
Elika dengan cepat menolong yogi namun pria dewasa itu tetap memukul yogi dan sempat memukul elika juga, elika merasa kesal karna yogi di pukuli jadi elika langsung memukuli kembali pria dewasa itu. Ketika elika sadar bahwa dia sudah cukup memberi pelajaran pada pria dewasa itu, dan baru sadar kalau yogi melarikan diri lagi dari elika.
Elika bertanya pada orang yang melihatnya berkelahi kearah mana anak kecil tadi pergi, orang itu berkata anak itu sering datang ke tokonya untuk mengambil kardus dan barang bekas. Lalu elika bertanya sekitar pukul berapa anak itu sering datang, dan orang itu berkata pagi sangat pagi.
Kediaman shean tertua….
*
Pukul 23.57
Elika masih terjaga di dalam mobil yang berada di depan toko bapak yang tadi siang memberikan informasi, elika sengaja tidak menyalakan lampu mobilnya agar tidak ketahuan.
*
05.07
Elika dibangunkan dengan suara yang terdengar sangat kencang, ketika elika melihat melalui dalam jendela mobil ternyata terjadi sebuah kecelakan tabrak lari. Elika bergegas keluar untuk menolong pengendara mobil dan korban disana, sangat mengejutkan ketika melihat korban tabrak lari ternyata yoga.
Elika sangat syok melihat yoga terbaring dengan berlumuran darah, lalu dari tepi jalan terdengar suara barang terjatuh dan ketika elika menoleh ternyata yogi yang seperti patung melihat adiknya menjadi korban tabrak lari.
Rumah sakit….
“elika bagaimana keadaan yogi?”Tanya nenek yang baru sampai bersama vilope.
“yoga masih berada di ruangan IGD, aku mau menemui yogi dulu”ucapku yang berjalan menghampiri yogi.
Elika berusaha menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan menceritakan kebenaran dari kematian ayahnya yang bersangkutan dengan perkumpulan bulan merah, yogi tetap tidak percaya ditambah lagi setelah kejadian yang menimpa yoga saat ini.
Tiba-tiba yogi menggentak elika untuk tidak perlu memikirkan dia dan yoga lagi, lalu yogi pergi entah kemana tujuannya. Sedangkan elika pergi menuju administrasi untuk membayar biaya pengobatannya dan perawatan yoga, ketika seudah selesai mengurus administrasi elika kembali bergabung bersama neneknya dan vilope.
“elika bagaimana dengan yogi?”Tanya vilope yang mengerutkan alisnya.
“tenang…walaupun yogi tidak akan menganggap kita sebagai keluarga lagi tapi dia masih bisa menjadi anak buah kita lagi”ucapku dengan pandangan kosong.
“maksudnya, kamu mau memanfaatkan keadaan ini agar yogi mau memaafkan kesalahan yang membuat ayahnya maninggal?”Tanya vilope yang menatap ku dengan banyak pertanyaan.
“hmm…tapi bagaimana yogi bisa tau kalau perkumpulan bulan merah yang telah menyababkan kematian ayahnya nek?”tanyaku yang tertuju pada nenek.
“waktu itu nenek sedang berkompromi dengan paman ling tentang bagaimana caranya menghilangkan pemikiran negative para warga terhadap perkumpulan kita ini, karna nenek lelah dan capek mengurusi hinaan dan gosip yang beredar. Tidak disangka ternyata yogi mendengar kalau kita ini ketua dari perkumpulan bulan merah dan langsung pergi meninggalkan rumah.”ucap nenek yang terlihat sangat lelah.
“kalau begitu nenek pulang saja istirahat, urusan disini biar aku dan vilope yang mengurusnya”ucapku yang berusaha menenangkan nenek.
Seminggu kemudian….
Semua kembali seperti semula walaupun yogi kini menganggap kami sebagai atasan setidaknya yoga tetap memperlakukan kami sabagai keluarga, yogi setuju untuk kepentingan yoga dan hari ini yogi dan yoga akan di berangkatkan menuju kota y untuk bersekolah disana.
“semua sudah siap yoga?”Tanya vilope yang tersenyum senang.
“sudah kak vilope trima kasih ya sudah membantu yoga, oh ya nanti kita ketemu lagi kapan kak?”Tanya yoga dengan tatapan imut.
“sampai kamu dan kak yogi lulus dari sekolah kalian masing-masing ya, tenang aja disana kan ada paman ling”ucap vilope.
Sedangkan elika sibuk mengajak bicara yogi…..
“hey apa kau sudah siap semua?”tanyaku yang terus bertanya.
__ADS_1
“apa kau tidak ada kerjaan? Tidak perlu perhatian dengan ku”ucap yogi yang dingin.
“semoga kamu disana merindukan aku ya…”seruku yang berusaha menghibur yogi.
“kalau aku merindukanmu berarti aku sedang mimpi buruk”ucapnya dengan tegas namun wajahnya sedikit memerah.
“kau bilang mimpi buruk tetapi wajahmu memerah yogi, apa kau segitu sukanya denganku?”tanyaku yang menggodanya.
“dasar kau ratu halu”ucapnya yang bergegas pergi kebawah.
Elika dan vilope mengantar yoga dan yogi pergi menuju bandara, sembari elika dan vilope pamit untuk kembali lagi ke Negara x.
Kediaman shean/
rumah elika…
“akhirnya sampai juga ya…”ucapku yang mengehala nafas.
“hemm…aku mau mandi lagi, kamu kalau mau membeli makan belikan aku juga ya…”ucap vilope yang berjalan ke atas kamar.
Beberapa saat kemudian kak lina datang menyambut elika…
“maaf nona saya tidak tau kalau anda datang”ucapnya yang membungkuk.
“tak apa kak, oh ya…aku mau makan tolong buatkan ya kak”mintaku yang tersenyum.
“baik nona”jawabnya sebelum pergi.
Kring…
“ah siapa yang menelpon?jin? mau apa?”gumam ku sembari mengangkat telpon.
“halo, akhirnya aktif juga nomormu?”ucap jin dengan nada datar.
“baik nona”saut kak lina.
“kau sedang apa?”Tanya jin yang penasaran.
“minta di buatkan makanan, ada apa?”ucapku yang bertanya.
“ah…emm…soal itu, aku hanya bingung kemana kamu beberapa hari ini? Kenapa tidak masuk kuliah?”tanyanya yang terdengar canggung.
“oh…kenapa, kamu rindu denganku?”tanyaku yang menggoda.
“tidak, kalau kau tidak mau jawab tak apa aku matikan dulu telponnya”ucapnya yang terburu-buru.
“hahaha…bagaimana kalau siang ini kita bertemu di café?”Tanya ku yang menawarkan.
“dimana?”ucapnya dengan cepat.
“aku akan share lokasinya”ucapku yang tersenyum.
“ok”jawabnya sebelum menutup telpon.
Tiba-tiba dari belakang…
“ciee…mau ketemuan sama jin”ejek vilope yang tiba-tiba muncul.
“memangnya kenapa?Kita kan pacar…an”ucapku yang lupa berbicara dengan siapa.
“apa!sungguh?”tanyanya yang terkejut.
“hanya pura-pura saja, bukan yang betul-betul”ucapku yang sedikit bingung menjelaskan.
__ADS_1
“sungguh”tanyanya yang tidak percaya.
Untungnya kak lina datang memberitahukan kalau makanannya sudah siap..
“nona makanan sudah siap di meja makan”ucap kak lina.
“ah betul kak----trima kasih kak lina”seru ku.
“elika! Ceritakan dulu yang sebenarnya”teriak vilope yang mengejar ku.
“ada-ada saja”gumam kak lina.
Café….
“berani sekali dia membuat ku menunggu selama 25 menit!”gumam jin yang geram.
Akhirnya elika pun datang dengan senyuman manisnya.
“hai…apa sudah menunggu lama?”tanyaku yang duduk di depan bangku jin.
“ah..itu..tidak aku juga baru sampai, mau pesan sesuatu?”ucapnya yang memberikan menu.
Ketika elika dan jin sedang asik memilih makanan, kebetulan ratu dan andy juga berada disana lalu mereka meminta bergabung bersama.
“maaf ya…jadi menggagu kencan kalian”ucap ratu yang tersenyum palsu.
“hmm..”jawabku dengan senyuman.
“oh ya elika, beberapa hari ini aku baru sadar kalau kamu tidak masuk kuliah ada apa?”tanyanya yang berpura-pura polos.
“hanya ada urusan keluarga saja”jawabku yang tidak memandangnya sama sekali.
“untung kamu cepat datang, jadi aku bisa ngasih undangan ini buat kamu”ujarnya yang mendorong sebuah undangan.
Undangan itu tertulis atas nama ratu dan andy yang mana mereka akan melaksanakan pertunangan 4 hari lagi, yang jatuh pada hari sabtu.
“tenang saja kami akan datang bersama”saut jin yang menggenggam tanganku.
elika merasa sakit dan sedih namun semua itu ditahannya, elika hanya bisa seolah semuanya baik-baik saja.
“selamat untuk kalian berdua, ratu dan….andy”ucapku sebelum beranjak berdiri dari kursi.
“kau mau kemana?”Tanya jin yang terkejut dan masih menggenggam tanganku.
“aku lupa kalau hari ini aku harus ke perpustakaan mengambil buku pesanan vilope, aku duluan ya…”ucapku yang meninggalkan mereka.
Ketika elika melewati andy Sekilas elika melihat tatapan mata yang seolah tidak bisa apa-apa atau kata lain tatapan keputus asaan.
“kalau begitu kalian lanjut saja memesan, aku ingin menemani elika”ucap jin yang menyusul elika keluar.
Luar cafe…
“apa kau ingin aku beri tumpangan?”Tanya jin yang berada di belakang elika.
“……”
“perpustakan mana yang kau maksud?”tanyanya lagi.
“……”
“hei! Lihat aku”ucapnya yang memaksa elika membalikkan badannya.
“maaf….aku hanya kelilipan”ucapku yang mengelap air mata.
__ADS_1
“kelilipan apa yang membuat mu mengeluarkan air mata sebanyak itu?.....ah, ayo masuk ke mobil dulu”ucapnya yang membukakan pintu mobil.