
Setelah pintu terbuka betapa terkejutnya gia melihat keadaan varo yang sudah berlumur dengan darah.
"Gia! ".seru varo dengan nada lemah.
Varo yang memang sudah tidak kuat lagi memopang tubuh nya langsung terjatuh di hadapan gia. Dengan reflek gia berteriak memanggil intan. Intan yang sedang menonton tv pun terkejut mendengar teriakan gia dan langsung bergegas ke arah sumber suara.
"Ada apa si gi teriak ter.... ".ucapan intan terpotong saat melihat varo yang tergeletak di lantai dengan keadaan berlumuran darah.
" Mas, mas varo kamu kenapa mas".ucap intan dengan panik dan langsung menitikkan air mata.
"Intan, mas datang untuk menjemputmu. Maafkan mas telah membuat mu marah, mas kesini ingin minta maaf dengan mu... Agggg".ucap varo yang langsung menutup matanya.
Dengan histeris intan langsung menangis sambil menggoyangkan tubuh varo.
" Mas bangun mas, kamu kenapa mas hiks... Hiks... ".
" Var, varo jangan becanda ih sadar var".
__ADS_1
(Bisa bisanya dalam keadaan seperti ini di bilang bercanda hadeh gia)
Intan yang masih menangis dan bingung minta bantuan dengan siapa. Dengan kebetulan mobil bram dan firman memasuki halaman rumah. Bram dan firman yang keluar dari mobil terkejut melihat varo yang sudah terkapar lemah di lantai.
Dengan cekatan firman dan bram membawa varo masuk kedalam mobil firman dan di ikuti oleh intan yang ikut duduk menahan tubuh varo. Sedangkan gia ikut mobil bram . Selama di perjalanan intan terus menangis dan memeluk tubuh suami nya itu.
"Mas bertahan mas, jangan tinggalin intan mas, intan udah maafin mas kok hiks... Hiks.. ".ucap intan sambil memeluk varo.
Aku tidak pernah menangis karena cinta, kali ini aku menangis karena cinta dan memohon karena cinta, tetapi untuk saat ini, rasa ini yang paling menyakitkan"ucap varo dalam hati.
Beberapa menit kemudian firman sampai juga sampai halaman rumah sakit. Firman segera turun dan membopong badan varo yang penuh dengan luka masuk ke dalam rumah sakit disusul oleh intan di belakangnya. Tak lama kemudian mobil bram juga sampai di halaman rumah sakit dan mereka segera turun dan menyusul masuk.
Gia dan bram yang baru datang terkejut melihat intan yang ikut di bawa dokter dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Sayang!, seru gia. " Intan kenapa kok dia... ".ucap gia terpotong.
" Intan pingsan tadi, sayang kamu temenin intan dulu ya".perintah firman.
__ADS_1
"Oh ok".ucap gia yang langsung menyusul dokter yang membawa intan.
" Papa disini ya temenin firman".
"Iyah papa disini, tapi itu baju kamu kena darah".ucap bram menunjuk baju firman.
" Iyah pah enggak papa nanti bisa ganti kok".
Disisi intan.
Intan yang di tangani oleh dokter kandungan kini sudah sadar dan gia yang setia mendampingi intan di samping nya.
"Gia".ucap intan lemah".
" Nona. Nona jangan banyak fikiran kalau nona stres atau kelelahan itu akan berakibat fatal oleh janin anda".ucap dokter menasehati intan.
"Tuh ntan denger kamu jangan nangis lagi yah".ucap gia menenangkan intan.
__ADS_1
" Kalau begitu saya pergi dulu masih ada pasien yang harus saya tangani".ucap dokter langsung pergi.
like. komen. bintang 5.dan vote jika kalian suka.