
bram dan varo langsung memasuki ruangan intan. intan yan sudah sadar sedang menikmati bubur yang di berikan pada suster.
intan melihat suami dan papa nya datang langsung menghentikan makan nya yang memang sedari tadi ia tak mau menelan nya.
"papa! ".seru intan.
" intan, bagaimana keadaan kamu, sudah baikan? ".ucap bram mengelus lembut kepala intan.
" intan kamu sakit kenapa enggak ngabarin mas".ucap varo.
"pah, kok intan ada disini sih siapa yang bawa intan kesini? ".tanya intan kepada bram yang mengabaikan pertanyaan varo. varo pun sadar bahwa intan pasti masih marah dengan nya sampai ucapan nya pun ia abaikan.
" si varo yang bawa kamu kesini".jelas bram
__ADS_1
"oowh iyah nak katanya kamu mau jelasin sama papa apa yang terjadi".ucap bram menatap varo.
" jadi kata dokter intan demam pah dan intan juga hamil".ucap varo.
"ha hamil".bram seakan tak percaya ucapan varo. bahwa permohonannya selama ini di kabulkan oleh allah yang ingin memiliki cucu.
" apa hamil mas! ".ucap intan tak percaya juga dengan ucapan varo.
karena girang intan langsung memeluk papa nya dan mengabaikan varo. intan seakan tak menyangka bahwa yang di tunggu selama ini ia dapatkan tetapi dalam hati intan juga masih kesal dengan varo. varo yang tidak ingin menggangu intan dan bram keluar meninggalkan istri dan mertuanya mengarah ke sebuah mobil.
varo melajukan mobil nya dengan cepat sambil membanting banting stir mobil sambil menangis. tak selang berapa lama varo sampai di tempat tujuan yaitu TPU tempat daddy varo di kuburkan.
dengan berat hati varo menemui pemakaman daddy nya dan memeluk batu nisan milik desta sambil menangis tersedu sedu dengan perasaan yang sesak di dada nya.
__ADS_1
"daddy varo datang. daddy seandainya daddy masih ada di dunia ini varo tak akan se sepuruk ini. daddy maafkan varo yang telah melanggar janji varo untuk selalu menjaga dan menyayangi istri varo".ucap varo yang masih memeluk batu nisan desta
banyak hal yang varo ceritakan di atas kuburan desta setelah puas bercerita dan sudah merasa lega dengan sakit yang ada di hatinya tadi varo kembali pulang ke rumah dengan mata yang merah. ia memasuki kamar yang sepi dan hening biasanya setiap varo pulang dari mana pun selalu ada istri yang menyambut dan menjabat tangan nya dengan senyuman manis selalu ada yang bermanja dengan nya dan selalu ada menawarkan nya makan.
varo melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi dan mengganti stile nya. jam menunjukkan pukul 8 malam. varo yang sudah Selesai dengan aktifkan nya sudah hampir 2 jam duduk termenung dan sesekali mengeluarkan air matanya.
"ck!. kenapa lo cengeng banget sih ro sadar, sadar lo enggak pernah selemah ini kenapa sekarang lu nangis karena cinta sadar varo hiks.... hiks... " ucap varo menyadarkan dirinya sendiri sambil menangis.
tak lama kemudian azan isya pun berkumandang varo sadar dari keterpurukan nya dan mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat agar hatinya tenang. 10 menit ia melakukan sholat dan tak lupa untuk berdoa, setelah selesai melakukan ibadah sholat varo teringat kembali pada intan yang sedang berada di rumah sakit dengan tergesa gesa varo kembali ke rumah sakit.
sedangkan disisi intan ia terus merengek ingin pulang pada papanya yang membuat papa nya pusing. pas sekali dokter masuk keruangan intan untuk memeriksa kembali keadaan intan, tanpa ragu ia langsung berbicara pada dokter tersebut.
like. komen. bintang 5.dan vote jika kalian suka.
__ADS_1