
“bukan urusanmu andy! Lepaskan!”seru elika yang mulai kesakitan.
“tidak elika!
Kau harus menungguku, mendapatkan kekuasaan dan kau hanya boleh bersama denganku”seru andy yang semakin kencang menggeram.
“lepaskan andy…kau menyakitiku! Akh…sshh”ucap elika yang kesakitan.
“aku akan berusaha elika, tolong beri aku kesempatan”ucap andy.
“lepaskan!”seru elika.
“kenapa elika?Kau hanya boleh denganku!”seru andy.
Tiba-tiba dari belakang andy..
“dia sudah bilang lepaskan, mengapa tidak kau lepaskan!”seru hery.
Bukk…
“akh…ada yang berkelahi”seru para murid yang berada dikantin.
“tidak perlu kau ikut campur”seru andy yang mencoba memukul hery.
“hentikan!”teriak elika sembari menggenggam tangan kanannya.
“elika…maafkan aku…aku..ak..tidak bermaksud menyakitimu”ucap andy yang memelas kepada elika.
“pergi/apa?/aku bilang pergi!”
Andy pun pergi dan tidak berkata apa-apa.
“are you okay?”Tanya hery.
“thaks”ucap elika yang pergi.
“elika!”panggil Alvin.
“ada apa?”Tanya elika dengan nada lemas.
“kamu kenapa?”ucap Alvin yang memegang kedua bahu elika untuk menyakinkan.
“biarkan aku sendiri, aku janji setelah pulang kuliah kita akan pergi”ucap elika yang melewati Alvin.
Elika berjalan dengan pikiran yang sulit untuk dimengerti.
“elika!”panggil vilope dengan girang.
“vilope, yoga?”gumam elika.
“elika aku ada berita gembira!”seru vilope.
“ada apa?”Tanya elika.
“kak vilope dengan kak jemson resmi berpacaran”seru yoga.
“sungguh!”ucap elika yang masih tidak percaya.
“iya, dia menyatakannya tadi”ucap vilope yang terlihat sangat senang.
__ADS_1
“(tadinya aku berniat untuk memberitahukan pada vilope apa yang terjadi, tapi…melihat dia sangat senang aku tidak tega) selamat ya!(tersenyum lebar)”ucap elika yang menggandeng yoga.
*sepulang kuliah*
Ketika elika sudah tidak ada kelas, dia pulang bersama vilope dan yoga.dan didepan gerbang sudah ada dua orang pria yang menunggunya.
“hai”ucap elika.
“pergi bersama denganku lebih aman”ucap jin yang menatap Alvin.
“keputusan ada di elika mau pergi dengan siapa!”seru Alvin.
Lalu mereka menatap elika menunggu jawabannya.
“sudah kubilang, aku mau pergi bersama sama”ucap elika dengan tegas.
“apa tidak bisa pilih diantara kita berdua?”Tanya jin.
“kalau kalian tetap memaksaku memilih siapa diantara kalian berdua, aku akan pergi bersama yang lain”seru elika yang meledek mereka berdua.
“pft../pftt.”seru vilope dan yoga.
“baiklah aku setuju, walaupun terpaksa”ucap Alvin.
“hanya untuk kali ini saja”ucap jin.
“baiklah, kalau begitu kita bertemu di halte dekat jalan sana oke”seru elika yang pergi bersama vilope dan yoga.
*kediaman shean*
“apa kau sungguh akan pergi dengan jin dan Alvin?”Tanya vilope yang masih tidak percaya.
“kalian sudah pulang”ucap melina yang menyambut mereka.
“nenek! Bukannya sudah pulang?”Tanya elika.
“ini masih rumahku, suka suka ku mau kemana”seru melina.
“nenek, yoga kangen”ucap yoga.
“ah..cucuku yang satu ini tambah imut saja”ucap melina yang memeluk yoga.
“silahkan diminum nek”ucap yogi yang menyediakan teh.
“baiklah, kita naik dulu ke atas dulu ya nek”ucap elika yang hendak berjalan.
“tunggu, setelah itu datang ke ruang baca ada yang mau nenek bicarakan”ucap melina.
“baiklah”saut elika.
Klik..
“kira-kira apa yang mau dibicarakan nenek ya elika?”Tanya vilope.
“paling masalah warisan”ucap elika yang berbaring di kasur sembari bicara asal.
“bagaimana kau tau?”ucap vilope yang menghampiri elika.
“hanya asal bicara saja…hehehe”ucap elika yang menggaruk kepalanya.
__ADS_1
Kring…
“halo”ucap elika yang mengangkat telpon.
“apa kau sudah bersiap-siap?”Tanya jin dalam telpon.
“maaf ini siapa ya?”Tanya elika yang langsung duduk.
“ini aku jin”ucap jin.
“dari mana kau mendapatkan nomor ku?”Tanya elika.
“aku sudah menunggumu, bersama parasit(Alvin)”ucap jin yang langsung mematikan telponnya.
“mau aku bantu pilihkan baju?”Tanya vilope.
“tidak perlu, seleramu terlalu feminism aku tidak suka”seru elika.
Lalu elika memakai baju putih diatas pusar lengan panjang dan celana pendek berwarna hijau tua, masalah rambut elika memilih dikuncir setengah lalu digelung ke atas.
Elika dan vilope turun menuju ruang baca.
Klik..
“duduk, dan tutup pintu”ucap melina yang terlihat serius.
“apa yang mau dibicarakan nek?”Tanya vilope.
“sebelumnya nenek mau cerita terlebih dahulu”ucap melina.
“cerita apa nek?”ucap elika.
“semua berawal dari keluarga kakekmu;
Marga shean diambil dari keluarga kakek elika dan vilope, dan keluarga shean memiliki sebuah perkumpulan yang bernama “bulan merah”. Bulan merah terkenal kejam, namun perkumpulan ini hanya membasmi orang-orang yang jahat, bulan merah juga dijadikan sebagai lahan bisnis.namun pada hari dimana perkumpulan bulan merah mendapat tugas ternyata disana bulan merah dijadikan kambing hitam oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya. Setelah kejadian itu nama perkumpulan bulan merah telah tercoreng, dan ketika diselidiki oleh pihak perkumpulan bulan merah ternyata orang yang memesan jasa bulan merah adalah keluarga simon. Namun keluarga shean tidak memiliki cukup banyak bukti untuk melaporkan keluarga simon, jadi keluarga simon dan shean secara diam-diam perang dingin hingga sekarang. Namun ketika ayahmu berkenalan dengan Louis semua berubah dan pertengkaran itu pun berakhir pada masa Robert.”
“jadi hubungannya dengan kita adalah….?”Tanya elika yang belum mengerti.
“nenek ingin membagi tugas untuk kalian”ucap melina.
“tugas?”gumam vilope.
“vilope akan menjadi penerus perusahaan, dan elika…nenek menyerahkan harta yang sudah lama sekali”seru melina.
“apa itu…perkumpulan bulan merah?”Tanya elika.
“ya…melihat dari kemampuan berkelahi nenek percaya kamu akan mengembalikan nama perkumpulan bulan merah”ucap melina yang mempercayai elika.
Mereka keluar dengan perasaan yang belum stabil.
“aku masih bingung elika”ucap vilope yang termenung.
“sudahlah, tidak perlu dipikirkan jalani saja apa yang akan terjadi”ucap elika yang menepuk pundak vilope.
“kau tidak pergi?”Tanya vilope.
“astaga aku lupa!”seru elika yang berlari.
*halte bus dekat kampus*
__ADS_1