
" Intan mas mohon pulang kembali sama mas ayo tan mas janji mas enggak akan sakiti intan lagi".ucap varo memohon.
Disisi gia. Ia yang mendengar keributan yang ada di luar membuat gia penasaran dan menemui intan. Di lihat varo yang sedang memohon sambil memegangi tangan intan, karena merasa sangat penasaran gia mendekati intan dan varo.
"Intan, varo! ".seru gia.
Varo yang mengetahui gia tak bergeming sedikit pun dan tetap vokus pada tujuannya yaitu membawa intan pulang.
" Udah mas lepas, sekarang mas pergi jangan ganggu intan lagi, aku enggak mau ketemu sama mas lagi".ucap intan langsung menarik gia masuk dan menutup pintu. Kali ini varo sudah tidak bisa menahan intan untuk tidak menutup pintu.
" Udah mas lepas, sekarang mas pergi jangan ganggu intan lagi, aku enggak mau ketemu sama mas lagi".ucap intan langsung menarik gia masuk dan menutup pintu. Kali ini varo sudah tidak bisa menahan intan untuk tidak menutup pintu.
Varo terus memukul mukul pintu agar intan kembali membukakan pintu tapi tidak ada hasil intan masih kekeh tidak ingin membukakan pintu untuk varo.
__ADS_1
Sedangkan disisi gia dan intan. Gia terus menasihati intan agar tidak bersikap seenak nya saja pada suami .
"Intan coba lu hilangin dulu keras kepala lu itu, lihat perjuangan suami mu yang ingin mendapat maaf dari lu, sebesar apa sih masalah nya ha".ucap gia.
" Diem gi gwe lagi enggak mood buat bahas kaya gini".ucap intan yang langsung pergi.
"Intan".panggil gia membuat langkah intan terhenti dan tanpa menengok sedikit pun.
" Ingat kata gwe ya, lu akan nyesel telah menyia nyiakan laki laki seperti varo".ucap gai dengan kesal karena sifat intan.
"Ck gwe suruh kesini untuk apa. Sekarang dia ada masalah di kasih tau enggak mau dan gwe di tinggal sendiri".gerutu gia.
Sedangkan di luar Varo masih setia menunggu intan membukakan pintu. Tak selang berapa waktu azan magrib berkumandang varo bergegas ke masjid yang kebetulan tidak jauh dari rumah bram.
__ADS_1
.................................................................
Setelah melakukan sholat varo keluar dari masjid dan kembali lagi ke rumah bram. Varo tak menggunakan kendaraan apa pun saat ke masjid dan mengharuskannya untuk pulang berjalan kaki.
Di sebuah jalan yang tidak terlalu gelap tapi sedikit sepi varo terus berjalan dengan santai nya pas sekali saat varo ingin menyebrang memasuki halaman rumah desta sebuah mobil sedan berwarna putih menabrak tubuh varo sampai terpental.
Bruk...... Seperti di sengaja mobil itu langsung pergi meninggalkan tubuh varo yang sudah terkapar dengan darah.
Aaggh siapa yang melakukan ini, ini sangat sakit apakah aku akan sekarat disini. Apakah aku akan meninggalkan istri dan calon anak ku. Intan maafkan aku maafkan aku intan, intan, intan kau dengar aku" Batin varo yang masih terkapar di pinggir jalan.
Varo berusaha bangkit walau rasa sakit yang teramat sakit ia rasakan saat ini. Ia memasuki halaman rumah desta dan mengetuk pintu dengan keadaan lemah dan jalan sempoyongan.
Gia yang kebetulan habis melakukan sholat berjalan melewati ruang tamu dan ingin ke dapur namun ia mendengar suara bel berbunyi membuat niat nya di urungkan dan berjalan mengarah ke pintu. Setelah pintu terbuka betapa terkejutnya gia melihat keadaan varo yang sudah berlumur dengan darah.
__ADS_1
like. komen. bintang 5.dan vote jika kalian suka.