
1 Minggu kemudian....
Paras dan Mama Venna saat ini sedang ketar-ketir karena Armand sudah mengetahui rencana dan kecurangan mereka.
Paras dan Mama Venna mulai menyusun rencana untuk menyingkirkan Armand.
"Bagaimana ini Paras, Mama yakin sebentar lagi kita akan mendekam di penjara," seru Mama Venna panik.
"Mama tenang, sebelum Armand membongkar semuanya, kita harus singkirkan dia terlebih dahulu."
"Caranya?"
"Biar Paras yang atur semuanya, Paras juga meminta bantuan kepada seseorang untuk membantu menyingkirkan Armand."
"Bunuh saja sekalian dia Paras, supaya dia tidak menghalangi rencana kita apalagi saat ini si tua bangka itu sudah mulai melupakan semuanya jadi tinggal selangkah lagi kita untuk bisa menguasai seluruh harta mereka," seru Mama Venna.
"Mama tenang saja, Paras memang akan melenyapkan anak sialan itu dari dunia ini dan Paras yakin kalau rencana Paras ini akan berjalan dengan sangat mulus tanpa sidik jari dan bukti sedikit pun," seru Paras dengan senyumannya.
Sementara itu, Armand tampak melamun di taman kampus. Dia sedang berpikir, apa yang sudah dilakukan Mama tirinya karena sudah satu Minggu ini kondisi Papanya sudah semakin parah bahkan Papanya sudah mulai lupa dengan namanya sendiri dan Armand.
"Hai, kamu ngapain ngelamun," seru Zee.
"Ah, tidak apa-apa. Oh iya, nanti pulang kuliah kamu tidak apa-apa kan, kalau pulang sendirian? soalnya aku ada hal penting yang harus aku urus."
"Iya, aku bisa naik taksi."
"Apa aku suruh Anto saja untuk mengantarkan kamu pulang, supaya kamu selamat sampai tujuan."
"Apaan sih, itu terlalu berlebihan. Tidak akan terjadi apa-apa kepadaku, jadi kamu jangan khawatir," sahut Zee.
__ADS_1
Armand tidak percaya karena perasaannya mengatakan hal yang sebaliknya, Armand merasa tidak enak dan perasaannya mengatakan kalau akan terjadi sesuatu kepada dirinya dan juga Zee.
Armand segera mengirim pesan kepada Anto untuk mengawal Zee saat pulang kuliah nanti.
***
Waktu pulang pun tiba...
Armand segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju sebuah rumah sakit, dia ingin memeriksakan obat kolestrol yang dia curigai ada apa-apanya.
Tidak membutuhkan waktu lama, Armand pun sampai di rumah sakit. Armand memberikan sampel obat kolestrol yang Papanya minum selama ini.
Armand menunggu beberapa saat, hingga dokter pun keluar dari ruangannya.
"Bagaimana dok, apa ada yang salah dengan obat itu?" tanya Armand.
"Ini bukan obat kolestrol Mas, tapi ini obat keras yang sangat tidak dianjurkan untuk di minum karena kalau terlalu banyak mengonsumsi obat ini, orang itu akan mengalami amnesia. Jadi, lebih baik segera hentikan atau akan mengakibatkan kematian."
Armand segera meninggalkan rumah sakit, dia mendapatkan panggilan beberapa kali dari Bimo.
"Om Bimo, ada apa?"
Armand segera menghubungi balik Bimo, satu kali panggilan tidak terjawab, tapi untuk ketiga kalinya Bimo baru mengangkat teleponnya.
📞"Ada apa, Om?"
📞"Mas Armand, tolong. Tolongin saya," seru Bimo dengan nada ketakutan.
📞"Om Bimo ada di mana?"
__ADS_1
Panggilannya pun terputus karena Bimo tertangkap oleh anak buah Paras. Armand segera melacak keberadaan Bimo lewat GPS yang memang selalu menyala di ponsel Bimo.
"Awas kalian semua!" geram Armand.
Armand segera melajukan motornya ke tempat Bimo, sementara itu tanpa Armand sadar ada orang yang mengikuti Armand.
📞"Bos, Armand sedang menuju lokasi."
Orang itu langsung menutup sambungan teleponnya setelah melapor kalau Armand sedang menuju tempat mereka.
Kali ini Armand sudah kehabisan kesabaran, dia akan membasmi semuanya.
Berbeda dengan Armand, di tempat lain Zee merasa aneh dengan sopir taksi yang membawanya itu.
"Pak, arah rumah saya ke sana buka ke sini!" seru Zee.
Sopir taksi itu tidak mendengarkannya, dia terus saja melajukan mobilnya. Sedangkan Zee berusaha membuka pintu mobil itu.
"Hentikan mobilnya, kamu sebenarnya siapa?" sentak Zee.
Anto dan teman-temannya kehilangan jejak Zee, karena dipertengahan jalan ada sebuah mobil yang tiba-tiba menghalangi jalan mereka hingga mereka pun terlibat perkelahian.
Anto dan teman-temannya dengan mudah bisa mengalahkan orang-orang itu, hingga Anto pun menghubungi Armand dan melaporkan apa yang sudah terjadi.
Armand semakin frustasi, dia bingung harus menolong siapa dulu antara Pak Bimo dan juga Zee.
Kalau Armand menolong Zee terlebih dahulu, sudah dipastikan nyawa Papanya dan semuanya akan berakhir, begitu pun sebaliknya kalau Armand menolong Pak Bimo, dia tidak akan tahu bagaimana nasib wanita yang dia cintai.
Armand menghentikan laju motornya dan berpikir keras, hingga beberapa saat kemudian Armand memutuskan untuk ke tempat Pak Bimo dan Armand menyuruh anak buahnya untuk mencari Zee.
__ADS_1
"Arrgghh."
Armand memukul motornya, Paras dan Mama Venna memang sangat licik. Mereka mampu membuat Armand merasa frustasi. Armand segera melajukan motornya, dia tidak mau sampai terjadi kenapa-napa kepada Pak Bimo.