
Tiba-tiba vilope menarik jauh kue yang berada didepan elika.
“vilope ada apa? aku sedang makan kuenya”seru elika yang cemberut.
“kau mau jadi gendut dan tidak ada yang mau denganmu? Nanti kau tidak bisa memakai baju seksi lagi?”ucap vilope yang menasihati elika.
“baiklah…astaga aku lupa! Aku pergi dulu”seru elika yang langsung mengambil kunci mobil.
“ada apa dengan elika?”gumam vilope sembari menyendok kue.
“apa kau juga mau gendut dan ditinggalkan jemson?”Tanya yogi dengan wajah dingin.
“kalau kak elika,dan kak vilope tidak boleh makan biar aku saja yang menghabiskannya”seru yoga yang menghampiri kue tart.
“kau juga tidak boleh, nanti gigimu sakit kembali”ucap yogi yang menjauhkan kue tart.
*beberapa jam kemudian*
Elika sudah sampai di desa pohon seribu tahun namun elika belum bertemu dengan kepala suku.
Klik…(membuka pintu mobil )
“pemandangannya sangat bagus, tapi sungguh sepi… dimana aku bisa bertanya alamat?”gumam elika.
“permisi…kau bukan orang dari desa ini?”
“ah.. betul, maaf bisa tunjukan dimana rumah kepala suku?”Tanya elika.
“baik, tapi kau tidak bisa membawa mobilmu”
“lalu dimana aku bisa menyimpan mobil yang aman?”Tanya elika.
“taruh saja disini dan kunci pintu mobilnya”
“baiklah, maaf..boleh saya tau nama anda?”Tanya elika.
“perkenalkan nama saya johan”ucap johan yang tersenyum.
Johan adalah anak dari kepala suku satu-satunya.
“nama saya elika shean”ucap elika yang tersenyum.
*rumah kepala suku*
“kita sudah sampai, mari masuk”ucap johan.
“trima kasih(johan sangat lembut)”ucap elika yang tersenyum.
*waktu makan malam*
“vilope, yoga, yogi aku pulang”seru elika.
“dari mana saja kau? Berangkat pagi pulang malam”ucap vilope yang terlihat marah.
“maafkan aku, tapi nenek memintaku pergi kesuatau tempat”ucap elika yang memasang wajah melas.
“baiklah, cepat makan bersama”ucap vilope.
*setelah selesai makan*
“elika boleh aku menginap dikamarmu?”Tanya vilope yang masuk kedalam kamar elika.
“ada apa? tumben sekali kamu mau tidur bersamaku?”Tanya elika yang menutup buku hariannya.
“tida apa-apa,apa yang kau tulis?”ucap vilope yang naik keatas kasur.
“hanya cerita keseharianku saja, oh ya…apa kau mau jogging besok pagi?
Kebetulan besok kita hanya ada kelas siang”seru elika.
“oke, tapi kalau kau tidak bisa bangun akan aku tinggal setuju”ucap vilope.
“tidak”ucap elika yang menggoda vilope.
*keesokan paginya*
“elika ayo bangun!”teriak vilope.
“ah..iya”ucap elika yang berbalik badan.
Bukk…
“cepat cuci muka dan ganti baju aku akan menunggumu dibawah”ucap vilope setelah menendang elika dari atas kasur.
Elika dengan cepat mencuci wajahnya dan sikat gigi, lalu elika berganti baju untuk jogging dan baju yang dia pilih adalah atasan berwarna putih dengan hiasan tali menyilang dibagian dada dan celana pendek berwarna hitam lalu elika menguncir satu rambutnya.
“elika cepat!”teriak vilope dari bawah.
__ADS_1
“iya”saut elika.
*taman*
“jadi apa tugas yang diberikan oleh nenek?”Tanya vilope sembari jogging pelan.
“hanya urusan yang bersangkutan dengan bagian warisan ku”ucap elika yang jogging pelan.
“aku lelah, bagaimana kalau kita ngejim saja?”Tanya vilope.
“sungguh? Aku sudah lama sekali tidak kesana”seru elika.
*kediaman ken*
“jemson ayo turun sarapan” panggil sasa.
“iya”saut jemson.
~meja makan~
“jadi bagaimana hubunganmu dengan vilope?”Tanya sasa.
“kami sudah resmi berpacaran beberapa hari yang lalu”ucap jemson yang terlihat lemas.
“bagus…(menatap) kau..apa ada masalah?”Tanya sasa.
“aku hanya merasa bersalah saja pada vilope, bu bagaimana kalau aku sungguh-sungguh mencintai vilope?”ucap jemson yang menaruh garpu dan sendok.
“bagaimana? Yasudah jalani saja, begitu bukannya lebih bagus..jadi kita tidak akan takut mengusik keluarga shean”ucap sasa dengan tenang.
“ibu tidak akan menjauhkan aku dengan vilope seperti andy dengan elika dijauhkan oleh ayah?”ucap jemson.
“apa kau bilang, Louis tidak merestui andy dengan elika?”Tanya sasa yang berhenti makan.
“seperti itu”ucap jemson yang melanjutkan makannya.
*tempat gym*
“elika, bagaimana hubunganmu dengan andy? Aku sudah tidak pernah mendengar kamu bercerita tentang andy lagi?”ucap vilope sembari merenggangkan otot-ototnya.
“apa yang harus aku ceritakan, kau sendiri tau bahwa aku dengan andy hanya cinta bertepuk sebelah tangan”ucap elika yang berada traitmill.
Vilope seketika terdiam.
Ketika mereka sedang fokus berolahraga dari belakang elika yang sedang mengangkat barbel kecil ada yang mengejutkannya.
Karna terkejut tendangan elika pun melayang tepat didepan wajah ruppy namun berhasil ditahan dengan elika yang memegang barbell ditangan kirinya.
“stop!”teriak ruppy yang menutupi wajahnya dengan tangan menyilang.
“ruppy? Maaf mengejutkan mu, bagiamana kau bisa disini?”ucap elika yang tersenyum kaku.
“fyuh… aku dan hery sedang berolahraga”ucap ruppy.
“hery? Dimana dia”Tanya vilope yang menyelang pembicaraan.
“kenapa kau sangat bersemangat ketika mendengar nama hery?”ucap ruppy yang menyenggol vilope sedikit kencang.
Vilope kehilangan keseimbangan dan jatuh dipelukan hery yang pada saat itu berada di dibelakangnya.
“are you okay?”Tanya hery.
“im okay..thanks”ucap vilope yang dengan cepat berdiri.
“apa kau kesini dengan Alvin atau jin?”Tanya hery.
“tidak, kami hanya berdua”ucap elika.
“elika bisa bicara sebentar”ucap ruppy yang mengajaknya menjauh dari hery dan vilope.
“ada apa?”Tanya elika.
“apa kau tau masa lalu jin dan Alvin?”Tanya ruppy yang tiba-tiba serius.
“tidak..tapi Alvin pernah berkata bahwa dia dulunya adalah seseorang yang bayak dosa”ucap elika.
“apakah aku mau mendengar cerita bagaimana jin dan Alvin bisa bermusuhan?”Tanya ruppy.
“tidak perlu,
karna yang aku ingin tahu langsung dari jin atau Alvin”ucap elika.
“apa kau tidak akan takut ketika mengetahui cerita yang original dari Alvin atau jin?”Tanya ruppy.
“ketika aku sudah mulai mencoba membuka hatiku untuk orang lain, aku tidak akan takut mencari tau masa lalunya dan ketika masa lalunya sangat berpengaruh untuk masa depannya aku akan mencoba untuk memperbaikinya”ucap elika yang termenung.
“kau sungguh wanita impian elika”ucap ruppy.
__ADS_1
“hei! Kalian kapan selesai?”teriak vilope.
“aku datang”saut elika.
“elika semangat”ucap ruppy yang tersenyum.
“tenang, aku ini elika yang tak terkalahkan dan tidak mudah putus asa..itulah pedomanku”seru elika yang mengangkat jari kelingkingnya sebagai janji.
*kediaman shean*
Kring..kring..
“tunggu…”seru kak lina.
“aku saja yang mengangkatnya”seru yoga.
“halo…”ucap melina dalam telpon.
“halo nenek,nenek kapan main kesini?”Tanya yoga.
“nenek masih sibuk nanti nenek pasti akan kesana lagi, oh ya dimana elika?”Tanya melina.
“kak elika dan vilope belum pulang sehabis jogging”ucap yoga.
“baiklah kalau begitu, tolong sampaikan pada elika untuk menghubungi nenek ketika sudah pulang”ucap melina.
“baik, dadah nenek”seru yoga yang mematikan telponnya.
“yoga…apa kau sudah sarapan?”Tanya yogi yang turun dari tangga.
“kak yogi, belum kak…aku ingin makan nasi goreng buatan kakak”ucap yoga yang tersenyum manja.
“baiklah kakak lihat dulu apakah masih ada bahan-bahannya”ucap yogi yang berjalan menuju kulkas.
“bagaimana kak?”Tanya yoga.
“persediaan sudah habis, bagaimana ya…”ucap yogi yang terlihat gelisah.
Tok..tok..tok..
“kami pulang dan membawa makanan”seru elika.
“kak elika sudah pulang, tadi nenek mencari kakak”seru yoga yang memeluk elika.
“oh ya? Apa yoga sudah sarapan?”Tanya elika.
“belum, ini baru saja kak yogi mau membuatkan sarapan tapi bahan-bahan dikulkas sudah habis”ucap yoga yang sembari memegang perut.
“tenang saja yoga, elika dan aku sudah membawa makan untuk sarapan”ucap vilope yang mengusap kepala yoga.
“kak lina ikut sarapan bersama kita ya..”ucap elika.
“trima kasih nona elika”ucap kak lina.
“tidak perlu berterima kasih, toh hanya sarapan bersama saja”ucap elika yang tersenyum.
Mereka pergi ke ruang makan dan sarapan bersama.
*kediaman keluarga simon*
Ruang makan..
“apa kau menyakiti ratu lagi?”Tanya Louis.
“apa dia mengadu lagi?”ucap andy dengan nda datar.
“andy! Ratu itu calon tunanganmu, bisakah kau mencoba mencintainya!?”ucap Louis yang terbawa emosi.
“hanya calon buat apa tuan Louis membelanya setengah mati? kebahagiaan anak mu sendiri tidak dipikirkan”ucap andy dengan tegas.
“andy kau!”ucap Louis yang menahan emosinya.
“aku sudah kenyang, silahkan tuan louis melanjutkan sarapannya”ucap andy yang berdiri.
“tunggu, apa kau masih ingin mengejar elika?”Tanya Louis.
“apa urusannya dengan anda tuan Louis, tidak perlu pikirkan kebahagiaan anakmu yang malang ini pikirkan saja perusahaan. Karna tidak ada perusahaan kau akan mati, tapi bila tidak ada aku kau baik baik saja”seru andy yang berjalan menjauh dari ruang makan.
*kediaman shean*
“vilope aku pergi menelpon nenek dulu ya”ucap elika yang meninggalkan meja makan.
“kak vilope sebenarnya nenek dan kak elika ada urusan apa?”Tanya yoga yang penasaran.
“maaf nona piringnya biar saya bereskan”ucap kak lina yang hendak mengambil piring.
“tidak perlu, biar saya saja yang mencucinya” ucap vilope yang menahan piringnya.
__ADS_1
“kak vilope…jawab pertanyaanku dulu dong”seru yoga.