
Setelah melihat keadaan Gia firman kembali lagi menemui Vero dan duduk di sebelah Vero menggunakan kursi plastik.
"ayo Firman jelaskan sama gwe biar enggak ada kesalah pahaman" ucap Vero yang begitu memaksa.
Firman pun mulai membuka mulut nya dan menceritakan detailnya dari awal ia bertemu Gia, merawat gia, sampai ia tertidur tempat Gia.
"Firman lo ceroboh tau nggak lu kan tau seorang laki laki dan wanita tidak boleh tinggal satu atap atau tidur satu atap dalam keadaan tidak ada hubungan apapun".jelas si Vero.
Vero yang mendengar kan penjelasan Firman sedari tadi sudah menahan emosi nya bagaimana bisa adik nya melakukan hal seceroboh itu.
" iyah bang gwe juga menyesal tapi mau bagaimana lagi ini takdir gwe, apa yang harus gwe lakuin, apa gwe pergi aja ke luar negri? ".ucap firman yang meminta pendapat.
" lalu istri mu? ".tanya Vero.
tanpa ragu firman menjawab. " biarkan saja bang aku tau Gia juga tidak akan menerima ku".
Vero yang mendengar ucapan Firman langsung menampar firman.
plak.....
__ADS_1
"bagaimana bisa hah kamu berfikir seperti itu, sekarang dia istri mu tanggung jawab mu, dan ingat karena kasus ini gwe yakin hidup Gia tidak akan tenang. seharusnya lo sebagai suami nya menemani dia. liat lah gwe yakin setelah gia sadar apa yang akan terjadi dengan nya setelah menyadari apa yang terjadi pagi hari tadi".ucap Vero yang langsung berdiri meninggalkan Firman.
Firman seketika mematung mendengar ucapan kakak nya tadi benar juga apa yang di katakan kakaknya mau tidak mau setuju tidak setuju sekarang Gia sudah menjadi tanggungannya. Firman membuyarkan lamunan nya dan kembali menemui Gia. melihat gia yang acak acakan membuat Firman semakin prihatin padanya.
"maaf Gia seandainya gwe enggak nginep disini mungkin semua ini tidak akan terjadi, gwe juga enggak menyangka seorang cewe bandel yang sering buat gwe emosi dia sekarang menjadi istri ku".ucap Firman.
Firman membelai rambut Gia dengan lembut , Gia yang sedang tertidur merasakan ada menyentuh kepala nya langsung membuka mata perlahan.
"Firman".lirih Gia. Firman yang terkejut pun langsung menjauh dari Gia.
" gia! sorry t-tadi ada kotoran di pala lo".bohong Firman.
"lo ngapain di sini?".tanya Gia heran.
" gwe emmm".ucapan Firman terpotong oleh Gia yang langsung bicara pada Firman.
"eh lu tau nggak Masa ya tadi gwe mimpi kita nikah gara gara lo nginep disini, aneh kan".ucap Gia.
Firman yang mendengar terbelalak bagaimana bisa kejadian realita di bilang mimpi, mungkin karena gia yang tidur sudah kelamaan sehingga ia belum sadar sepenuhnya. Firman yang tidak ingin melihat Gia kecewa pun tidak memberi tau apa yang sebenar nya terjadi.
__ADS_1
" iyah mungkin haha mana mungkin kita nikah".ucap Firman yang kik kuk.
"oowh ya lo ngapain disini hah".ucap Gia.
" gwe semalem nemuin lo di pinggir jalan, terus gwe mau liat keadaan lo, oowh ya lo ngapa coba sampek banyak luka di tubuh lo itu lo habis ngapain".ucap Firman.
Gia pun menjawab dengan santai nya "tawuran".
Firman langsung terkejut mendengar pernyataan Gia seorang wanita tawuran.
" hah tawuran?, lo tauran sama siapa terus lo sendiri gitu ?".ucap Firman lagi yang tambah kepo.
" ya enggak gwe sama Intan kemaren, dan setelah tubuh gwe bener bener sembuh gwe akan temuin tuh si geng Wina untuk ambil motor gwe seenak jidat nya aja dia ambil motor gwe".ucap Gia geram.
"hah kak Intan".gumam si Firman.
"heh ngapain juga gwe cerita sama lo, dah sana lo pulang gwe dah enakan kok".ucap Gia mendorong pelan tubuh Firman.
Firman yang tidak ingin mengganggu Gia langsung pergi menggunakan mobilnya, tanpa ada penolakan.
__ADS_1
like. bintang 5.voot jika kalian suka.