
“kamu bisa?”Tanya elika.
“aku lihat dulu”ucap yogi yang terlihat serius.
Kurang dari setengah jam yogi sudah berhasil mengembalikan data-data diponsel ruppy dan membuat semua orang kagum.
“uowoh…baga..imana..kau melakukannya?”Tanya ruppy yang tercengang.
“siapa yang mengajarimu?”Tanya elika yang terlihat gembira.
“aku sudah lama hidup dijalanan, banyak melihat dan mempelajari ilmu dari orang-orang”seru yogi.
“kau hebat yogi”ucap elika yang mengelus kepala yogi.
Wajah yogi terlihat memerah dan raut wajah jin terlihat cemburu.
“berapa umurmu?”Tanya ruppy yang masih tidak percaya.
“15”ucap yogi.
“lalu berapa umur adikmu?”Tanya jin.
“10 tahun”jawab yogi.
Ketika mereka selesai makan dan kembali kerumah sakit, terjadi sesuatu yang mengejutkan.
Ibu yoga dan yogi tiba-tiba dalam keadaan kritis dan sedang ditangani oleh dokter.
Yogi terlihat kawatir dan yoga yang masih kecil hanya bisa berdiam diri dan tidak mengetahui situasai apa yang terjadi.
Ketika dokter keluar dan memberitahu bahwa nyawa ibu yoga dan yogi tidak tertolong.
Yogi dan yoga sangat terpuruk dalam keadan itu, lalu elika meminta pada neneknya untuk mengurus pemakaman ibu rosa.
*malam*
“kalian yang sabar pemakaman ibu kalian sudah aku urus, jadi kalian bisa tenang”ucap elika yang turut prihatin.
“tapi kami tidak punya siapa-siapa lagi, kami sudah tidak punya tempat tinggal”seru yogi yang merangkul yoga.
“bagaimana kalau kalian tinggal dirumah kakak”ucap elika.
“bagaimana dengan orang tua kakak?”Tanya yoga.
“kakak sudah tidak punya orang tua yoga, jadi kita sekarang keluarga bagaimana?”Tanya elika.
“aku mau”seru yoga.
“aku tidak keberatan”ucap yogi.
Elika membawa mereka pulang ke kediaman keluarga shean, dan dirumah sudah ditunggu oleh vilope.
*kediaman keluarga shean*
“selamat malam nona”seru kak lina yang membuka pintu.
“tolong siapkan dua pasang baju pria untuk mereka, dimana vilope?”ucap elika.
“baik, nona vilope ada di kamar”ucap kak lina.
“kalian ikuti kak lina, aku mau pergi kekamar dulu”ucap elika.
Elika menuju kamar vilope.
Klik..
“vilope”panggil elika.
Tiba-tiba vilope mengejutkan elika menggunakan topeng.
“hahahahaha….coba kamu bisa melihat eksperi mu”seru vilope yang tak berhenti tertawa.
“kau jahat sekali”ucap elika yang lemas.
“aku dengar kau membawa anak dari luar? Dimana mereka?”Tanya vilope.
“ada dibawah sedang bersiap-siap”ucap elika yang duduk dikasur elika.
__ADS_1
“oh..”ucap vilope.
“kamu setiap minggu pergi kerumah nenek mulu, apa nenek tidak menanyakan aku?”Tanya elika.
“nenek sudah tidak sayang lagi sama kamu”ucap vilope yang menggoda elika.
“uh…oh iya, aku sudah menemukan pekerjaan”seru elika yang gembira.
“sungguh! Dimana?”ucap vilope yang terlihat ikut senang.
“di café kak marco”ucap elika.
“kapan kau mulai bekerja?”Tanya vilope.
“sepulang kuliah”ucap elika.
Tok..tok..
“masuk”ucap vilope.
“kakak”panggil yoga.
“yoga! Sini masuk”ucap elika.
“jadi ini yang kau maksud”ucap vilope yang tersenyum.
“betul, tampan bukan”ucap elika.
Vilope berkenalan dengan yoga, dan kemudian mereka turun untuk makan malam.
“kak lina dimana yogi?”Tanya elika yang duduk dimeja makan.
“tuan yogi ada didapur”ucap kak lina.
“dapur?/dapur?”
Vilope dan elika mengintip yogi yang sedang masak didapur.
“sepertinya kita menemukan seorang ahli”bisik vilope.
“aku tidak salah membawa orang pulang”bisik elika.
“sifatnya sangat dingin, sungguh keren sekali”ucap vilope yang menopang dagunya.
“sadarlah…dia itu hanya anak kecil saja”seru elika yang menyadarkan vilope.
“apa kalian suka udang sauce?”Tanya yogi.
“apa kamu membuatnya?”ucap elika.
“boleh aku cicipi?”seru vilope yang mendekati yogi.
Vilope sangat terkejut karna masakan yogi sangat enak dan melebihi masakan elika.
*makan malam*
“yoga, kenapa tidak makan?”Tanya vilope.
“yoga masih memikirkan ibu, disana pasti dingin dan sepi”seru yoga yang terlihat muram.
“tidak akan!Tante rosa pasti akan tenang dan tidak merasa kesepian kalau yoga dan yogi bahagia”seru elika dengan hangat.
“kalian jangan suka membohongi anak kecil, nantinya kalau dia sudah mulai masuk kedunia sesungguhnya akan kaget”gumam yogi.
“kau bocah kecil”gumam elika yang kesal dengan yogi.
“haha…sudahlah elika”ucap vilope.
Keluarga elika bertambah dua orang lagi, dan dirumah shean sekarang semakin ramai.
*keesokan paginya*
Pagi ini elika dan vilope dibangunkan dengan oleh aroma yang tercium dari dapur.
“kak lina, kakak sedang masak apa?”seru elika yang belum melihat siapa sebenarnya.
“lina? Apa nenekmu ini semakin muda?”Tanya melina.
__ADS_1
“nenek? Ada apa pagi-pagi datang kesini?”Tanya vilope.
“memangnya tidak boleh, nenek berkunjung? Atau kalian hanya butuh uang yang datang?”seru melina.
“tidak! Nenek masak apa?”Tanya elika yang memeluk melina.
“tidak usah memelukku, kau itu bau iler”seru melina.
“kenapa nenek jahat sekali”ucap elika yang melepaskan pelukannya.
“apa kalian yang mengepel diruang tamu?”Tanya melina.
“tidak, kita baru bangun”ucap vilope.
“mungkin kak lina?”ucap elika.
“kak yogi! Sapu halaman ada dimana?”seru yoga yang mencari yogi.
“yoga, ada apa?”panggil elika.
“selamat pagi”ucap yoga.
“apa mereka yang kau ceritakan kemarin di telpon?”Tanya melina yang memperhatikan yoga.
“ya…pemakaman ibu mereka akan berlangsung nanti siang, nenek datang ya”seru elika.
“nenek tidak bisa datang, hari ini nenek merasa sedikit pusing”ucap melina.
Tiba-tiba yoga lari mengarah ke kebun dan kembali dengan membawa sebuah tanaman yang biasa dijadikan obat sakit kepala.
“apa itu yoga?”Tanya vilope.
“ini tanaman yang biasa dibuat obat oleh ibu dulu kalau ayah sedang sakit kepala”ucap yoga.
“apa pekerjaan orang tuamu?”Tanya melina yang terkejut.
“ayahku dulunya seorang karyawan dengan pangkat yang tinggi dan rumah kami dulu tidak jauh beda dengan rumah kalian”ucap yoga.
“dimana ayahmu bekerja?”Tanya elika.
“yoga!”panggil yogi yang mencarinya.
“yogi kamu dari mana saja?”Tanya elika.
Lalu yogi menjelaskan apa saja yang dia lakukan.
*setelah pemakan selesai*
Mereka kembali ke kediaman shean dan melina sudah menunggu mereka.
“nyonya tertua bagaimana keadaannya?”Tanya yoga yang mendekati melina.
“lebih baik setelah meminum obat yang kau berikan, tidak perlu memanggil ~nyonya tertua~…panggil saja nenek”seru melina.
“terima kasih”ucap yoga.
“apa kalian tidak ada mata kuliah hari ini?”Tanya melina.
“kita sudah minta izin untuk tidak masuk”seru elika yang duduk di sofa.
“vilope…bagaimana elika dikampusnya?”Tanya melina.
“elika…mem…tidak terlalu bagus”ucap vilope yang ragu-ragu.
“apa dia mendapat nilai paling buruk dikampus”Tanya melina.
“tidak, namun dia sering tertidur dikelas”ucap vilope.
“bagaimana bisa?Apa kau kekurangan tidur di rumah?”Tanya melina pada elika.
“entahlah, sepertinya aku insomnia”ucap elika.
“pergi lah berobat, itu akan berbahaya”ucap melina.
“nenek apa mau aku bantu buatkan obat tradisionalnya?”seru yoga.
“yoga, kalau orang yang lebih tua sedang bicara jangan menyela”ucap yogi dengan tegas.
__ADS_1
“tak apa, apa yoga bisa membuatnya?”Tanya melina dengan lembut.
“hem…(menangguk)”seru yoga.