
“sudah jangan ganggu vilope lagi, lebih baik kau ikut kakakmu ini belajar”ucap yogi yang menarik kerah baju yoga.
ruang tamu
Sebelum elika menelpon melina dia mengganti bajunya, hari ini dia mengenakan baju switer lengan panjang dengan bagian bawah yang menggantung berwarna biru dan celana panjang ketat berbahan halus dan nyaman namun kekurangan dari celana ini adalah terlalu ketat.
“halo ada apa nenek mencariku?”Tanya elika.
“nenek hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun dan apa keinginanmu?”ucap melina.
“apa nenek bisa membuatkan aku sebuah rumah besar yang bisa menampung banyak orang?”Tanya elika.
“rumah? Banyak orang?Untuk apa”Tanya melina.
“iya…aku akan memulai dari awal agar bisa memulihkan perkumpulan bulan merah dan aku akan mengganti nama perkumpulan kita”seru elika.
“baiklah, nenek akan mambantumu dan kamu lakukan yang terbaik”ucap melina.
“trima kasih nek”ucap elika yang gembira.
“lalu bagaimana kunjunganmu di desa pohon seribu tahun?”Tanya melina.
“pada awalnya pak kepala suku tidak percaya dan setelah diceritakan panjang lebar, jadi percaya”ucap elika.
“baguslah, yasudah nenek persiapkan dulu hadiah untukmu “ucap melina.
“baiklah nek,bye..”seru elika yang mematikan telponnya.
“elika, mau temani aku ke salon?”Tanya vilope.
“salon? Tapi aku hanya menemani saja ya..”ucap elika.
“oke, kalau begitu aku ambil tas dulu dan ganti baju”ucap vilope yang berlari keatas.
“tolong dompetku sekalian”teriak elika.
“kak elika dan kak vilope mau kemana?”Tanya yoga.
“mau menemani vilope kesalon, apa yoga mau ikut?”Tanya elika.
“apa boleh”ucap yoga yang tersenyum lebar.
“tentu saja,yogi juga ikut kita akan bermain yang seru”seru elika.
“apa kau tidak kuliah?”Tanya yogi.
“astaga! Aku lupa,bagaimana ya..”ucap elika yang panik.
“ya..sudah kak elika tidak apa-apa, lain kali saja mengajak yoga perginya”ucap yoga dengan tenang.
“sungguh! Maafkan aku yoga”ucap elika yang berlari keluar.
“elika kau mau kemana!?”teriak vilope sambil berlari menuruni tangga.
“kita kan ada kelas siang ini”saut elika yang menoleh kearah vilope.
“betul juga,tunggu aku”ucap vilope.
“ayo cepat, kita bawa mobil saja bagaimana?”Tanya elika.
__ADS_1
“tidak perlu,aku meminta jemson untuk menjemputku”ucap vilope yang tersenyum.
~beberapa saat kemudian~
Tin…
“itu pasti jemson”ucap vilope.
“tunggu aku,
yogi..jaga rumah dan adikmu”ucap elika yang mengejar vilope.
“loh…bagaimana bisa ada dua mobil?”gumam vilope.
“ada apa vilope?”Tanya elika.
“ini mobil jemson…lalu itu mobil siapa?”Tanya vilope.
“mobil andy”ucap elika tanpa ekspresi.
“bagus…kalau begitu kamu berangkat bersama andy saja”seru vilope yang langsung masuk kedalam mobil jemson dan pergi.
“hai elika, mari aku antar”ucap andy yang membukakan pintu mobil.
“trima kasih”ucap elika yang tidak banyak bicara.
Mereka pun berangkat kuliah.
“maaf elika,atas kejadian waktu itu”ucap andy.
“tidak masalah,aku tahu bagaimana perasaanmu”ucap elika yang tidak memandang andy.
“apa kau benar-benar sudah melupakan aku?”Tanya andy dengan nada sedih.
“oh…kalau kamu begitu, aku juga akan berusaha untuk mencintai ratu”ucap andy.
“sudah kewajibanmu untuk mencintai calon tunanganmu”ucap elika.
*kampus pagar tinggi*
“turunkan aku disini saja, aku tidak ingin ratu melihat dan trima kasih”ucap elika yang keluar dari dalam mobil.
Ketika elika sedang berjalan menuju dalam kampus, mobil Alvin datang dan berhenti tepat disamping elika.
“selamat siang tuan putri, butuh tumpangan?”Tanya Alvin.
“kau penyelamatku”ucap elika yang langsung masuk kedalam mobil Alvin.
Sedangkan itu…
“semoga kau bahagia elika”gumam andy.
~jam pulang kuliah~
“elika aku pulang sedikit terlambat, jemson mengajak ku kencan”seru vilope yang terlihat senang.
“pergilah, hati-hati ya…”ucap elika.
“bye elika”ucap vilope yang bergandengan dengan jemson.
__ADS_1
“lalu aku pulang bersama siapa?”gumam elika.
“apa kau butuh tumpangan?”Tanya jin dari belakang elika.
Elika terkejut karena melihat jin dengan pakaian yang sangat berbeda hari ini, dia mengenakan baju berwarna merah dan jaket lepis.
“jin? Ya..kalau tidak keberatan”ucap elika yang tersenyum.
“baiklah, tunggu aku di lobby”ucap jin.
“oke..trima kasih jin”ucap elika yang menggenggam tangan jin.
“tidak masalah”ucap jin yang menjauhkan tangan elika.
“(apa aku berbuat salah?)”gumam elika dalam hati.
~lobby…
Tin…
“silahkan naik”ucap jin yang membukakan pintunya.
Tiba-tiba dari belakang elika datang seorang wanita yang langsung masuk kedalam mobil jin.
“arin! Apa yang kau lakukan?
Cepat keluar!”gentak jin yang sangat marah.
“ada apa?bukankah kau ingin mengantarkan aku pulang?”ucap arin yang merasa tidak bersalah.
Arin adalah teman wanita jin dari kalangan yang sama dengan elika.
“kau salah, wanita yang ingin aku antar pulang ada disampingku”ucap jin dengan tegas dan memakaikan elika jaketnya.
“huh…”seru arin yang merasa kesal dan malu.
“apa tidak apa-apa jin?”Tanya elika yang memegang jaket jin dipundaknya.
“tidak usah dipikirkan, cepat naik”ucap jin yang menghalangi kepala elika yang hampir terkena bagian atas pintu mobil.
“trima kasih jin”ucap elika yang merasa tersanjung.
“apa kau mempunyai banyak stok kata ‘terima kasih’?”Tanya jin yang fokus menyetir.
Kring…
“ya nek ada apa?”Tanya elika menjawab telpon.
“kau pergi ke desa pohon seribu tahun sekarang, nanti disana kepala suku akan menjelaskannya”ucap melina yang langsung mematikan telpon.
“tapi nek…halo…halo”seru elika yang kesal.
“ada apa?”Tanya jin.
“apa aku bisa menyusahkan kamu sekali lagi?”Tanya elika yang ragu.
“katakan lah”ucap jin dengan tenang.
“bisa kah kau antar aku ke desa pohon seribu tahun? Aku tahu jalannya”ucap elika dengan penuh harapan.
__ADS_1
“apa yang aku dapat dari menolongmu?”Tanya jin yang memberhentikan mobilnya.
“apapun yang kau inginkan akan aku kabulkan, asal tidak melewati batas”ucap elika dengan raut wajah kawatir.