
“tuan Alvin kan tadi memintaku untuk membuangnya karna itu tidak berarti apa-apa”ucap ria yang berlagak tidak bersalah.
“jangan dengarkan mereka elika”ucap Alvin yang merasa bersalah.
“aku tidak buta Alvin,kalau memang kau benci pada diriku jangan membuang makanan! Karna nona ria pasti sedang kelapar?! Sampai-sampai mengambil bekal milik orang lain”ucap elika yang berbalik pergi.
Lalu elika dengan tidak sengaja menyenggol jin yang kebetulan sedang berada disana.
“kau kenapa?”Tanya jin yang memegang kedua bahu elika.
“ssttts” ucap elika yang mengedipkan matanya.
“apa yang terjadi?”Tanya jin.
“bukan urusanmu!”seru Alvin yang mengejar elika.
*ketika pelajaran pertama selesai*
Teng…tong..teng…tong..(bel istirahat)
“elika!”panggil vilope.
“vilope? Kamu kemana saja selama pelajaran?”Tanya elika yang terlihat gembira.
“kamu kenapa terlihat bahagia? Kamu bikin ulah?”seru vilope yang curiga.
“hehehe…tadi itu ada kejadian yang menyenangkan”ucap elika.
“elika!”panggil Alvin.
“Alvin?”ucap vilope.
“aku tau kamu marah sama aku, tapi kamu harus percaya bahwa yang membuang makanannya itu bukan aku tapi ria”seru Alvin.
“tau ko”ucap elika yang merasa tidak bersalah.
“tau? Trus kenapa kamu tadi melarikan diri ?”ucap Alvin yang bingung.
“aku hanya bercanda saja, lagian wanita sombong sekali jadi aku memberikannya pelajaran”ucap elika yang berjalan sembari mengangkat kedua bahunya.
Elika mencari jin bersama vilope untuk memberikan bekalnya..
“permisi, apakah ada jin?”Tanya elika yang membuka pintu kelas.
“jin? Dia sedang tidur di bangku belakang”ucap rupy yang menunjuk bangku belakang.
“baiklah, boleh aku masuk?”Tanya elika yang terlihat gugup.
yang bernama rupy dia anak dari kelas music.
“silahkan”ucap rupy yang tersenyum.
“ayo vilope”ucap elika.
“sepertinya kamu saja, aku mau nyari jemson dulu”ucap vilope yang tersenyum kaku.
“ah…baiklah, bisakah sekalian kau berikan bekal yang aku buat untuk mereka?”ucap elika yang memberikan kotak bekalnya.
“no problem”ucap vilope yang menerimanya.
__ADS_1
Lalu elika masuk dan berjalan menuju jin yang tertidur pulas.
“jin…jin..bangun…jin..”ucap elika dengan nada lembut.
Tiba-tiba jin mengangkat tangannya dan memberi isyarat untuk keluar semuanya, lalu didalam kelas hanya tersisa mereka berdua.
“ada apa kau kemari?”Tanya jin yang memejamkan matanya.
“aku hanya mau memberikan bekal yang aku buat, dan terima kasih telah menolongku kemarin malam”ucap elika yang berdiri.
“tidak masalah,tapi sebagai gantinya kau temani aku membelikan sebuah kado sepulang sekolah nanti”ucap jin yang bangun dan duduk.
“mm…kita lihat saja nanti”ucap elika yang menahan senyum.
“ini kau yang buat?”Tanya jin.
“iya…kasih tau aku apa yang kurang”ucap elika yang duduk dan memandangi jin.
“kalau aku keracunan kau harus membayar tagihannya! Tanganmu kenapa?”ucap jin yang menarik tangan elika.
“terluka karna memasak makanan ini, jadi bagaimana?”Tanya elika yang penuh harapan.
“enak, apalagi kamu menemaniku makan”ucap jin yang melanjutkan makannya.
“yasudah, aku pergi mencari andy dulu”ucap elika yang merasa malu.
“apakah andy sangat berharga?”Tanya jin yang berhenti makan.
“sangat…andy sangat penting”ucap elika yang tidak berpaling.
“walaupun dia telah melukai hatimu?”ucap jin.
Krek…
Ketika elika keluar dia terkejut, karna anak-anak yang berada dikelas tadi menunggu di luar kelas.
“permisi”ucap elika.
Dia siapa rupy?; salah satu teman jin.
“elika dari kelas fashion, junior yang unik”ucap ruppy yang tersenyum.
Tapi aku lihat dia bersama satu orang perempuan, tidak kalah cantik; salah satu teman jin.
“sungguh! Aku akan melihatnya nanti”ucap ruppy yang masuk kedalam kelas.
*ditengah lorong*
“elika tunggu!”panggil Alvin.
“Alvin ada apa?”Tanya elika yang berhenti melangkah.
“apa kau bisa menemaiku sepulang sekolah nanti?”Tanya Alvin.
“mm…sepertinya bisa”ucap elika.
“bagus kalau begitu, aku tunggu di depan gerbang”ucap Alvin yang pergi kembali.
“astaga! Bukannya nanti aku ada janji dengan jin?!”seru elika yang baru teringat.
__ADS_1
“elika”panggil melina.
“nenek!”seru elika yang terlihat bahagia.
“apa kau membuat masalah di sini?”Tanya melina.
“ah nenek…baru bertemu malah yang ditanyakan aku membuat masalah atau tidak”ucap elika yang kecewa.
“hehehe…baiklah, sebentar lagi kamu akan ulangtahun apa yang kamu inginkan?”Tanya melina sembari berjalan.
“oh iya sebentar lagi aku ulang tahun ya, aku mau bekerja”seru elika.
“bekerja? Dimana?”Tanya melina.
“masih belum tahu, tapi nenek harus mengizinkan”ucap elika.
“baiklah, kita lihat nanti..nenek mau pulang dulu “ucap melina yang pergi.
Lalu elika mencari vilope, dan elika bertemu andy bersama seorang wanita yang menggandeng nya.
“elika?!”panggil andy.
“andy! Hai”ucap elika yang terhenti melihat wanita disamping andy.
“kamu mencari vilope?”Tanya andy.
“ya..kau melihatnya?”Tanya elika yang tersenyum paksa.
“dia pergi keruangan drama bersama segerombolan wanita”ucap andy.
“segerombolan wanita!Andy aku pergi mencari vilope dulu”ucap elika yang langsung berlari.
“elika ada apa!?”seru andy yang terlihat kawatir.
“andy sudahlah..itu urusannya mereka, bukan urusan kita”
“maaf ratu, tapi dia temanku dan vilope sedang dalam masalah”seru andy yang menyusul elika.
Ketika elika sampai diruangan drama, tidak ada seorang pun disana.
Lalu elika bertanya dengan murid yang lewat didekatnya..
“permisi, apa kau melihat segerombolan wanita membawa seorang wanita yang berambut pirang panjangnya sebahu, dan dikepang samping?”Tanya elika yang terengah-engah.
Ya..tadi mereka mengarah ke belakang sekolah; wanita yang ditanya.
“baiklah terima kasih”ucap elika yang hendak berlari lagi.
“elika tunggu!”panggil andy.
“andy vilope dibawa kebelakang sekolah, ayo cepat kita kejar mereka”ucap elika menarik andy.
“baiklah”
Ketika elika dan andy sudah sampai di belakang sekolah, andy mendapat panggilan dari ratu yang entah apa urusannya. Dan andy pun langsung pergi tanpa memberitahu elika.
“andy pergi tanpa bilang padaku?”ucap elika yang kecewa.
elika mencari vilope…dan menemukannya sedang dipukuli oleh segerombol wanita yang dijaga oleh 4 orang pria yang terlihat seperti preman.
__ADS_1