CINTA GILA SANG GENGSTER

CINTA GILA SANG GENGSTER
Bab 15 Tawuran Antar Geng


__ADS_3

Armand sangat emosi, dia saat ini pergi menuju basecamp dan seperti biasa, Armand akan berdiam diri di basecamp untuk menenangkan dirinya.


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Armand pun sampai di basecamp.


"Wah, ada si Bos. Kalian jangan ada yang ajak bicara si Bos, soalnya saat ini si Bos pasti sedang tidak baik-baik saja jangan sampai kalian yang akan jadi sasaran amarahnya," bisik Anto.


"Oke."


Armand menjatuhkan tubuhnya di atas kursi dan merebahkan tubuhnya di sana.


"Aku mau tidur sebentar, jangan ada yang ganggu aku," seru Armand dengan memejamkan matanya.


"Siap, Bos."


Tapi tiba-tiba, sebuah panah melesat dan menancap di pintu masuk membuat semuanya kaget termasuk Armand yang langsung membuka matanya.


"Suara apa, itu?" tanya Armand.


"Entahlah, biar aku cek ke luar," sahut Anto.


Anto melangkahkan kakinya ke luar, Anto mengerutkan keningnya saat melihat sebuah anak panah menancap di pintu dengan kertas yang diikat di anak panah itu.


Anto celingukan mencari seseorang yang sudah menancapkan anak panah itu, tapi Anto sama sekali tidak menemukan satu orang pun.


"Bos, ada yang menancapkan anak panah ini ke pintu," seru Anto.


"Apa? mana?"


Anto menyerahkan anak panah itu kepada Armand, lalu Armand membuka kertas yang terikat di sana.


Raut wajah Armand semakin tidak enak, bahkan saat ini Armand sudah meremas kertas itu dengan rahangnya yang mengeras.


"Ada apa, Bos?" tanya Anto.


"Geng Tiger sudah membuat si Aldi babak belur," seru Armand.


Semua orang langsung celingukan mencari Aldi dan benar saja, mereka baru sadar kalau Aldi salah satu temannya tidak ada di antara mereka.


"Brengsek, apa tujuan mereka menangkap Aldi dan menyiksa dia?" geram Anto.


"Sudah pastilah mereka ingin balas dendam karena satu Minggu yang lalu, anak Geng Tiger kita buat pincang," sahut salah satu teman Anto.


"Kenapa mereka harus balas dendam, bukannya anak Geng Tiger sendiri yang sudah menyerahkan dirinya kepada kita?" seru Armand.

__ADS_1


"Iya, siapa suruh dia masuk ke kandang harimau dengan suka rela," sahut Anto.


Geng Tiger adalah musuh bebuyutannya Geng Armand, sejak dulu Geng Tiger selalu kalah dalam banyak hal dan sekarang mereka dengan bangga dirinya menantang Armand.


Belum juga Armand habis pikir dengan kelakuan Geng Tiger, tiba-tiba Armand dan yang lainnya di kagetkan dengan lemparan batu ke arah basecamp mereka membuat kaca-kaca jendelanya pecah.


"Brengsek, mereka memang ingin cari gara-gara sama kita," geram Armand.


Armand dan anak buahnya segera keluar, dan Geng Tiger segera kabur dengan mengendarai motornya.


"Kurang ajar, kejar mereka!" teriak Armand.


Armand dan yang lainnya pun segera mengejar Geng Tiger, akhirnya kedua Geng itu saling kejar-kejaran bahkan di jalan raya banyak klakson mobil yang terdengar karena mereka melajukan motornya dengan seenaknya.


Geng Tiger menghentikan laju motor mereka dan turun dari motor mereka dengan membawa alat-alat untuk tawuran, seperti rantai, balok kayu, dan lain-lain.


Armand mengangkat tangannya sebagai pertanda supaya anak buahnya menghentikan laju motornya.


"Bagaimana ini Bos, mereka bawa senjata sedangkan kita gak bawa apa-apa soalnya semuanya ketinggalan di basecamp," seru Anto.


"Apa kalian takut?" seru Armand.


"Oh tidak Bos, tenang saja."


"Mereka itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kita, SERAAAAANG!" teriak Armand.


Zee yang memang sedang fokus kepada ponselnya, sampai tidak melihat kalau di sisi kanan dan kiri dia sedang ada sekelompok Gengster yang akan saling serang.


"Zee, ngapain dia di situ?" gumam Armand kaget.


Geng Tiger semakin dekat, Armand dengan cepat berlari ke arah Zee.


"Zee, AWAAAAASSSS!" teriak Armand.


Zee kaget, dia mendongakkan kepalanya dan melihat di sisi kanan dan kirinya sekelompok orang yang akan saling serang.


"Ya Allah."


Zee sudah tidak bisa kabur lagi, dia sudah terkepung di tengah-tengah. Armand yang awalnya fokus ke musuh, malah berlari membelok untuk menghampiri Zee karena Armand melihat kalau salah satu anggota Geng Tiger ingin mendekati Zee.


Armand memeluk Zee dan buggghhh....


Orang itu memukul punggung Armand dengan balok kayu membuat Zee membelalakkan matanya.

__ADS_1


Armand menendang orang itu tanpa melihat sedikit pun, membuat Zee semakin kaget.


"Cepat pergi dari sini," seru Armand.


"Tapi bagaimana denganmu, Armand?"


"Jangan memikirkan aku, cepat pergi dari sini."


Tidak lama kemudian sebuah mobil datang. "Zee, ayo pergi di sini bahaya!" teriak Biru.


Zee terlihat sangat bingung, dia ingin pergi tapi dia juga khawatir dengan keadaan Armand.


"Pergilah."


"Tapi-----"


Lagi-lagi Geng Tiger memukul Zee tapi dengan cepat Armand menghadang dengan tangannya.


"Cepat pergi!" teriak Armand.


Zee dengan terpaksa segera masuk ke dalam mobil Biru dan Biru dengan cepat melajukan mobilnya. Sedangkan Armand kembali bertarung dengan musuh bebuyutannya itu.


"Zee, kenapa kamu ada di situ? aku kan sudah bilang tunggu di restoran tempat biasa kita dulu sering kita datangi," kesal Biru.


"Iya, tadi aku lagi nyebrang mau ke restoran itu tapi aku juga gak tahu kalau orang-orang itu ada di sana, soalnya kemunculannya sangat mendadak dan cepat," sahut Zee.


"Sekarang kamu tahu kan, bagaimana si Armand? dia itu anak Gengster Zee, kerjaannya berkelahi dan mabuk-mabukan. Apa kamu masih mau dekat-dekat dengannya?" kesal Biru.


Zee tampak terdiam, seketika dia ingat dengan ucapan Dr.Amanda mengenai Armand.


"Tapi Armand tidak seperti yang kamu pikirkan, Bir," sahut Zee.


"Apa? kenapa kamu bicara seperti itu? kamu itu baru kenal dengan Armand, dan kamu sudah terkena bujuk rayuan si berandalan itu."


Zee sangat kesal dengan ucapan Biru, dia memang membenci Armand tapi entah kenapa hatinya menolak untuk membenci Armand. Apalagi setelah dia melihat, tadi Armand rela kena pukulan demi melindungi dirinya.


"Antarkan aku pulang, Bir," kesal Zee.


"Loh, kok pulang? aku kan mau mengajak kamu ke suatu tempat."


"Lain kali saja, aku sedang tidak mood saat ini."


Biru tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mengikuti keinginan Zee, akhirnya dengan berat hati Biru pun mengantarkan Zee pulang.

__ADS_1


"Brengsek, ini semua gara-gara berandalan itu," batin Biru dengan kesalnya.


Selama dalam perjalanan, Zee terlihat cemberut bahkan sampai rumah pun Zee langsung masuk tanpa memperdulikan Biru membuat Biru semakin geram.


__ADS_2