
“sudahlah..ayo katanya mau makan! Oh ya..namaku elika marga shean”ucap elika yang tersenyum kembali.
“kau juga salah satu dari 8 keluarga?Namaku Alvin marga mailis”ucap Alvin.
“yah bisa dibilang begitu, oh ya teman mu mana?”Tanya elika.
“harry? Dia sedang tidak masuk”ucap Alvin.
*kantin*
Lihat..tuan Alvin datang/ siapa wanita disampingnya; bisik para muris perempuan.
Lalu datang satu wanita dengan tiga ornag temannya mendekati Alvin.
“hai..tuan Alvin, mau makan bersama?”
“maaf ya..aku sudah punya teman makan”ucap Alvin yang tersenyum.
Wah..gila..primadona dari kelas 2 saja ditolak; bisik para murid
tapi..wanita yang bersama dengan tuan Alvin juga cantik/iya..cantik..elegan;bisik para murid.
Lalu para murid berbisik lagi…
Wah..tuan jin datang..tumben banget ya…dua pria populer pergi kekantin;bisik murid.
Ketika elika melihat siapa yang dibicarakan para murid, elika terkejut dan spontan menggenggam baju Alvin.
“kau wanita yang bersama dengan Alvin!”panggil ruppy.
“elika kau kenal dengan ruppy?”Tanya Alvin.
“um..itu..ada masalah, aku pergi ketoilet dulu ya…”seru elika yang lari pergi.
“eh..tunggu”ucap ruppy.
“sudahlah..lagian kita kekantin juga buat makan”ucap jin.
Elika pergi ketoilet untuk mencuci wajahnya, ketika dia hendak keluar dari toilet…dia bertemu dengan wanita yang mengajak makan bareng dengan Alvin.
“kau wanita yang tadikan?!”
“em..itu..permisi saya mau balik lagi kekantin”ucap elika yang bersabar.
“kau wanita jal*ng mau pergi kemana?”
Sudah ria hajar saja; budak 1
“saya minta maaf kalau punya salah”ucap elika yang merendah.
Tiba-tiba wanita yang bernama ria menarik rambut elika.
“akh..”jerit elika.
“sakit?! Tenang kamu tidak akan merasakan sakitnya sebentar lagi”seru ria.
Bukk…prak…bukk…
“huh..padahal sudah berusaha sabar tapi tetap tidak bisa, tak apa kali ya kalau aku tinggalkan”seru elika yang pergi dari toilet.
__ADS_1
Sedangkan para wanita yang mengganggu elika terbaring kesakitan.
Ketika elika sampai dikatin…elika bingung karna padat sekali, lalu elika menyelinap dan akhirnya bisa melihat apa yang terjadi, Ternyata perkelahian antara Alvin dan jin.
“kalian ngapain berantem!”seru elika yang berusaha memisahkan mereka.
“elika minggir jangan kesini, bahaya!”seru Alvin.
“sejak kapan kau perhatian dengan wanita Alvin!”seru jin yang menarik kerah baju Alvin.
“sejak kapan juga kau ikut mencampuri urusan ku!”seru Alvin yang juga menarik kerah baju jin.
Bukk…bukk…bukk…
“elika! Kamu kemana saja?”ucap vilope yang baru bertemu dengan elika.
“itu nanti saja deh diceritainnya….sekarang kita pisahin mereka berdua dulu!”seru elika yang memperhatikan Alvin dan jin sembari makan.
“kau bilang mau pisahin mereka…tapi kenapa malah makan”ucap vilope yang heran.
“hehehe…aku lapar dari tadi nungguin Alvin berkelahi tidak selesai-selesai”ucap elika yang bangun dan menghampiri mereka.
Prakk…prakk….
“au…ada apa elika?”Tanya Alvin yang berhenti memukul.
“kalian yang kenapa? Ganggu yang lain mau istirahat tau gak…!”seru elika.
“berisik amat si! Masalah gitu doang”ucap jin yang mengambil poselnya dan menelpon wakil kepala kampus.
Tidak lama kemudian..ada pemberitahuan bahwa hari ini sudah tidak akan ada kelas lagi.
“kalian ikut aku!”ucap elika yang menarik Alvin dan jin.
Ternyata elika membawa mereka berdua ke ruangan uks…
“mau ngapain?”Tanya jin yang berdiri didepan pintu.
“kalian babak belur begini masa tidak diobatin”ucap elika yang mencari kotak P3K.
“hanya begini saja harus di obtain…bukan pria namanya”seru jin.
“kalau dia tidak mau biar aku saja yang kamu obtain”ucap Alvin yang duduk di sofa.
“elika…guru uks sedang tidak masuk”ucap vilope yang masuk kedalam.
“yasudahlah…kamu bantu aku mengobati orang yang disana itu”seru elika.
“tidak perlu!Kamu yang menarik aku kesini…jadi kamu yang harus mengobati aku”ucap jin yang duduk di kasur.
“kamu ngapain…akh…ikut-ikutan!”seru Alvin.
“diam!”ucap elika.
“baiklah..karna aku disini tidak ada yang bisa dibantu, aku pergi kekantin saja untuk beli makanan”ucap vilope yang berjalan keluar.
“ash…au…akh..”jerit Alvin.
“lebay banget si jadi cowok”ucap elika yang telah selesai mengobati Alvin.
__ADS_1
Permisi…maaf, tuan Alvin dicari oleh guru bk; salah satu murid.
“ah..baik! elika aku pergi dulu ya..kamu hati-hati sama dia”ucap Alvin yang memandang jin.
“sudah..sudah..cepat pergi..”seru elika yang mendekati jin.
“kau pacarnya Alvin?”Tanya jin dengan serius.
“pacar? Baru kenal tadi pagi, sudah jadi pacar”ucap elika yang mengobati tangan jin.
Pergelangan tangan jin dibalut dengan perban yang dibalut oleh elika.
“siapa namamu?”Tanya elika.
“kamu tertarik denganku?!”ucap jin dengan dingin.
“lupakan! Sudah ditolong malah ngomong yang ngaco, sudah aku pergi dulu..semoga kita tidak bertemu lagi”seru elika yang hendak keluar dari ruangan uks.
“namaku jin marga long”ucap jin.
“setau ku…anggota keluarga long itu baik semua, ternyata ada juga yang sombong…namaku elika marga shean”ucap elika yang pergi mencari vilope.
Ketika elika sibuk mencari vilope…ada yang memberitahu bahwa vilope sedang berada digudang sekolah.
“Kau mencari saudaramu ya? Dia ada digudang sekolah…tadi aku melihat dia masuk kesana” salah satu murid
“gudang? Baiklah..terima kasih”ucap elika yang bergegas pergi kegudang.
“kerja bagus karina, kita tinggal tunggu saja pertunjukannya”ucap ria yang tersenyum jahat.
“apa dia akan baik-baik saja”?tanya karina.
“kalau dia tidak baik-baik saja itu lebih bagus! Ingat…nasib perusahaan keluargamu ada di tanganku”ucap ria yang mengancam karina.
“baik…tapi tolong pegang janjimu ria”ucap karina.
“lancang sekali kamu memanggil namaku”ucap ria yang emosi.
*gudang sekolah*
“apa gadis tadi betul melihat vilope masuk kedalam, sedangkan didalam sangat gelap…aku dan vilope kan takut gelap”gumam elika yang ragu untuk masuk kedalam.
Elika berpikir sangat lama dan dia akhirnya memaksakan untuk masuk kedalam.
“bagus..masuk dan kamu akan melihat pertunjukan”ucap ria.
Krekk….
Cit..cit..
“vilope!vilope!”panggil elika yang masih didepan pintu.
Lalu elika mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya, dan betul saja elika di dorong agar masuk kedalam gudang.
“maaf”bisik karina.
“hei! Buka! Keluarkan aku! Tolong!tolong!”seru elika yang berteriak meminta tolong.
Elika tidak berhenti meminta tolong, hingga dia benar-benar lelah dan hanya bisa menangis.
__ADS_1