CINTA GILA SANG GENGSTER

CINTA GILA SANG GENGSTER
Bab 29 Kembalinya Armand


__ADS_3

Saat ini Armand sedang bersiap-siap untuk kembali ke kota, dia mendapat kabar kalau Paras dan Biru berencana ingin membunuh Papa Yongki.


"Pak Amir, Nur, terima kasih karena selama ini sudah mau memberiku tempat untuk tinggal, aku tidak akan pernah melupakan jasa baik kalian, do'akan aku supaya aku bisa menyingkirkan mereka semua," seru Armand.


"Iya, Nak Armand sama-sama. Bapak akan selalu mendo'akan Nak Armand, semoga orang-orang jahat itu segera tertangkap," sahut Pak Amir.


"Mas Armand hati-hati, nanti kalau ada waktu jangan lupa main-main lagi ke sini," seru Nur.


"Iya Nur. Kalau begitu aku pulang dulu."


"Hati-hati, Mas."


Armand pun segera masuk ke dalam mobil yang biasa warga sana pakai untuk mengirim hasil perkebunan mereka.


Armand mulai meninggalkan kampung yang terisolir itu, selama dalam perjalanan Armand benar-benar merasa tidak enak karena dia takut terlambat menyelamatkan Papanya.


Sementara itu, Pak Bimo dan yang lainnya berjaga-jaga di dekat rumah Armand. Mereka memantau karena takut Papa Yongki kenapa-napa.


"Paras, kenapa masih belum disingkirkan si tua Bangka itu?" tanya Mama Venna.


"Sabar Ma, mungkin besok karena sekarang si Biru lagi sibuk menyiapkan pernikahan dia dan katanya besok dia sendiri yang akan melenyapkan si tua Bangka itu," sahut Paras.


Saat ini Mama Venna dan Paras terpaksa tidur di hotel karena Papa Yongki memang tidak ingat kepada Mama Venna dan Paras, yang dia ingat hanyalah Armand.


"Setelah si tua Bangka itu mati, semua kekayaannya akan menjadi milik kita dan kita akan menjadi seorang konglomerat, Paras," seru Mama Venna dengan senyumannya.


"Iya Ma."


Malam pun semakin larut, dan tidak ada tanda-tanda orang yang datang ke rumah Papa Yongki.


Pak Bimo sudah menyuruh anak buah Armand untuk membawa Papa Yongki dan Bi Sukma pergi dari rumah itu. Untung saja Papa Yongki mau menurut, karena Anto mengatakan kalau Armand sedang menunggunya maka dari itu Papa Yongki segera ikut bersama Anto.


Anto menyuruh Papa Yongki dan Bi Sukma masuk ke dalam sebuah mobil yang sudah Pak Bimo siapkan sebelumnya.


"Bi Sukma, ada teman aku yang akan menjaga kalian jadi kalian jangan khawatir. Sekarang kalian akan pergi ke sebuah tempat yang sudah aku siapkan dan kata Mas Armand, itu adalah satu-satunya tempat yang aman untuk kalian dan mereka tidak akan bisa menemukan kalian," seru Pak Bimo.

__ADS_1


"Baik Bimo, terima kasih. Kamu dan Mas Armand hati-hati ya, jangan sampai kalian terluka."


"Siap, Bi."


Anak buah Armand pun segera melajukan mobil ke tempat yang sudah di instruksikan oleh Armand.


"Anto, sepertinya Mas Armand akan segera tiba lebih baik sekarang kita kembali ke basecamp," seru Pak Bimo.


"Oke, Pak."


Anto pun dengan cepat melajukan motornya menuju basecamp, karena jalanan sudah sangat sepi membuat Anto dan Pak Bimo tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di basecamp mereka.


Sesampainya di basecamp, ternyata Armand sudah sampai dan saat ini terlihat sedang tidur di kursi.


"Mas Armand."


Perlahan Armand membuka matanya, Anto dengan cepat memeluk Armand saking rindunya kepada Bosnya itu.


"Bos, aku sangat merindukanmu, Bos."


"Sudah lama Mas Armand tiba?" tanya Pak Bimo.


"Setengah jam yang lalu, bagaimana apa kalian sudah berhasil membawa Papa dan Bi Sukma pergi dari sana?"


"Tenang Bos, mereka sudah kami amankan," sahut Anto.


"Bagus, terus masalah perusahaan bagaimana?"


"Mas, kata orang suruhan ku besok Paras akan menandatangi Mega proyek yang Pak Yongki sangat tunggu-tunggu dulu. Ini ponsel dan berkas-berkas semua kejahatan Paras."


Armand membuka berkas itu dan melihatnya, Armand menyunggingkan senyumannya.


"Kali ini tamat riwayat kalian," gumam Armand.


***

__ADS_1


Keesokan harinya...


Pagi-pagi sekali, Anto sudah mencukur rambut Armand dan juga Pak Bimo yang sudah gondrong itu. Sekarang penampilan Armand dan Pak Bimo sudah tampan lagi, penampilannya rapi dengan rambut klimis sedangkan bajunya, mereka memakai baju jas yang jauh-jauh hari sudah Pak Bimo siapkan.


"Astaga, pantas saja semua wanita tergila-gila sama Bos, Bos memang tampan apalagi memakai jas seperti ini, sudah terlihat kaya CEO-ceo gitu," seru Armand.


Armand mematut penampilannya di cermin, sekilas bayangan Zee melintas di benaknya.


"Tunggu aku Zee, aku jamin kamu tidak akan pernah menikah dengan bajingan itu," batin Armand.


Tidak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi dan penandatanganan berkas akan berlangsung jam 9 pagi di kantor Papa Yongki.


Anto dan anak-anak yang lain mengikuti mobil Armand dari belakang. Hingga beberapa saat kemudian, Pak Bimo pun menghentikan mobilnya di depan kantor Papa Yongki. Pak Bimo dengan sigap keluar dan membukakan pintu mobil untuk Armand.


Seketika sekuriti dan para karyawan membelalakkan matanya melihat kedatangan Pak Bimo dan Armand, karena menurut berita yang beredar mereka berdua sudah meninggal dalam peristiwa kecelakaan.


Pak Bimo berjalan di depan dengan raut wajah yang galak, begitu pun dengan Armand yang berjalan di belakang tak kalah sangarnya tanpa melirik sedikit pun.


"Baiklah Pak Paras, karena saat ini Pak Yongki sedang mengalami sakit keras dan putra kandungnya pun sudah meninggal, jadi mau tidak mau Mega proyek ini akan ditangani oleh Pak Paras, semoga kerjasama kita akan membuahkan hasil dan untung besar," seru salah satu investor.


"Amin Pak."


"Silakan, Pak Paras tanda tangani di sini."


Baru saja Paras hendak menempelkan bolpoin ke atas kertas, tiba-tiba pintu terbuka membuat semua orang yang ada di sana menoleh.


Pak Bimo membukakan pintu dengan sangat kasar, betapa terkejutnya semua orang kala melihat siapa yang datang.


"A-a-armand," seru Paras gagap.


Bolpoin yang dia pegang sampai terjatuh saking terkejutnya melihat kedatangan Armand yang secara tiba-tiba itu.


"Bukannya putra Pak Yongki sudah meninggal dalam kecelakaan bersama Pak Bimo, kenapa sekarang mereka ada di sini? kalian asli atau hantu?" seru investor itu.


Armand dan Pak Bimo menyunggingkan senyumannya, bahkan Armand menatap Paras dengan sangat tajam membuat Paras kelabakan.

__ADS_1


__ADS_2