
Didalam cafe…
“kenapa kamu melakukannya?”Tanya andy yang tiba-tiba.
“yang mana? Undangan?Atau pertunangan kita?”ujar ratu yang seakan-akan polos.
“kenapa! Jawab! Jangan memancing emosiku”gentak andy yang hilang kendali.
“karna kamu tidak pernah melihatku sedikitpun!”jawab ratu dengan nada tinggi yang menarik perhatian banyak orang.
Andy pergi meninggalkan ratu tanpa mengatakan apapun lagi, namun langkah kakinya berhenti di depan pintu cafe dan tatapan matanya fokus pada sebuah mobil yang berada di tepi jalan.
Tidak lama kemudian ratu menghampiri andy dan berkata…
“masih ingin berjuang?”tanyanya yang berbisik di dekat kuping andy.
Andy hanya bisa menatap elika dan jin yang berada di dalam mobil dengan tatapan patah hati lalu pergi begitu saja.
Didalam mobil….
“keluarkan saja, aku akan ada di sampingmu”ucap jin dengan hangat.
“aku baik-baik saja, kita cari tempat makan lain”jawabku yang memaksa agar tersenyum.
“kau yakin?”tanyanya yang tidak percaya.
“ya…sudah ku bilang hanya kelilipan saja”ucapku yang memasang sabuk pengaman.
Sepanjang jalan mereka hanya bisa terdiam satu sama lain, namun di dalam hati mereka mengatakan sesuatu…
“kenapa aku masih belum bisa move on, bahkan ada jin dan Alvin yang perhatian dan selalu ada”renungku dalam hati.
“sudah banyak yang dilalu bersama masih belum bisa full open padaku tentang perasaannya”renung jin dalam hati yang merasa sedih.
Cafe kedua….
“silahkan dimakan”ucap pelayan.
“seberapa besar rasa suka mu dengan andy?”Tanya jin dengan suara kecil.
“apa?”tanyaku untuk memastikan.
“bukan apa-apa, hanya makanan ini kurang lada”ucapnya yang mengganti topik.
“tapi…kamu tidak memesan makanan?”ucapku yang menggodanya.
__ADS_1
“ah itu…sudahlah”ucapnya yang grogi.
“hahahahaha….aku hanya belum terbiasa saja kok”jawabku dengan senyuman maksa.
“jangan tersenyum”tegasnya dengan tatapan dingin.
“ya? Kenapa?”tanyaku yang terkejut.
“tidak apa, sudah makan-makananmu”ucapnya yang meneguk minumannya.
“apa kamu masih mau melanjutkan status palsu ini?”tanyaku yang menatap jin.
“aku tidak keberatan”jawabnya dengan lantang.
“trima kasih”ucapku yang tersenyum tulus.
“sudah cepat makan, atau tinggalkan saja makanan itu”serunya yang memerah.
*
*
“aku sudah tidak sanggup lagi”keluh ku yang mengelap mulut.
“untuk apa?”tanyaku.
“mencari buku”jawabnya dengan singkat.
Kediaman shean….
Vilope berada sendirian di dalam rumah, kak lina sedang pergi kepasar. Lalu ada seseorang yang mengetuk pintu, ketika vilope membuka pintu tersebut dia dikejutkan dengan 5 orang pria dengan wajah tertutup topeng kain. Lima orang pria itu segera masuk dan mengunci pintu, vilope saat itu sangat panic dan berlari ke atas menuju kamar.
Vilope dengan cepat menelpon elika meminta pertolongan..
“ha…lo….elika…tolong aku….ada lima…lima…orang”ucapnya yang terbata-bata.
“halo, vilope ada apa?! vilope…--- tuuuuut…”Tanya elika sebelum telponnya terputus.
Ternyata vilope tidak sengaja menekan tombol mati, karena vilope sangat panic dengan cepat mencari nomor jemson untuk meminta pertolongan.’
“jemson…tolong aku, ada lima orang yang datang…tolong aku!”seru vilope yang menahan tangis.
“iya..vilope, tunggu aku kunci pintu….aku segera datang”ucap jemson yang cepat mematikan ponsel.
Sementara itu…
__ADS_1
“ada apa elika?”Tanya jin.
“nanti kuceritakan,sekarang kita berangkat ke rumah ku saja! Seberapa cepat kamu bisa membawa mobil ini?”seru elika yang tidak bisa mengendalikan diri.
“tenang, aku akan usahakan”ucap jin yang menenangkan elika.
“sekarang!”teriak elika.
Kediaman shean……
Pintu kamar vilope terus di gedor, dan vilope mulai kehilangan akal. Dengan cepat vilope mencari tempat bersembunyi, beberapa saat kemudian pintu berhasil di dobrak oleh lima orang pria itu. Beruntungnya mereka tidak menemukan vilope yang bersembunyi di atas atap melalui jendela…
“semoga mereka cepat pergi!”gumam vilope.
Namun vilope hampir terpeleset dan membuat para penjahat itu mengetahui lokasi vilope, dua orang pria naik keatas atap menghampiri vilope. Namun vilope terus mundur…mundur dan akhirnya terjatuh, sangat beruntung vilope jatuh dan sempat berpegangan pada batang pohon besar.
Tiga orang penjahat dengan cepat turun menuju pohon yang ada vilope berpegangan, tepat ketika tiga orang penjahat itu datang pegangan vilope pada batang pohon terlepas dan vilope terjatuh tepat dibawah kepalanya batu besar yang menghantam kepalanya.
Vilope langsung tidak sadarka diri, lalu lima pria itu berkumpul mengelilingi vilope. Dan mereka mengambil kesempatan untuk melecehkan vilope, namun ketika baju vilope sudah terbuka elika datang melempar batu yang mengenai salah satu pria disana.
“ba**ngan!”teriak elika yang langsung berlari dan mulai menghajar mereka satu persatu.
Jin pun datang membantu elika, tidak lama elika datang jemson juga datang dengan nafas terengah – engah.
“jemson? Cepat bawa vilope!”perintah elika yang tidak fokus.
Bukk…
Elika terkena satu pukulan dan elika langsung melumpuhkan pria tersebut, sisa dua orang dan berarti one by one. Namun kedua pria itu mengeluarkan senjata pisau kecil, lalu menyerang elika dan jin.
Elika mulai kehilangan tenaga dan langsung melumpuhkan pria tersebut, ternyata pria itu belum sepenuhnya berhasil dikalahkan . ketika elika hendak berjalan kaki elika ditahan oleh pria itu, elika berusaha melepasnya namun pria itu langsung menusukkan pisau ke paha elika.
Elika menjerit dan jin langsung menusukkan pisau ke penjahat yang bersamanya dan melempar batu kearah pria yang menusuk elika.
Elika terduduk di tanah sembari menahan rasa sakit, kemudian jin berjalan mendekat dan mencoba membantu elika.
“kita ke rumah sakit sekarang”ucapnya dengan nada penuh kekawatiran.
“tidak perlu(mencabut pisau)”ucap ku.
“kau gila!”gentak jin.
“AAA!”jeritku.
Jin dengan cepat merobek bajunya dan melilitkannya di paha elika, elika terlihat menahan rasa sakit sampai mengeluarkan begitu banyak keringat.
__ADS_1