
"Lo belum tau siapa gue jangan terlalu sombong atau kepala lo tak kan menyatu dari badan lo!!" Bisik gue ralat ling ling.
Ya beginilah ling ling yang asli dia akan terlihat marah ketika bola mata gue berubah warna. Ling ling juga tak bisa berbicara terlalu keras karena dia bukan sealam dengan Frisslly.
"Awhh lepasin gue to tolong!!" Teriaknya namun malah ku pererat cengkraman gue hingga dagunya mengeluarkan darah.
Dari arah lain seseorang cowok berlari lalu merangkul ku dari samping mencegahku melakukan hal hal aneh.
"Frisslly eh Ling ling kamu jangan nekat ya kasian kakak kamu kehabisan tenaga.!!" Ucap seseorang siapa lagi kalo bukan Ryan.
"Terima kasih, tolong jaga kak Frisslly ya karena aku tak yakin dengan kak Dio. Aku akan pergi, panggil nama Frisslly jiwanya akan kembali!!" Ucap Ling ling
"Frisslly." Panggil Ryan lalu tubuh Frisslly menggeliat.
"Oh Shitt. Damn lemes banget Sial*n si Ling ling ngga tau apa orang emosi!!" Umpat gue dingin lalu meletakkan kepala gue di Ryan tanpa sadar.
"Ini Slly lo minum dulu!!" Ucap Diva.
_________
"Ehh dasar jal*ang lo pergi dari sini atau gue tonjok!! Tuh bedaklo hilang 5 cm!!" Ucap Stevany pada Raisa.
__ADS_1
"Gila bilang ke teman Pcycopath lo itu jangan dekati Dio, atau ngga dia akan Habis malam ini juga!!" Ucap Raisa lalu berdiri.
Gue Yang mendengar ocehan Raisa pun berdiri lalu menghampiri Raisa lalu duduk jongkok didepannya.
"Sory gue merendah bukan untuk mel*nte paham!" Ucap Gue halus lalu tersenyum.
"Dasar Pcycopath!!" Teriak Raisa.
Karena gue tadi belum bereaksi sudah saatnya, Gue mengambil minuman Diva lalu mencampur nya dengan kuah batagor didalam gelas gue siram ke muka Raisa.
"Ups sory sengaja. Hahaha!!" Ucap gue.
"Aww **** mati aja lo, Woyy lo kenapa ngga bantuin gue?!" Umpat Raisa
"Dasar ngga guna!!" Umpatnya.
"Itu belum seberapa, jika lo ingin tau kebenaran tentang gue, lo pergi ke markas gue Black Swan!!" Bisik gue lalu berdiri meninggalkan Raisa yang diam mematung.
Black Swan?? Dunia mafia?? Gila gue berurusan sama dia mamp*s gue mungkin perusahaan papa gue yang jadi taruhannya. Batin Raisa takut.
"Nice Slly!!" Ucap Stevany kemudian gue dkk masuk ke kelas setelah berterima kasih pada Ryan.
__ADS_1
___________
"Sory bu telat, ada tugas negara!!" Ucap gue lalu duduk.
Bu Cyintya nampak menggelengkan kepala. Dasar Frisslly dkk bikin ulah mulu. Gumam nya.
Pelajaran pun dilanjut, hingga pukul 15.00 WIB waktunya pulang. Nampak 2 orang laki laki berlari ke arah gue.
"Hai Slly lo udah gpp kan?" Ucap Ryan gue hanya mengangguk.
"Ehh ondel ondel ngapain lo disini??" Tanya Dio.
"Ehmmm 1 cewek 2 cowok nih!!" Ucap Nadine.
"Tau ah gelap gue ngga liat, gue ngga denger telinga gue ngeblur. Guys kuy pulang!!" Ucap Gue diikuti yang lain.
Dibelakang.
"Ini semua gara gara lo!!" Ucap Dio.
"Kok gue asal lo tau ya kakel gue yang paling sombong, lo juga belum jadi apa apanya Frisslly. Kalo lo emang sayang sama dia buktiin gue akan kasih dia untuk lo tapi tolong jaga dia!!" Ucap Ryan bijak.
__ADS_1
"Thank you Yan gue salpah sama lo. Lo ngorbanin perasaan lo demi gue, Thanks.!" Ucap Dio memeluk Ryan.
"Sory men gue cuma mau orang yang gue sayang bahagia. Jangan kecewain dia." Ucap Ryan lalu pergi