
“diam lah jangan sampai kau menghancurkan mood makan malamku!”seru jin.
*beberapa menit kemudian*
Pesanan datang;
pelayan
“terima kasih”seru elika.
Lalu ketika elika berusaha memotong daging yang lumayan alot, jin memberikan miliknya yang sudah dipotong-potong.
“makanlah, restaurant ini akan kehilangan satu bintang nantinya”ucap jin yang terlihat fokus.
Ketika mereka sudah selesai makan malam dan ternyata urusan Wilson dengan melina belum juga selesai, jadi elika dan jin memutuskan untuk pamit duluan untuk berjalan-jalan.
“hari ini kau temani ku membeli kado”ucap jin tanpa ekspresi.
“kau tahu? Kau mirip dengan andy pada saat masa sekolah”ucap elika yang menatap wajah jin sambil tersenyum.
“jangan samakan diriku dengan dirinya, kami tidak sama”ucap jin dengan raut wajah marah.
“(apakah dia marah?)”ucap elika dalam hati.
Lalu elika mampir kesebuah toko anting dan gelang, dan menarik jin untuk melihat bersama.
Selamat datang kak;penjual anting.
“halo, bisa tolong tunjukan anting yang cocok untuk pria?”Tanya elika.
“(sedang jalan denganku, masih memikirkan pria lain?! Hanya kamu saja elika yang berani)”ucap jin dalam hati yang tidak suka.
Silahkan dilihat, ini adalah model terbaik di toko kami; penjual anting.
Lalu jin berjalan mengarah pusat gelang.
“yang mana ya…yang ini bagus kalau dipakai jin”gumam elika yang mengambil anting itu dan menghampiri jin.
“elika/jin”
“kau duluan”ucap jin yang merasa terkejut.
“mm..aku membelikan anting ini untukmu, apakah kau suka?”Tanya elika yang memakaikan ke telingan jin.
__ADS_1
“suka,trima kasih..aku juga membelikan gelang ini untukmu”ucap jin yang memasangkannya dilengan elika.
Anting yang diberikan elika pada jin berbentuk bulan sabit, dan gelang yang diberikan jin pada elika adalah sebuah gelang dengan hiasan matahari kecil dan bintang kecil menempel disekeliling gelang tersebut.
Gelang dan anting yang mereka pakai terlihat sangat serasi.
Ketika mereka selesai berbelanja elika merasa sedikit haus, dan dia memutuskan untuk membeli minuman dan meminta jin menunggunya.
“aku mau beli minuman dulu, kamu tunggu disini”ucap elika.
“tidak perlu aku temani?”Tanya jin.
“tidak usah”ucap elika.
Lalu elika pergi menuju kedai tersebut, sudah hampir setengah jam elika belum kembali..jin memutuskan untuk menghampirinya.
*kedai minuman*
Ketika jin datang dia melihat elika sedang terduduk dilantai dengan sekujur badan yang basah, dan terlihat dengkulnya terluka cukup parah.
Gerombolan yang membuly elika adalah ratu dan teman-temannya.
“elika!”panggil jin yang memakaikan jaketnya ke elika dan membantunya berdiri.
“kita lihat besok saja, kau akan aku maafkan atau tidak”ucap jin yang membawa elika pergi keluar.
Jin membawa elika pergi kesebuah taman yang tidak jauh letaknya dari kedai tadi.
“kau duduk disini dulu”ucap jin yang pergi kesebrang jalan.
“(disaat seperti ini yang datang menolong malah jin, andy dimana)”ucap elika dalam hati yang tidak terasa air matanya menetes.
“elika”ucap jin yang mengelap air matanya dengan lembut.
“andy!?”ucap elika yang terbawa suasana.
“andy? Bagaimana kau bisa terluka?”Tanya jin dengan raut wajah yang terlihat sedih.
“maaf jin, aku benar-benar minta maaf…bukan maksudku untuk menyinggung mu tapi kalau diceritakan akan sangat panjang”ucap elika yang menundukan kepalanya.
Jin yang menutup luka dilutut elika, langsung duduk disamping elika dan berkata….
“ceritalah, aku siap menjadi pendengar”ucap jin dengan lembut.
__ADS_1
“dulu aku pernah mempunyai kekasih, karna masalah keluarga memaksa untuk mengakhiri hubungan itu. Aku terlarut dalam perasaan sangat lama dan disaat itu andy datang, dia membuat hidupku menjadi berwarna lagi”ucap elika yang tersenyum pahit.
“jangan tersenyum”ucap jin.
“apa?”ucap elika.
“jangan tersenyum seperti itu karna membuatmu terlihat jelek”ucap jin.
“mm..(tersenyum manis)”
“kenapa kau tidak melawan tadi?”Tanya jin.
“aku sudah berjanji untuk tidak berkelahi hari ini dengan vilope”ucap elika.
“haruskah kau menepati janji itu, tadi itu seharusnya kau melawan”seru jin.
“janji ku kali ini tidak akan aku ingkari, jin…apakah kau tau simbol yang seperti tengkorak dengan petir didahinya?”Tanya elika yang tiba-tiba mendekati jin.
“apa? Simbol?”ucap jin yang masih belum mengerti.
“ya…dulu aku pernah terjebak dalam gedung yang terbakar dan datang seorang pria yang umurnya tidak jauh beda denganku menyelamatkanku, pada saat aku berada di genggamannya aku sedikit tersadar dan melihat simbol itu hingga aku kembali jatuh pingsan”ucap elika yang raut wajahnya terlihat sedih.
“aku akan membantumu mencari tau”ucap jin dengan tatapan matanya yang hangat.
“terima kasih”ucap elika yang memeluk jin.
“apa kali ini kau menganggap diriku sebagai andy lagi?”Tanya jin yang menjauhkan elika.
“ah? Tidak…aku minta maaf atas perilaku ku, tapi andy adalah orang pertama yang datang menghiburku sebelum kedatangan vilope. Sejak berumur 8 tahun, aku sudah tidak pernah merasakan kehangatan lagi”ucap elika yang memaling kan wajahnya.
“apa kau mau ku peluk?!”seru jin yang menghibur elika.
“hahahaha…tidak..tidak..”ucap elika yang menjauh dari jin.
Mereka bercanda dengan sangat riang, dan tanpa sengaja elika menyenggol seorang pria.
“ah..maaf!”ucap elika yang tidak melihat wajah pria itu.
“elika ada apa?”Tanya jin yang menghampirinya.
“aku tidak sengaja menyenggol pria ini”ucap elika yang mendekati jin.
“dasar ceroboh”
__ADS_1
“elika!?”ucap andy.