vero mainkan sehingga membuat ke dua nya kelelahan.
"Ups otak ku tidak ****** kok gays😣" . Ucap author dengan wajah padam nya.
Pagi menunjukkan pukul 7 pagi karena kelelahan Intan dan Vero kesiangan untuk berangkat ke kampus. Vero membuka matanya perlahan dan melihat Intan yang masih setia tidur dengan keadaan memeluk tubuh Vero. Vero tersenyum karena kewajiban Intan sebagai istri sudah terpenuhi juga.
terima kasih ya Allah telah memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya pada ku."batin Vero sambil menatap dan mengelus rambut Intan. In-tan menggeliat dan membuka mata perlahan.
__ADS_1
"Mas, ya ampun ini udah siang kok nggak bangunin sih".ucap Intan.
Vero hanya tersenyum dan memeluk istri nya dengan tiba tiba. " mas... ".ucap intan terpotong.
" syuutt jangan berisik, untuk hari ini kita enggak usah ke kampus ya".ucap Vero sambil tersenyum.
"enggak kita ke kampus dan sekarang Intan mau mandi mas awas".ucap Intan menyingkirkan tangan kekar milik Vero.
Intan perlahan turun dari ranjang tetapi tiba tiba Intan terjatuh hingga terduduk dari lantai. Vero yang melihat pun reflek bangun dan mendekati Intan.
" mas ini kenapa sangat sakit sih".ucap Intan mengernyit.
Setelah selesai membersihkan tubuh mereka Intan dan Vero menyantap makanan yang sudah di siapkan oleh bi Nana. setelah selesai sarapan Intan dan Vero langsung berangkat ke kampus. dengan sangat hati-hati Intan berjalan karena merasakan area nya yang sakit bekas bermain dengan Vero semalam.
Sesampainya di parkiran Gia dan Firman sudah menunggu kedatangan Vero dan Intan. ya begitulah namanya teman selalu menunggu walau pun lama.
Intan dan Vero keluar dari mobil, Gia yang memperhatikan jalan Intan yang sedih aneh mengangkat alis nya heran.
"hai Gia, Firman pagi ".sapa Intan tersenyum.
__ADS_1
Gia dan Firman pun ikut tersenyum dan membalas " pagi ntan pagi bang".
"pagi".ucap Vero dengan singkat nya.
Karena masih merasa heran dengan keadaan Intan, Gia mencoba bertanya pada Intan. " ntan tadi gwe liat lu jalan nya agak aneh, ada yang sakit kah? ".ucap Gia.
seketika muka merah intan langsung keluar dari pipi nya mendengar pertanyaan gia. " egggg ".ucap intan gugup.
" dia lagi sakit karena semalem kita ha... "ucapan Vero terpotong karena mulut nya yang di tutup oleh tangan Intan.
" isss mas nggak punya malu banget sih masa mau ngomong kalo kita itu iss".ucap intan berbisik kesal dan melepas tangan nya dari mulut intan.
"ahh yayaya gwe paham kok ntan".ucap gia cengegesan.
" mantap bang sekarang sudah gol ya".ucap firman menjahili Vero.
Vero tersenyum kecil melihat tingkah firman dan gia apalagi melihat tingkah istrinya yang sudah cemberut dengan wajah merah padam.
like. vote. bintang 5.
__ADS_1