
“sudah, sekarang kita kerumah sakit ya..”ucap jin yang membujuk elika.
“ya…tapi aku ingin rumah sakit bersama vilope”mintaku ang merasa lemas.
“baik…kita berangkat sekarang”ucap jin yang mengangkat elika.
“aku masih bisa berjalan, jadi bantu aku berjalan saja”ucapku yang menatap jin.
“diam, kalau tidak mau bertambah kehilangan banyak darah.
Elika melihat ke arah pahanya dan darahnya mengenai baju jin sangat banyak, dan jin menaruhku didalam mobil.
“tapi bajumu terkena darahku sangat banyak?”ucapku dengan cemas.
“aku bisa membelinya 10, jadi diamlah kita akan segera berangkat”ucapnya yang memakaikan sabuk pengaman pada ku.
Rumah sakit….
“suster tolong!”seru jemson yang menggendong vilope.
“tenang tuan, kami akan melalukan yang terbaik”ucap salah satu suster.
Kirng…
“halo mah..”ucap jemson mengangkat telpon.
“kamu dimana?Tina menunggu kamu dari tadi”ucap sasa didalam nelpon.
“mah…vilope masuk rumah sakit, jadi aku akan menemaninya dulu”ucap jemson yang menolak.
“kau mau membangkang! Cepat kembali !”gentak sasa yang langsung menutup telpon.
“maaf kan aku vilope”gumam jemson sebelum pergi meninggalkan ruangan darurat.
Elika sampai di rumah sakit yang sama dengan vilope berkat jemson, setelah elika di obati dan di periksa oleh dokter elika memaksa jin untuk membantunya menemui vilope.
“cepat bawa aku melihat vilope jin….tolong”ucap elika yang memelas.
“tidak bisa elika, kakimu masih belum boleh digerakkan”ucap jin yang menentang.
“kalau begitu, bawa dokter yang memeriksa vilope kesini”ucap elika dengan tegas.
“kalau itu….baiklah”ucap jin yang menyetujui elika.
Beberapa saat kemudian….
“elika ini dokter yang memeriksa vilope”ucap jin yang memperkenalkan.
“baiklah, langsung pada intinya saja…apa yang terjadi dengan saudara saya?”Tanya elika dengan serius.
“saya mohon maaf sebelumnya, karna ini berita yang kurang baik”ucap dokter yang ragu.
“katakana saja!”gentak elika.
“elika sabar”ucap jin yang memegang kedua bahu elika dari samping.
“terdapat gumpalan darah didalam kepala nona vilope, jadi harus segera melakukan oprasi untuk keadaannya saat ini masih dalam keadaan kritis…jadi anda sebagai perwakilan keluarganya harus segera melakukan tindakan”ucap dokter itu yang membuat elika terdiam menahan air mata.
__ADS_1
“elika…are you okay?”Tanya jin.
“dok…tolong lakukan yang terbaik untuk saudara saya, tolong selamatkan dia”ucap elika yang memohon.
“baiklah, kalau begitu anda harus mendatangani beberapa persyaratan”ucap dokter yang memberikan beberapa lembar kertas.
Beberapa hari kemudian….
Oprasi vilope berjalan dengan lancar namun selama vilope dirumah sakit jemson belum terlihat menjenguk vilope, sementara elika hari ini dia berniat masuk kuliah bersama jin.
Kampus pagar tinggi….
“trima kasih atas tumpangannya jin” ucap ku yang tersenyum dan berniat membuka pintu mobil.
“kau mau kemana?”Tanya jin.
“mau masuk”jawab ku.
“tunggu…biar aku bantu”ucap jin yang segera keluar mobil dan memapah elika masuk kedalam kampus.
Saat itu semua pandangan siswa/siswi tertuju pada jin dan elika, lalu Alvin datang menanyakan keadaan elika.
“elika, kemana saja kamu beberapa hari minggu ini?”Tanya Alvin.
“minggu?ah…semenjak aku kembali dari Negara f aku belum masuk kuliah”gumam ku dalam pikirannya.
“minggir”ucap jin yang menggertak Alvin.
“tidak perlu repot-repot, biar aku saja yang membantu elika”saut Alvin.
“shh…lepas, aku bisa jalan sendiri”ucapku yang berjalan pincang sendiri.
“kau!”gertak Alvin yang juga menyusul elika.
Jam istirahat…
“elika kita makan di kantin yuk”ajak Alvin yang tersenyum.
“elika akan kekantin bersama ku”saut jin sari samping Alvin.
“kakak-kakak semua,bagaimana kalau kita bersama-sama ke kantin?”ucapku yang berjalan mendahului mereka.
“tunggu aku elika”ucap Alvin.
Kantin…
“kenapa semua diam, tidak seperti biasanya?”gumamku yang kebingungan.
“kau tidak tau?”Tanya Alvin.
“ada apa?”tanyaku yang menoleh.
“semenjak kamu tidak masuk beberapa hari ini, ada segerombolan anak manja yang mengganggu mahasiswa di sini”saut jin.
“mengganggu?”gumam ku yang masih belum paham.
“sudah ayo kita ke tempat duduk dan memesan makanan”ucap Alvin yang menunjuk meja.
__ADS_1
Elika, ji dan Alvin, selesai memesan dan menunggu pesanan mereka, tidak lama setelah mereka memesan makanan datang segerombol anak yang mungkin di maksud oleh jin dan Alvin.
Mereka mulai menduduki kursi yang berisi mahasiswa yang sedang makan, elika terus memperhatikan namun tidak terlihat jelas apa yang mereka lakukan karna pandangan elika terhalang oleh mahasiswa yang duduk di sebrangnya.
Kemudian makanan mereka datang, elika tetap fokus pada anak-anak disana.
“makanlah cepat, tidak usah takut anak-anak itu tidak akan berani menggangu kita”ucap jin yang menyodorkan makanan pesanan ku.
“memangnya apa yang mereka lakukan?”tanyaku yang sangat penasaran.
“katanya makanan mahasiswa disini semuanya diludahi oleh mereka, setelah itu menyuruh mereka memakannya”jawab Alvin.
“sungguh! Kenapa kalian tidak menghentikannya? Kalian pasti lebih berkuasa dari dia bukan?”ucapku yang geram.
“untuk apa?tidak ada urusannya dengan kita dan mereka juga hanya mengganggu yang dibawah saja”ucap jin dengan santai.
“tidak, ini ada urusannya denganku”ucapku yang membawa makanan ke meja kosong.
Tepat tidak lama elika menduduki kursi kosong mereka menghampiri elika dengan gaya seperti preman.
“hei cantik, kau mahasiswa baru?”Tanya ketua grombolan.
“kakak jangan begitu, kau kan sudah punya aku”ucap wanita satu-satunya di grombolan itu.
“kau tau peraturan disini?”Tanya anak buah grombolan.
Elika tetap diam.
“kau bisu?”Tanya ketua grombolan.
Lalu ketua mereka tersenyum licik, dan meludahi makanan elika.
Jin dan Alvin terlihat geram namun mereka tau apa yang akan dilakukan elika.
“cepat makan”ucap perempuan itu.
“kenapa?”tanyaku yang membuka suara.
“apa? kau tidak bisu?”ucap ketua grombolan yang terkejut.
“kau berandalan!Kenapa tidak kau saja yang makan ini?”ucapku yang menatap tajam mereka.
“kau berani!Tidak tau siapa boss kita ini?”ucap anak buah.
“cuih…kalian ini hanya anak sampah, tidak pantas berada disini”ucapku yang sangat geram.
Tiba-tiba wanita yang berada diepan elika ini mencengkram kerah baju elika….
“kau wanita murahan, membuatku muak saja!”ocehnya.
“hei nak, jangan asal menyentuh baju orang tanpa izin…karna mungkin dia tidak sudi dipegang oleh wanita murahan seperti kamu ini(memukul wajah wanita itu)”ucapku yang berdiri.
Jin dan Alvin segera menghampiri elika, tentu para preman itu terkejut.
“masih berani ganggu mahasiswa yang lain?”tanyaku yang ditahan oleh Alvin dan jin.
“tuan jin…tuan Alvin!?
__ADS_1
Jadi wanita teman anda? Maaf…maaf….saya tidak berani menggangguk mahasiswa yang lain lagi”ucapnya yang gemetaran.