
Alvin mengenakan panel dengan kaos berwarna hitam dan celana panjang, sedangkan jin mengenakan jaket dan kaos berwarna putih dengan celana panjang.
“jin, maaf”ucap Alvin.
“(terdiam)”
“bukan aku pelakunya, mana mungkin aku melukai mia”seru Alvin.
“yang berlalu biar berlalu, tapi bukan berarti hubungan kita bisa seperti dulu pembunuh”seru jin.
“maaf terlambat!”teriak elika.
Mereka berdua terkejut dengan pakaian yang dikenakan elika.
“ayo kita jalan”seru elika.
“apa kau tidak salah mengenakan baju?”Tanya jin.
“baju mu sedikit terlalu fulgar, elika”ucap Alvin.
“aku sudah biasa jalan-jalan mengenakan baju seperti ini”ucap elika.
“apa kau yakin?”Tanya Alvin.
“sudahlah, masalah baju saja jadi panjang…nanti kita tidak jadi jalan-jalan”seru elika.
“apa kita jalan kaki?”Tanya jin.
“yup”saut elika.
“naik bis maksudnya”ucap alvin
“itu lebih tepatnya”ucap elika yang melihat sekeliling.
“apa kau pernah naik bis?”Tanya jin.
“tidak sering”ucap elika.
Tidak lama kemudin bis pun datang, dan sangat padat.
Elika, jin, dan Alvin tidak kebagian tempat duduk dan mereka terpaksa berdiri.
Jin berdiri didepan elika dan Alvin berdiri dibelakang elika.
“(sangat padat sekali)”ucap elika dalam hati yang merasa canggung.
“(kapan sampainya)”seru jin dalam hati.
“(apa elika kekurangan oksigen?)”Tanya Alvin dalam hati.
Dan ketika bis berbelok, elika jatuh dalam pelukan jin dan Alvin menahan dirinya agar tidak menempel pada elika.
“maaf”ucap elika.
“apa kepalamu sakit?”Tanya jin yang hendak memegang kepala elika.
“kita sudah sampai ayo turun”seru Alvin yang menghentikan tindakan jin.
“wow…ada es krim, ayo kita beli”seru elika yang langsung berlari.
Silahkan, es krimnya mau rasa apa?;Tanya penjual.
__ADS_1
Ketika elika sedang memilih rasa, dia dikejutkan dengan dua orang anak yang menatap es krim yang sedang dibuat dengan pandangan ingin.
“hai dik, apa kalian mau makan es krim?”Tanya elika yang berjongkok mendekati mereka.
“mau kak, tapi…kita tidak memiliki uang”ucap dari anak yang lebih tua.
“kakak yang bayarkan untuk kalian”seru elika yang berdiri dan menggandeng kedua orang anak tersebut.
Jin dan Alvin sangat terkejut melihat elika memiliki sifat dewasa yang tersembunyi.
Setelah membeli es krim elika berniat mengajak jin dan Alvin mencari makanan yang lain, namun jin mendapat telpon penting yang mengharuskan pergi meninggalkan Alvin dengan elika.
“jadi kita mau kemana?”Tanya elika.
“apa kamu mau bermain?”Tanya Alvin yang tersenyum.
“bermain?”gumam elika yang memiringkan kepalanya.
*tempat timezoon pinggir jalan*
“wow…aku tidak pernah tau kalau ada tempat seperti ini”seru elika yang kagum.
“ayo masuk”ucap Alvin menggandeng tangan elika.
“wow..lihat boneka ini lucu sekali, aku mau yang ini Alvin”seru elika yang memaksa Alvin.
“baiklah kamu tunggu disini, aku akan membeli koinnya dulu”ucap Alvin.
Yoo..yoo…(nada dering)
“halo nek, ada apa?”Tanya elika yang berbicara pada melina.
“sedang keluar, ada apa?”ucap elika.
“baiklah, nenek akan kembali ke Negara F dan ketika kamu pulang nanti nenek meninggalkan pesan didalam kamar”ucap melina.
“baiklah, sampai jumpa”ucap elika.
“hei, ayo main”ucap Alvin yang datang tiba-tiba.
“ah…ayo, kamu harus mendapatkan boneka itu untuk ku”seru elika.
“baiklah”ucap Alvin yang mulai memasukan koinnya kedalam mesin.
Syutt…(suara capitan turun)
Syutt…(suara capitan naik)
Alvin berhasil mendapatkan boneka yang diinginkan elika.
“trima kasih Alvin, sekarang kita coba bermain tembakan mau?”Tanya elika.
“apapun yang kau inginkan tuan putri”seru Alvin.
Dorr…
Dorr…
Dorr…
“yeah…aku menang”seru elika yang bahagia.
__ADS_1
“fuih…”hela Alvin yang tersenyum.
Ketika elika sedang menunduk untuk mengambil koin yang jatuh, dari belakang elika tiba-tiba datang segerombolan pria yang mana salah satu dari mereka hampir mau melecehkan elika, untung Alvin menangkap basah mereka dan menghentikan tindakan segerombolan pria disana.
Mengetahui bahwa tindakannya diketahui segerombolan pria itu langsung pergi.
“ada apa Alvin?”Tanya elika yang menoleh kebelakang.
“tidak apa, hanya ada serangga saja”ucap Alvin yang melanjutkan bermain.
Karna lelah dan lapar mereka memutuskan untuk mencari makan sembari jalan pulang.
“kau mau mencoba ceker pedas”seru Alvin yang menarik tangan elika.
“tapi aku…baiklah”ucap elika yang memaksakan diri.
*ketika pesanan selesai*
“silahkan dicoba”ucap Alvin yang memberikan satu piring kecil ceker pedas.
“tapi aku tidak bisa makan pedas”ucap elika yang memandang Alvin.
“mengapa kau tidak bilang, sudah berikan padaku biar aku yang habiskan semuanya”ucap Alvin yang langsung memakan ceker pedas itu dengan lahap.
*beberapa saat kemudian*
“are you okay?”Tanya elika yang terlihat kawatir.
“ha…tenang saja…huh..”seru Alvin yang mulai berkeringat dan memerah wajahnya.
“sudah tidak perlu dihabiskan”ucap elika yang memegang tangan Alvin.
“tidak..ha…apa..sayang bukan kalau dibuang”ucap Alvin yang wajahnya mulai terbakar.
Elika terus memegang tangan Alvin sebagai tanda penyemangat namun mereka tidak tau bahwa sejak awal mereka makan jin sudah memperhatikan mereka dari dalam mobil.
“maaf tuan muda, sampai kapan kita akan menunggu?”Tanya kak rolu.
“kita jalan pulang saja, saya sudah mendapatkan yang seharusnya saya dapat”seru jin yang terlihat sedih dan kesal.
“baik tuan”ucap kak rolu.
Brum…
Elika menoleh kearah mobil jin ketika sudah pergi.
“ada apa ha…elika?”Tanya Alvin yang tersisa satu buah ceker pedas.
“tidak ada(tersenyum),sudah aku sudah tidak tahan melihat kamu kepedasan”seru elika yang mengambil semua piring ceker pedas.
“ha..huh…huh..haaa….”desah Alvin yang kepedasan.
“ini minum dulu susu putih ini”ucap elika yang memberikan susu itu dan mengelap keringat Alvin.
“elika, apakah ketika seseorang tidak sengaja membunuh temannya tidak pantas dimaafkan?”Tanya Alvin.
“maksud kamu?”ucap elika yang tidak terlalu mendengar.
“bukan apa-apa, ayo aku antar kamu pulang”ucap Alvin.
*didalam bus*
__ADS_1