
~3 jam kemudian~
Elika yang sangat ketakutan menangis sampai dia tertidur…
“ayah…ayah..ibu…ibu…hu..hu..hu..hik..”gumam elika yang tertidur sembari menangis.
“elika…elika…”ucap jin dengan lembut.
“andy…andy…”ucap elika yang bergumam.
Ketika jin mendengar elika memanggil andy, dia langsung menelpon andy bahwa elika sudah ditemukan.
Sambil menunggu mereka datang..jin membuka jaketnya dan menyelimuti kaki elika yang sangat dingin, dan membiarkan elika menyandar di bahunya.
“kau ini wanita yang seperti apa elika? Terkadang kamu memperlihatkan sisi lembut, terkadang kau memperlihatkan sisi kasarmu,”gumam jin yang memeluk elika yang kedinginan.
Tanpa sadar jin juga terlelap tidur, dan memimpikan kekasihnya yang sudah tidak ada..
“kamu harus menemukan penggantiku jin, jangan menunggu ku…karna aku tidak akan kembali”
“aku akan menjaga hatiku! Tidak akan ada wanita yang berhasil merebut hatiku”ucap jin yang menahan tangis.
“kalau kamu tetap memaksa, aku akan sangat merasa bersalah”
Lalu jin terbangun dengan badan yang berkeringat, dan melihat elika yang menggenggam tangannya sangat erat.
“sepertinya aku sudah menemukan penggantimu mia”gumam jin.
“mengapa ada pria sepertimu jin! Aku menyukai andy atau kamu, mungkin Alvin”gumam elika yang tetap tertidur.
“bodoh”ucap jin yang tersenyum.
*andy\, vilope\, dan jemson datang*
“elika”ucap vilope.
“berikan elika padaku”ucap andy.
“tolong jaga baik-baik”ucap jin yang memberikan elika kepada andy.
Tiba-tiba genggaman tangan elika tidak lepas terhadap jin yang membuat andy cemburu dan membuat jin terkejut.
“jangan tinggalkan aku sendiri”gumam elika yang tetap tertidur.
“besok kita akan bertemu lagi”ucap jin dengan lembut melepaskan genggaman elika.
Lalu mereka pergi membawa elika, namun andy memberikan elika ke jemson dan vilope untuk pergi duluan.
“sudah larut malam, pulang lah dan cuci kaki sebelum tidur”ucap jin yang menepuk pundak andy.
“rencana apa yang kau buat?!”seru andy yang menyingkirkan tangan jin.
“rencana? Tidak ada!Hanya saja aku sedikit tertarik dengan elika”ucap jin dengan nada mengejek.
“kau ingat!Elika bukan untuk mainanmu, kalau sampai kau menyakitinya kau akan berurusan dengan ku!”gentak andy yang menarik kerah baju jin.
__ADS_1
“kau sudah bertunangan dengan ratu dari keluarga soft,Masih mau mendekati elika? Ingat kalau kali ini kamu batal bertunangan lagi…ayahmu itu akan murka”ucap jin yang meninggalkan andy.
“sial!! Mengapa aku selalu tidak berguna, melindungi wanita yang kusanyangi saja tidak bisa! Aku ini sampah”gumam andy yang merasa sedih.
*keesokan paginya*
“sudah pagi?Mengapa aku dirumah? Bukannya aku ada digudang?”gumam elika yang kebingungan.
Karna merasa penasaran elika mencari vilope yang berada dikamarnya..
Tok…tok..tok..
“vilope aku masuk ya…masih tidur? Memangnya sekarang jam brapa? Ternyata masih jam 04.27!”seru elika yang membangunkan vilope.
“mm…elika! Kamu udah bangun? Tapi ini masih terlalu pagi, apa yang mau kamu lakukan?”Tanya vilope yang beranjak untuk duduk.
“siapa yang menolongku?”Tanya elika.
Lalu vilope menceritakan kejadiannya, dan elika sangat terkejut karna jin yang menolongnya..
“seperti itulah..ceritanya”ucap vilope yang masih mengantuk.
“karna aku sudah bangun, jadi aku mau membuat makanan untuk jin dan yang lainnya”seru elika yang pergi keluar dari kamar vilope.
Dan vilope kembali melanjutkan tidurnya.
Lalu elika pergi menuju kamar kak lina untuk meminta bantuannya.
“sarapan untuk teman nona!”ucap kak lina yang terkejut.
“maaf nona, bukannya saya tidak mau..tapi semalam tangan saya cidera jadi tidak bisa membantu”ucap kak lina yang merasa bersalah dan takut.
“tidak apa..lagian keselamatan kak lina lebih penting, aku akan membuatnya sendiri..dan nanti aku akan memanggil dokter untuk memperiksa kak lina”ucap elika yang langsung turun ke dapur.
*didapur*
“kira-kira apa yang aku buat ya..?”gumam elika yang membuka kulkas.
“bagaimana kalau nasi goreng! Waktu itu kak lina pernah mengajarkan ku”seru elika yang langsung menyiapkan bahan-bahannya.
Elika mengambil celemek dan menggelung rambutnya dengan rapi, lalu memulai memotong sayuran dan bumbunya.
Ketika elika sedang memotong tomat tangan tergores pisau karna ini kedua kalinya dia memasak. Lalu elika melanjutkan memotong sayuran yang lainnya dan terjadi lagi seperti tadi.
~pukul 05.47~
“pyuh…akhirnya selesai”ucap elika yang bangga berhasil memasak.
“pagi elika”ucap vilope yang sudah rapih dan turun untuk sarapan.
“pagi…ayo kamu orang pertama yang harus mencoba masakan ku”seru elika.
“tapi mengapa ada kotak P3K di dapur?”Tanya vilope yang bingung.
“mm…itu..ini”ucap elika yang menunjukan jari-jarinya.
__ADS_1
“kau terluka sebanyak ini untuk memasak sarapan?!”ucap vilope yang terkejut campur sedih.
“tidak apa vilope, sudah..cepat dimakan aku mau mandi dulu dan bersiap-siap”ucap elika yang naik ke atas.
“dari tampilannya lumayan kalau rasa…nyam..mm..tidak buruk”gumam vilope yang melanjutkan sarapannya.
*didepan pintu gerbang sekolah*
“elika kamu duluan saja ke kelasnya”ucap vilope.
“kamu mau kemana?”Tanya elika sambil menurunkan bekal yang dia buat.
“aku masih ada urusan, nenek ada ruang guru”ucap vilope yang berlari meninggalkan elika.
“bukannya bantuin dulu!”seru elika yang kesal dan keberatan.
“perluku bantu?”Tanya Alvin.
“boleh! Terima kasih”ucap elika yang tersenyum.
“tak masalah,lagi pula ini untuk apa?”Tanya Alvin sembari berjalan.
“aku sedang belajar memasak, jadi aku mau kalian nyobain”ucap elika.
“pantas tanganmu penuh dengan pembalut luka”ucap Alvin yang tersenyum.
Mereka membawa makanan kekelas elika, dan vilope belum kembali.
“tumben tidak bersama vilope?”ucap Alvin yang merapihkan barang bawaannya.
“entahlah, tadi ada sekarang belum kembali”ucap elika yang mengambil bekalnya.
“seharian kemarin kamu kemana?”Tanya Alvin.
“ada orang yang iri denganku, jadi aku dikunci digudang..untung ada jin dan andy! Oh ya ini dicoba ya sekalian berikan pada harry”ucap elika yang memberikan bekalnya untuk Alvin dan temannya.
“kau belum terlalu kenal dengan harry tetapi sudah baik”ucap Alvin yang cemburu.
“hahaha…sudahlah aku mau nyari vilope dulu, sampai bertemu lagi”seru elika yang berjalan menjauh dari Alvin.
Ketika elika sudah menjauh datang ria bersama dua temannya manyapa Alvin.
“pagi tuan Alvin~”seru ria dengan nada manis.
“pagi”ucap Alvin yang dingin.
“tuan Alvin kenapa tidak bersemangat? Lho..ini bukannya bekal dari wanita tadi? Biarkan aku dulu yang mencobanya”seru ria yang memaksa mengambil bekal milik Alvin.
“kau!”ucap Alvin yang geram.
“mm..hm…oeekkk! gak enak banget! Lebih bagus dibuang saja tuan Alvin”ucap ria yang membuang bekalnya.
“apa yang kau lakukan! Ini milikku tidak ada urusannya dengan mu”ucap Alvin yang marah.
“Alvin”panggil elika yang terlihat kecewa.
__ADS_1
“elika! Aku tidak bermaksud membuangnya”ucap Alvin yang berusaha menjelaskan.