
Elika melompat dan mendarat didepan wajah salah satu preman itu, lalu preman pertama hendak menarik kaki elika..dengan cepat elika memiting(mengunci)
leher preman pertama dan melemparnya.
Tersisa dua preman dan para gadis itu sudah berhenti menyakiti vilope, preman ketiga memberikan pukulan yang mengarah wajah elika…lalu elika memukul organ vital dari preman ketiga tersebut.
Dan preman yang kedua melarikan diri, elika berjalan mengarah para gadis itu..dan mereka satu persatu pergi berlari meninggalkan vilope dan elika.
Elika langsung menolong vilope yang sekujur badannya memar-memar akibat pukulan, ketika elika hendak memapah vilope tiba-tiba ria yang membawa kayu memukul kepala elika.
Kepala elika mengeluarkan darah yang banyak, dan elika menarik kaki ria hingga dia terjatuh dan melarikan diri.
“elika kepa..lamu…berdarah..akh..”seru vilope yang kesakitan.
“tak apa vilope, mari aku bantu kita pergi ke uks untuk sementara”ucap elika yang menahan sakit.
“tidak! Aku berat dan kamu sedang terlu..ash..ka”ucap vilope.
“kalau kamu terus menolak, sama saja kamu mengulur waktu dan itu membuat darah ku semakin banya mengalir”ucap elika yang memapah vilope.
Ketika elika sudah sampai didepan gerbang sekolah, andy datang kembali dan membantu elika.
*ruang uks*
“memarmu sudah diobati, apakah ditubuh juga ada?”Tanya penjaga uks.
“sepertinya, tapi itu biarkan kulakukan dirumah saja”ucap vilope.
“kamu mengapa bisa seperti ini? Maaf, saya lupa memperkenalkan…nama saya sila”ucap sila dengan lembut.
“maaf memotong pembicaraan, tapi apa bisa mengobati saya dulu…bisa-bisa saya kekurangan darah”seru elika yang menahan sakit.
“oh..maaf, mari saya obati”ucap kak sila.
Setelah elika selesai diobati, andy mendekati elika..
“maaf elika aku tidak menolongmu, tiba-tiba ratu memberikan kabar bahwa ada makan malam antara keluargaku dan keluarganya..jadi dia minta ditemani membeli beberapa pakaian”ucap andy.
“tidak usah dipikirkan lagi pula dia tunanganmu, jadi memang sudah wajar dan aku hanya orang asing…mulai sekarang anggap saja kita tidak dekat”ucap elika yang menghampiri vilope.
“elika bisa kita izin pulang?”Tanya vilope.
“baiklah”ucap elika yang membantu vilope.
Sepanjang jalan elika membopong vilope, ketika hampir sampai di gerbang…jalan mereka dihalangi oleh ratu dan teman-temannya.
“kau elika anak kelas satu dari kelas fashion?”Tanya ratu.
“betul, kita urus ini nanti saja…permisi”ucap elika yang melewati mereka.
“kau sungguh memalukan, tunangan orang saja masih di rebut!”seru ratu.
Elika tetap berjalan dan tidak memperdulikan mereka.
*kediaman keluarga ken*
“jemson, apa kamu ada perkembangan dengan vilope?”Tanya sasa.
“belum bu”ucap jemson.
“kau harus bergerak cepat, jangan sampai kekuasaan jatuh ke tangan elika”ucap sasa yang serius.
“memangnya kenapa kalau jatuh pada elika? Aku tinggal dekatkan dia juga”ucap jemson yang menggap remeh.
“kau jangan mau tertipu! Elika dari luar terlihat polos, penurut, dan mudah dibodohi…itu adalah kesalahan besar! Elika sejak kecil sudah berbahaya, dia tidak seperti yang dilihat…sedangkan vilope dia sangat lemah dan terlalu naïf, tapi harus berhati-hati karna dia sudah tinggal dengan keluarga shean”seru sasa yang merasa sedikit kawatir.
__ADS_1
“jadi keluarga shean tidak seperti yang dilihat?”Tanya jemson yang tidak menyangka.
“ya bisa dibilang begitu, dan mereka memiliki kekuatan besar…tidak mudah menaklukinya”ucap sasa.
“kekuatan besar?apa?”Tanya jemson.
“perkumpulan bulan merah yang sudah tidak ada kabarnya, namun baru-baru ini terdengar rumor bahwa bulan merah sedang dalam pemulihan dan itu sangat berbahaya”ucap sasa yang kawatir.
*kediaman keluarga simon*
“ayah, apa keuangan diperusahaan sudah meningkat?”Tanya andy.
“yah..lumayan, tapi kamu belum boleh melepaskan ratu karna keluarganya saat ini sedang dibutuhkan”ucap Louis dengan tegas.
“apakah kau mengizinkan ku untuk bersama elika, ketika aku sudah bisa memulihkan keuangan?”Tanya andy.
“kau dengan elika? Tidak usah bercanda, dari awal siapa yang setuju kau berhubungan dengan elika! Asal kau tau, sasa sekarang sedang meminta jemson untuk mendekati vilope”ucap Louis dengan santai.
“vilope?!”ucap andy yang terkejut.
~keesokan harinya~
Elika sudah melaporkan kejadian kemarin dengan nenek, dan ria dikeluarkan dari kuliah.
Vilope untuk saat ini tidak masuk kuliah, seharusnya elika pun begitu namun dia tetap masuk karna suatu masalah.
Hari ini elika mengenakan sesuatu yang beda dari hari lainnya, elika menggunakan celana diatas paha berbahan lepis berkualitas dan mengenakan baju lengan panjang bermotif garis-garis kuning dan hijau.
Untuk masalah rambut hari ini, elika memilih di kepang dalam agar terlihat simple . Dan sepatu yang dikenakan adalah sepatu dokmar barwarna putih. Walaupun elika memilih masuk kuliah, perban dikepalanya belum boleh dibuka dan terpaksa dia memakainya kekampus.
“vilope istirahatlah, aku berangkat kuliah dulu”seru elika.
“kau terlihat berbeda hari ini”ucap vilope.
“tidak apa,hanya mengganti suasana…kak lina tolong jaga vilope”ucap elika yang hendak pergi.
“janji? Apa?”ucap elika.
“kau harus berjanji agar tidak berkelahi untuk hari ini saja”ucap vilope.
“hari ini saja? Benar?”ucap elika yang menyakinkan vilope.
“ya..”ucap vilope.
“baiklah..aku pergi dulu”seru elika.
Ketika elika membuka pintu, dia dikejutkan oleh kehadiran neneknya yang menunggu didepan pintu.
“kenapa tidak masuk?”Tanya elika.
“tidak apa aku baru sampai, bagaimana keadaan vilope?”Tanya melina.
“dia sudah lebih baik hanya memar, tapi aku yang dijahit kenapa tidak ditanya?!”seru elika yang cemburu.
“kau terluka sudah sering, oh iya…ada yang mau nenek bicarakan dengan mu”ucap melina yang tiba-tiba menjadi serius.
“ada apa?”Tanya elika.
“apa kau diganggu oleh yang lain?”Tanya melina.
“belum, kenapa memang”ucap elika.
“alasan mereka mengganggu mu adalah status! Mereka pikir kau ini hanya anak dari orang kaya biasa, bukan salah satu dari anggota 8 keluarga”ucap melina.
“oh..tapi bagaimana kalau aku berkelahi dengan sesama anggota 8 keluarga?”Tanya elika.
__ADS_1
“itu akan menjadi urusan kalian seperti anak pada umumnya”ucap melina yang masuk kedalam rumah.
Dan elika berangkat kuliah diantar oleh supir melina.
“urusanku?!sangat bagus”gumam elika yang tersenyum jahat.
“nona elika tersenyum seperti itu snagat mengerikan, pasti dia sedang merencanakan sesuatu”ucap paman ling dalam hati.
*ketika sudah sampai*
“terima kasih paman ling”ucap elika yang turun dari mobil.
Wah..apakah dia murid baru;seru para murid.
“elika”panggil jin.
“jin? Ada apa?”Tanya elika yang merasa tidak bersalah.
“kau kemana kemarin?”Tanya jin dari dalam mobil.
“bisakah kau parkirkan dulu mobilmu? Kita bicara seperti ini orang salah paham”seru elika yang tidak senang.
“aku tunggu di lobby”ucap jin yang menancap gas mobilnya.
*lobby*
“ada apa?”Tanya elika.
“kepalamu kenapa?”Tanya jin yang tiba-tiba raut wajahnya berubah.
“(ternyata disadar dengan perban dikepalaku)”ucap elika dalam hati yang merasa tersentuh.
“hei, kepalamu kenapa?”Tanya jin yang hendak memegang kepala elika.
Plak…
“dia sedang sakit, jangan disentuh”seru andy yang tiba-tiba datang.
“kepalamu kenapa bisa jadi seperti ini?”Tanya jin yang tidak memperdulikan andy.
“berkelahi”ucap elika.
“dengan siapa?”Tanya jin.
“bukan urusanmu”ucap andy yang memotong pembicaraan.
“justru ini yang bukan urusanmu andy, seorang yang sudah bertunangan tidak seharusnya masih berdekatan dengan wanita single”ucap jin yang mendekati wajahnya ke andy dengan tatapan mencela.
“betul, kita tidak ada hubungan special..jadi tolong jaga sikapmu andy”ucap elika yang menarik jin pergi.
“kau hanya menjadikanku sebagai tameng”ucap jin.
“no comment”ucap elika yang melepaskan pegangannya.
“elika”panggil Alvin.
“Alvin?ada apa?”Tanya elika.
“pagi-pagi tuan Alvin sudah berkeliaran saja tidak ada kerjaan?”Tanya jin yang menarik elika mendekat.
“kepalamu! Kepalamu kenapa?”Tanya Alvin.
“(bahkan Alvin dan jin saja sadar, padahal kita baru kenal)”ucap elika dalam hati yang merasa tersentuh.
Tiba-tiba elika merasa sakit dikepalanya, dan menjerit kesakitan.
__ADS_1
“akh…sakit…tolong..akh..”jerit elika sembari memegang kepalanya dan terduduk dilantai.
Jin dan Alvin langsung meminta pertolong pada orang-orang yang melihat dikejadian itu, lalu elika dilarikan kerumah sakit dengan tiga orang pria yang mengawalnya.