
*sore hari*
“nenek akan menginap semalam lagi?”tany elika.
“ya..ada masalah?”ucap melina dengan sensi.
“tidak apa, elika mau pergi keluar”ucap elika yang pergi ke atas.
Lalu elika mencari baju sesantai mungkin dan senyaman mungkin, dan elika memilih memakai outfit celana jeans panjang yang sedikit ketat dan menggunakan atasan baju bermodel ricardof(semacam baju Sabrina kriwil) berwarna kuning. Dan rambut di gelung cepol, lalu membawa tas kecil.
“fiuit(bersiul)…sudah cantik begini mau kemana?”Tanya vilope.
“aku mau berangkat bekerja”ucap elika yang sedikit merapikan rambutnya.
“berangkat bekerja seperti ini?”Tanya vilope yang tidak percaya.
“apa style nya tidak cocok?”ucap elika yang memerhatikan bajunya.
“bukan bajunya, tapi kau sama sekali tidak berdandan?”seru vilope yang berjalan mendekat.
“memangnya kenapa?Aku hanya memakai foundation”ucap elika.
“biarkan kakak cantik ini merias wajahmu”ucap vilope yang memegang pundak elika.
*15 menit kemudian setelah perdebatan.
“nah..kalau begini kan bisa disebut cantik”ucap vilope yang terlihat senang.
“apa kau gila!”seru elika yang terkejut.
“ada apa? ini pertama kalinya aku mendandani seseorang loh…hebat bukan”ucap vilope dengan percaya diri.
Elika pergi kebawah untuk mencuci mukanya.
“elika ada apa?....pftt..”seru melina yang menahan tawa.
“ada apa dengan wajahmu”ucap yogi yang tersenyum sedikit.
“hahahahaha…wajah kak elika mirip badut”seru yoga.
Elika semakin kesal dan buru-buru mencuci wajahnya.
Setelah itu elika berpamitan untuk pergi keluar.
“mau kemana non”ucap paman ling.
“tidak perlu diantar paman, aku sedang ingin naik bus”ucap elika yang berjalan keluar pagar.
*café marco*
Kring…
“selamat dat…elika!Kau benar-benar mau bekerja?”seru marco.
“hem…apa yang bisa aku kerjakan?”Tanya elika.
“apa kau bisa mencuci piring dan gelas?”Tanya marco yang tersenyum kaku.
“akan aku coba”ucap elika yang pergi kebelakang.
Beberapa saat kemudiana…
Prang…
__ADS_1
“elika!”panggil marco yang terkejut.
“maaf:>”ucap elika yang mencoba membersihkan pecahan gelas.
“tidak usah dibersihkan biar aku saja, kamu coba bagian depan membuat cofe”ucap marco yang mengambil sapu dan pengki.
Beberapa saat kemudian…
Apa kamu tidak bisa membuat minuman manis! Ini asin bukan manis;seru pelanggan komplen.
“maaf:<”ucap elika yang menundukan kepalanya.
“ada apa?”Tanya marco yang baru kembali.
Lalu pelanggan itu menjelaskan dan marco mengganti rugi.
“apa kau bersungguh-sungguh akan tetap bekerja disini?”tany marco yang menatap elika yang menundukan kepalanya.
“tida..k..tau.. :<”ucap elika yang mengelap air matanya.
“sudahlah, kau pulang lebih awal saja”ucap marco yang menepuk pundak elika.
“baiklah:1”ucap elika yang mengambil tasnya dan pergi keluar café.
Elika berjalan kaki sembari merenung.
“(apakah aku sangat tidak becus? Tidak bisa melakukan pekerjaan apapun?:<)”seru elika dalam hati.
TIN…
“elika!”panggil Alvin.
“Alvin?”gumam elika yang terkejut.
“trima kasih”ucap elika yang tersenyum kecil.
“apa kamu ada masalah?”Tanya Alvin.
“hem(menggeleleng)”
“oke”ucap Alvin yang tidak banyak bicara.
Sepanjang jalan mereka hanya berdiam dan tidak berkata sepatah katapun.
Kring…
“hallo…..baiklah”ucap Alvin yang berbicara ditelpon.
“ada apa?”Tanya elika yang menatap Alvin.
“ham..itu..apa tidak apa kalau aku turunkan kamu disini? Atau aku antar kamu dulu deh..”seru Alvin yang memegang perseneling.
“tidak perlu…urusanmu lebih penting”ucap elika yang memegang tangan Alvin.
“maaf kan aku elika”ucap Alvin yang merasa bersalah.
“tidak masalah”ucap elika yang tersenyum.
Alvin pun menancap gasnya dan elika melihat kanan kiri apakah ada taxi yang lewat.
“sekarang jam…11:02”gumam elika yang mulai terlihat panik.
Tiba-tiba..
__ADS_1
Hap….(suara tangan menempel dipundak)
“AAAA…..”jerit elika.
“hei,ini aku hery”seru hery yang panik.
“apa?”gumam elika yang membalikan badannya.
“hai”seru hery yang tersenyum.
“AA…!”jerit elika lagi.
“apa lagi?”Tanya hery.
“kenapa matamu?”Tanya elika yang berhati-hati.
“aku tidak tidur dengan baik selama 3 hari..oaam..”ucap hery yang terlihat lelah.
“kenapa?”Tanya elika.
“karna…. aku berlatih menyanyi…oaam…”ucap hery.
“menyanyi?”gumam elika.
“kau gadis, sudah larut malam mengapa belum pula…oamm..ng”ucap Alvin yang merenggangkan tangannya.
“aku sedang mencari pekerjaan sampingan”seru elika yang terlihat murung.
“apa keluarga shean sedang ada masalah dengan keekonomian?”Tanya hery yang terkejut.
“ha?hahaha…tidak, aku hanya ingin mendapatkan uang dari hasil usahaku sendiri”ucap elika yang tersenyum.
“ah…apa kau mau tumpangan?”Tanya hery.
“tumpangan?”gumam elika.
Elika diantar hery pulang karena kawatir ke kediaman shean.
*pagi hari yang hujan deras*
Elika dan vilope sudah rapi namun hujan tidak berhenti reda.
“bagimana ini?”Tanya vilope yang kawatir.
“apanya yang bagaimana? Kalau tidak berhenti hujannya, ya sudah tidak usah masuk kuliah”seru elika yang memakan buah apel.
“kak vilope, kak elika…apa aku boleh ikut?”Tanya yoga yang sudah berpakaian rapi.
“kemana?”Tanya vilope.
“ke kampus kalian”ucap yoga.
“bagaimana ya…?/tidak masalah!(seru elika).
“sungguh!”Tanya yoga.
“tapi elika..”ucap vilope yang tidak yakin.
“kalian tidak perlu menuruti permintaan yoga, berangkatlah hiraukan saja yoga”seru yogi.
“aku setuju mengajak yoga, kekampus”seru elika yang menggandeng yoga.
“entahlah”ucap vilope yang menatap yogi sembari mengangkat kedua bahunya dan berjalan menyusul elika.
__ADS_1