
“apa hanya untuk menjauhkan andy?”Tanya jin.
“ya..kalau kau tidak keberatan”ucap elika.
“tidak…aku tidak keberatan”ucap jin yang memalingkan wajahnya yang merah.
“baiklah, apa kita akan terus berada diluar?”Tanya elika.
“ah….aku baru saja mau masuk”ucap jin yang cepat-cepat berjalan.
“pft..dasar aneh”ucap elika yang menggelengkan kepalanya.
Ketika elika hendak berjalan dia tidak sengaja disenggol oleh seorang pria yang tidak dikenal, tapi yang membuat elika tercengang adalah tanda yang berada dilehernya.
“ah…maaf saya buru-buru”ucap pria itu.
“tunggu, boleh saya bertanya?”Tanya elika yang memberhentikan pria itu.
“ada apa?”ucap pria itu.
“berapa usiamu?”Tanya elika yang terlihat serius.
“27 tahun, ada apa? apa karena aku menabrakmu”ucap pria itu.
“siapa namamu?tanya elika.
“ini kartu namaku, kalau masih ada urusan silahkan hubungiku”ucap pria itu yang pergi dengan cepat.
“apa mungkin itu dia, akhirnya…”gumam elika sembari menatap kartu nama pria tersebut.
“sampai kapan kau akan terus menatap kartu nama itu?”Tanya jin dari belakang.
“astaga!”jerit elika yang terkejut dan hilang keseimbangan.
“hati-hati..”seru jin yang menangkap elika.
Posisi mereka saat ini sama persis seperti yang ada dinovel romantis.
“sampai kapan kita seperti ini?”Tanya elika.
“ah…maaf, aku hanya membantumu”ucap jin yang canggung.
“tak apa, oh ya…aku sudah menemukan pria yang aku ceritakan waktu itu”seru elika.
“oh ya…apa benar dia orang yang kau cari selama ini?” tanyanya yang sedikit tidak percaya.
“aku juga tidak yakin…tapi kalau memang benar ada suatu komplotan berarti salah satu dari mereka bukan”jawabku yang tetap percaya.
“oke…terserah kamu elika, sekarang kau harus menepati janji dulu”ucapnya yang menarik tangan ku.
“hei..hei..pelan-pelan”rintihku yang terseret olehnya.
Didalam toko pakaian wanita…
Selamat datang sepasang kekasih: seru pelayan toko.
“tolong carikan baju untuk kepesta ukuran gadis ini”ucapnya sembari menoleh kearahku.
“awas kau jin”gumam ku sembari berjalan melewatinya.
aku berharap dia tidak mendengar ucapanku tadi dan aku bergegas mengikuti pelayan memilih baju.
Sedangkan itu…
“aku senang diawasi oleh mu elika”seru jin sembari tersenyum.
Kediaman shean.
“trima kasih atas tumpangannya dan bajunya”ucapku yang turun dari mobil.
__ADS_1
“apa kau tidak mengajak aku masuk terlebih dahulu?”tanyanya yang berharap.
“tidak…aku sungguh bosan melihat wajahmu dan sekarang lebih baik cepat pergi”ucapku yang menahan senyum.
Jin pun pergi dan ketika jin pergi vilope keluar bersama yoga dan yogi.
“kemana saja kamu”ucap vilope yang terlihat marah.
“maaf aku menginap dirumah jin karena dia diserang flu dan demam”ucapku sembari menundukan kepala.
“kau sudah makan?”Tanya vilope dengan nada lembut.
Aku terkejut karena mendengar suara vilope seperti menahan tangis dan aku memberanikan diri menatap wajahnya yang sedang menahan air mata kekawatiran.
“aku sudah makan vilope, sudah jangan nangis lagi…”ucapku yang menghapus air matanya.
“kau tau seberapa kawatirnya aku menunggu kamu semalaman”seru vilope yang tidak berhenti menangis.
“oke..oke aku salah, sekarang kita masuk dulu ya…”ucapku yang mengajak vilope, yogi dan yoga masuk kedalam.
Ketika mereka sudah masuk dan elika berusaha menenangkan vilope, elika bertanya tentang pesta yang akan dilaksanakan malam ini.
“apa kau tau tentang pesta yang akan diadakan malam ini?”tanyaku dengan lembut.
“tentu saja…kamu tidak pulang semalam jadi aku tidak bisa memberitahumu, lagi pula mengapa ponselmu mati?”tanyanya dengan panjang.
Malam harinya….
Aku mencoba untuk berdandan sebisa mungkin namun tidak yang terlalu mencolok, dan vilope terlihat sangat cantik mengenakan gaun berwarna merah terang. Vilope pergi mendahului ku karena jemson sudah menjemputnya dan urusan yoga…yogi elika sudah mengirim mereka ke tempat yang paling aman dan nyaman(rumah nenek), aku mengenakan gaun yang diberikan jin padaku namun sangat banyak dan membuatku bingung memilihnya.
Lalu dari bawah ada suara klakson mobil dan aku melihat dari jendela kamar, mobil yang datang bukanlah mobil jin atau Alvin namun mobil andy. Aku berniat tidak ingin turun dan menunggu jin datang saja, sembari menunggu jin aku memilih baju untuk ke pesta dan aku menemukan baju yang cocok dengaku.
Beberapa saat setelah aku selesai berdandan jin datang membawa mobilnya, karena takut terjadi perkelahian aku langsung turun setelah selesai berdandan. Ketika aku turun jin dan andy menatapku tanpa berkedip, aku merasa rishi apakah aku salah memilih baju.
Seharusnya aku mengenakan baju yang tepat yang mana baju yang kupilih ini berbentuk sebuah dress panjang lurus membentuk lekuk badanku , sedikit belahan didepan dan belakang baju yang mana tingginya sama dengan lututku. Gaun yang aku pakai ini tidak memiliki manik-manik , namun bahannya yang mengkilap membuatnya terlihat mewah ditambah warna biru laut yang terang dengan bagian dada yang terbentuk oleh gaun.
Aku mengajak jin agar cepat pergi ke pesta…
Lalu andy berkata sesuatu yang mambuat hatiku bimbang..
“kau terlihat sangat cantik elika malam ini”ucapnya dengan tulus.
Aku sedikit merasa senang namun mengingat hubungan kita yang sekarang membuatku merasa tersiksa.
“hei..seharusnya aku yang mengucapkan kalimat itu untuk kekasihku, lagi pula buat apa kau disini?”ucap jin yang membuka kan pintu mobil untuk elika.
Mereka pun pergi dan meninggalkan andy sendiri lagi, ketika sudah sampai digerbang kampus sudah terdengar seberapa meriahnya didalam sana. Jin membuka kan pintu dan memberikan tangannya untuk digandeng dengan elika, semua orang melihat kearah jin dan elika yang baru sampai dipesta.
Bahkan vilope pun terkejut melihat elika yang sangat cantik malam itu dan langsung menghampirinya bersama jemson, bukan hanya vilope dan jemson yang menghapiriku Alvin bersama wanita yang ingin masuk kedalam mobil jin(arin) juga ada bersama Alvin.
“selamat malam elika”sapa Alvin yang tersenyum ceria.
“yo..ternyata kau elika yang sering diceritakan Alvin padaku?”ucap arin.
“elika kau bersama mereka dulu ya..aku mau mengambil minuman”ucap jin yang pergi entah kemana.
Mereka berbincang dengan sangat akrab, namun ratu datang bersama andy dan mulai mendekati elika. Arin memasang wajah tidak senang ketika melihat ratu datang, dan ratu mulai melontarkan perkataan yang memancing keributan.
“hei wanita murahan, apa yang kau lakukan disini?”Tanya ratu dengan tatapan jijik melihat arin.
“apa kalian merasa panas malam ini?”Tanya arin yang tidak peduli pada ratu.
“arin…”ucap ratu yang geram.
“ya…ada apa memanggil ku?”Tanya arin yang menoleh kearah ratu.
“beraninya seorang teman pembunuh berada disini dan bersenang-senang”ucap ratu yang mulai kesal.
“hei ratu kw kuingatkan kamu, jangan pernah mengatakan sahabatku ini pembunuh atau lidahmu mau kujadikan gantungan kunci”ucap arin yang terlihat sangat serius.
__ADS_1
“arin sudah, kita pergi ambil minum ya..”ucap Alvin yang mengajak arin menjauh.
Ratu terlihat senang melihat musuhnya pergi mengalah namun andy bagaikan boneka yang hanya bisa diam dan menyasikan teman-temannya dicela oleh calon tunangannya.
“dan kau elika, untuk apa kau mengenakan baju yang begitu seksi?”tanyanya dengan nada benci.
Aku merasa terpancing oleh ratu dan menyautkan perkataannya..
“aku ingin semua pria yang ada disini melihat bagaimana bentuk tubuhku, mengapa? Apa nona ratu iri karena tidak bisa seperti ku”ucapku yang sengaja memancing.
“benar kau kan wanita murahan memang pantas menunjukan sifat aslimu, bagaimana juga kau ini anak dari istri kedua dan ibumu itu tidak pernah dicintai oleh ayahmu bukan”ejek ratu.
“ratu kau sungguh kehilangan akal sehatmu”ucapku yang menuangkan minuman diatas kepala ratu.
Ratu sangat marah dan hendak menampar elika namun dihalangi oleh andy.
“cukup ratu, kita pergi sekarang”ucap andy yang menggandeng ratu.
Ratu dan andy pergi kearah luar, lalu arin datang kembali.
“apa kau berhasil mengusir wanita tua itu?”Tanya arin.
“yah begitulah..”ucapku dengan tersenyum.
“elika…aku dan jemson mau pergi kesana dulu”ucap vilope yang berjalan perlahan.
“kau ada waktu?”ucap arin.
“ya…”ucapku yang menyetujui.
Elika dan arin menjauh dari kerumunan.
“apa yang ingin kau bicarakan arin”tanyaku dengan perlahan.
“apa kau tahu kalau jin dan Alvin menyukaimu?”tanyanya yang terlihat serius.
“aku tidak menyadarinya, bagaimana kau tau”tanyaku kembali.
“mereka berada ditaman belakang sedang berbincang, kau lihatlah takutnya mereka terbawa emosi”ucapnya yang tersenyum dan menepuk pundakku.
Elika bergegas kesana dan betul mereka berada disana sedang berbincang serius, elika tidak berani memunculkan dirinya dan bersembunyi dibalik dinding.
“hei pembunuh sudah kubilang bersaing lah secara adil, jangan menggunakan ancaman atau kekerasan”ucap jin yang terlihat menahan emosi.
“kau selalu menang jin dalam masalah percintaan, bisakah kau mengalah untuk kali ini saja?”Tanya Alvin yang terlihat memohon.
“aku tidak ada waktu berbicara pada pengecut”ucap jin yang hendak pergi.
Lalu dari aula pesta terdengar suara tembakan yang tidak hanya satu tembakan, aku dan bergegas pergi dan jin…Alvin memanggil ku.
“elika(jin)/elika(Alvin)”panggil mereka bersamaan.
“cepat kita lihat”seruku yang bergegas pergi dan disusul oleh mereka.
Di aula pesta terjadi perselisihan yang entah dari mana asalnya dan apa tujuannya, semua orang yang berada digedung pergi ke luar dan semua terlihat panik.
Hanya satu yang elika cari…vilope, karna elika berusaha menelpon namun tidak aktif. Lalu andy datang memberitahu bahwa vilope aman bersama jemson, elika ingin bertanya dimana dia meninggalkan ratu tetapi itu bukan waktu yang tepat.
Tiba-tiba mereka ber empat dikepung oleh sekelompok orang yang membuat kekacauan, jumlah mereka cukup banyak namun elika melihat pria yang bertabrakan kemarin dengan ku.
“apa yang kalian inginkan?”Tanya Alvin.
Lalu pria yang kemarin bertabrakan dengan elika maju dan berkata…
“siapa diantara kalian yang bernama elika?”Tanya pria itu.
“apa kau gila, sudah jelas dari namanya itu perempuan dan siapa disini yang perempuan”sautku yang merasa jengkel.
“kalau begitu…bawa dia”ucap pria itu dan pergi.
__ADS_1
Sedangkan Alvin, jin , dan andy dikepung agar tidak bisa mengejar elika. Elika berusaha memberontak dan elika dibuat pingsan oleh salah satu anak buah pria misterius itu.