
" Kalau begitu saya pergi dulu masih ada pasien yang harus saya tangani".ucap dokter langsung pergi.
Intan duduk dari tidur nya ia mengingat kembali keadaan varo tadi.dan melihat Baju nya sudah penuh dengan darah varo.
"Intan apa kata gwe setelah dia seperti ini baru engkau sadar dan menyesal".
" Hiks..... Gwe enggak maksud apa apa gi gwe cuma masih sebel sama mas varo , tapi dia kenapa bisa sampai seperti itu".ucap intan sambil memeluk gia.
"Jangan di fikirin ntan lebih baik kamu berdoa untuk keselamatan suami kamu ".ucap gai membalas pelukan intan.
" Gia antar intan ke ruangan mas varo".ucap intan melepas pelukan.
"Oowh iyah ayo kita ke sana".ucap gia.
Gia dan intan langsung melangkah kan kaki nya mengarah ruang rawat varo. Sesampai di sana mereka melihat firman dan bram yang masih setia menunggu dokter di depan ruangan, tanpa ragu intan dan gia mendekati mereka.
" Man dokter belum keluar? ".tanya intan.
__ADS_1
Firman yang terkejut langsung mendongok dan berdiri dari duduk nya. " Egh kakak ipar, ia dari tadi nungguin dokter belum keluar, saat ini dokter masih melakukan tranfutasi darah".ucap firman.
"Transfutasi darah, apa separah itu".ucap gia tak percaya dan menutup mulut nya dengan tangan nya.
" Iyah nak varo sedang melakukan Tranfutasi darah sudah nak kamu jangan menangis diakan suami mu selamat percayalah varo adalah anak yang kuat".ucap bram menyakini intan
Lama mengobrol terdengar suara langkah kaki mendekati ruangan varo.Tak... Tak... Tak.... Semua mata langsung mengarah ke arah sumber suara di lihat ternyata ia adalah bima kepercayaan almarhum desta.
"Bima!!".seru intan.
" Bu intan, mas firman, pak bram, bu gia ".sapa bima dengan sopan.
"Saya tau karena tadi"....
*Flashback*
Varo yang masih terkapar lemah di pinggir jalan meraih handphone nya dan menggeser layar mencari nomor bima karena saat menelfon firman handphone nya tidak aktif.
__ADS_1
" H-halo bim".ucap varo terbata bata.
"Halo pak, pak varo kenapa pak halo".ucap bika heran yang mendengar suara varo yang terbata bata seperti orang menahan sakit.
" Bim bisa minta tolong kesini saya kecelakaan di depan rumah mertua saya".ucap varo yang sudah tidak kuat bicara lagi".
Mendengar kata KECELAKAAN bima langsung terkejut dan tanpa fikir panjang bima mengambil kunci mobil dan menjalankan mobil nya ke arah rumah bram.
tetapi sayang saat bima sampai di depan rumah bram ia tidak menemukan tubuh varo dan hanya menemukan bekas darah di pinggir jalan. tanpa fikir panjang varo langsung melaju ke rumah sakit terdekat daerah itu karena ia yakin pasti varo sudah di bawa ke rumah sakit terdekat dan benar saja mereka ada di rumah sakit yang tak jauh dari rumah bram.
*flashback of*.
"ck emang iyah hp gwe mati".ucap firman.
" untuk bu intan ibu tidak usah khawatir saya akan selidiki kasus ini sampai selesai".jelas bima.
"iyah bim saya mohon bantu saya temukan siapa yang telah mencelakai suami saya".ucap intan dengan serius.
__ADS_1
sudah berani masalah dengan keluarga ku akan ku beri peringatan yang jera untuk mu tunggu saja pembalasan ku".batin intan dengan penuh kemurkaan.
like. komen. bintang 5.dan vote jika kalian suka.