
Hari mulai gelap dan Armand sudah terlihat siuman, Armand terkejut saat melihat Pak Bimo juga ada di sana.
"Om Bimo."
"Mas Armand, kali ini kita tidak bisa membuktikan kejahatan mereka karena Paras malam ini akan menghabisi kita berdua," seru Pak Bimo.
Armand berusaha menyeret tubuhnya untuk menghampiri Pak Bimo.
"Om, tolong ambil korek bensin di kantong celana aku."
Pak Bimo berusaha mengambilnya, susah payah Pak Bimo merogoh saku celana Armand hingga akhirnya korek bensin pun dapat diambil.
Armand menyalakan korek bensin itu dan mengarahkan ke tali yang mengikat tangan Pak Bimo, dan talinya pun putus. Pak Bimo dengan cepat melepaskan tali yang mengikat kakinya, tapi disaat Pak Bimo hendak melepaskan ikatan pada tangan dan kaki Armand.
Armand berusaha membuka jendela kayu itu tapi ternyata sangat susah.
"Bagaimana ini, Mas?" bisik Pak Bimo.
Akhirnya dengan sekuat tenaga, Armand menendang jendela itu sampai terbuka. Anak buah Paras kaget dan segera masuk, tapi ternyata Armand dan Pak Bimo sudah keluar dari jendela itu.
"Sial, mereka kabur!"
Armand dan Pak Bimo kabur masuk ke dalam hutan, sedangkan anak buah Paras terus saja mengejar mereka.
"Ayo Om, kita pasti bisa kabur dari sini," seru Armand.
Hari semakin gelap, dan tubuh Armand mulai bereaksi. Keringat dingin sudah mulai muncul di seluruh wajah dan tubuh Armand membuat dia lemas.
"Astaga, Mas Armand. Mas Armand kenapa?" tanya Pak Bimo panik.
__ADS_1
"Om Bimo cepat kabur dan selamatkan diri Om?" sahut Armand dengan bibir dan tubuh yang bergetar.
"Mas Armand kenapa? saya tidak mungkin kabur seorang diri karena kita harus selamat bersama-sama," seru Pak Bimo.
"Aku lemas Om, aku sudah tidak bisa lari lagi. Cepat Om pergi dari sini."
Pak Bimo tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Armand, yang jelas Pak Bimo tidak bisa meninggalkan Armand seorang diri.
"Saya tidak akan meninggalkan Mas Armand."
Tiba-tiba terdengar teriakan anak buah Paras. "Itu dia Bos, mereka!"
Ternyata Paras sudah ada di sana dan ikut mengejar Armand dan Pak Bimo.
"Cepat pergi Om, aku mohon salah satu dari kita harus ada yang selamat dan Om yang memegang semua buktinya, jadi Om harus selamat dan melaporkan semuanya kepada kantor polisi."
Paras dan anak buahnya semakin mendekat, Armand dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Pak Bimo.
"Cepat pergi!" sentak Armand.
"Mas Armand."
"Aku bilang cepat pergi!"
Airmata Pak Bimo menetes, dia sama sekali tidak bisa meninggalkan Armand tapi hanya dia seorang yang bisa menolong keluarga Armand nantinya. Akhirnya dengan terpaksa, Pak Bimo pun pergi. Dengan deraian airmata, Pak Bimo berlari sekuat tenaga memecahkan kegelapan malam.
Dorrr....
Suara tembakan menghentikan langkah Pak Bimo.
__ADS_1
"Mas Armand, ya Allah tolong selamatkan Mas Armand," gumam Pak Bimo.
Pak Bimo dengan cepat melanjutkan langkahnya memasuki hutan itu untuk mencari jalan keluar, sedangkan Armand sudah terkapar dengan bersimbah darah.
"Mati kamu Armand, sekarang tidak akan ada lagi orang yang bisa menghalangi aku lagi karena semua harta kekayaanmu akan segera menjadi milikku dan Mama," gumam Paras dengan senyumannya.
"Bos, yang satunya lagi berhasil melarikan diri."
"Tidak apa-apa, ini adalah kawasan hutan paling sebentar lagi dia juga akan menjadi santapan hewan buas," sahut Paras.
"Bagaimana dengan mayat ini?" tanya salah satu anak buahnya.
"Lempar saja ke jurang itu, supaya tidak akan ada yang bisa menemukannya karena sebelum mata hari terbit, tubuhnya mungkin sudah menjadi santapan hewan buas yang lapar," sahut Paras.
"Siap Bos."
Anak buah Paras mengangkat tubuh Armand, dan melempar tubuh Armand ke dasar jurang. Setelah puas, Paras mengajak semua anak buahnya untuk pergi.
Paras menghubungi seseorang, dan ternyata orang itu adalah Biru. Jadi, selama ini Paras dan Biru bekerja sama untuk melenyapkan Armand. Biru tahu, kalau Armand mempunyai Ibu dan saudara tiri jadi Biru mencari tahu tentang Paras dan bak gayung bersambut, ternyata misi Paras dan Biru sama yaitu ingin melenyapkan Armand.
Paras dan Biru merencanakan penculikan Armand dan Zee, Paras menjebak Armand dan Biru menculik Zee. Ternyata, ada yang lebih mengejutkan lagi. Ketua Geng Tiger yang merupakan musuh bebuyutan Geng Armand adalah Biru, dia memang pintar menyembunyikan identitasnya dibalik sikapnya yang baik dan sok menjadi laki-laki lemah.
"Akhirnya, tidak ada lagi penghalang untuk mendapatkan Zee. Selamat jalan Armand, dan selamat masuk neraka," gumam Biru dengan tawa kemenangannya.
Sementara itu di kamar, Zee merasa tidak enak hati dari tadi pikirannya terus melayang kepada Armand.
"Ya Allah, semoga tidak terjadi apa-apa kepada Armand dan Armand baik-baik saja," batin Zee.
Zee benar-benar merasa ada sesuatu yang terjadi kepada Armand, tapi dia berusaha menepis pikiran buruk itu.
__ADS_1