
Frisslly telah sadar setelah efek obatnya habis, dan sang anak pula dinyatakan sehat walaupun umurnya masih 7 bulan namun ia sudah seperti usia 9 bulan.
"Ma, Marisa pulang ya.. ya.. please ma!" Rengek Frisslly diberi tatapan tajam oleh Mama dan Mertuanya.
"Nggak!!" Jawab mereka serempak.
"Ah tau ah, bosen aku. Masa anak aku udah ga apa apa kok mommy nya ngga boleh pulang!" Ucap Frisslly mendengus kesal.
Tiba tiba dokter masuk bersama suster yang ikut dibelakangnya sambil mendorong box bayi.
"Emm maaf boleh saya memeriksa pasien?" Ucap Dokter melihat ke keluarganya namun terkejutnya dokter saat melihat tak ada pasien.
"Loh orang orang pada kemana??" Ucap Dokter bingung.
"Hahaha dokter dokter, ya gini deh nasib saya, keluarga liat cucunya eh anaknya sendiri ditinggal. Dah lah males gue, Aku boleh pulang ya dok?" Ucap Frisslly merengek Ryan hanya menggelengkan kepala. Setelah itu Dokter selesai memeriksa dan dinyatakan boleh pulang asalkan jangan banyak dibuat gerak.
Setelah pemeriksaan Frisslly langsung turun dari ranjang rumah sakitnya dengan cepat tanpa merasakan sakit sedikit pun hingga semua melongo.
"Heh!! Mau kemana??" Ucap Mereka semua serempak.
"Allah kalian kenapa sih!! Orang aku ngga kenapa napa kok!!" Ucap Frisslly mendekati box anaknya langsung dicegah oleh semua orang.
"Jangan!! Duduk kembali!!" Ucapnya serempak.
"Au ah gelap. Lebih sayang cucunya dari pada anaknya!!" Ucap Frisslly lalu duduk disofa dan mencabut paksa infus yang ada ditangannya.
Sreett.. Darah keluar mancur lalu langsung ditepis oleh Frisslly semua lagi lagi hanya melongo.
__ADS_1
"Kenapa sih gitu amat sama aku!" Ucapnya kesal.
"Kamu kalo dibilangin bandel ya!!" Ucap Mama Alizabete dan Belle menjewer anak dan mantunya kanan kiri.
"Aduh mama sakit aw.. lepas, Yan tolongin aku!!" Teriak Frisslly meringis.
"Mama udah ma kasihan Frisslly nya. Kalian mau nggedong ngga kalau nggak aku bawa pulang nih!" Ancam Ryan sontak Para wanita melepaskan dan berteriak.
"Jangan!!"
"Nah kan!!'" Ucap Frisslly malas.
___________
Dirumah.
Frisslly tak menghiraukan yang lain yang masih dibelakang, ia berjalan setengah berlari lalu naik tangga.
"Tau tuh jeng perasaan dulu aku ngga ngidam aneh aneh waktu hamil Marisa!" Ucap Alizabete bingung sambil menggendong anak Frisslly yang ganteng.
"Maklum lah ma, dia aja kalau tempur pas ada yang nyerang markas, ada yang ngerobek tangannya aja ngga kerasa apalagi luka begituan." Jelas Ryan membuat para orang tua ngeri.
"Yaudah lah ayok masuk kasian baby nya!" Ucap Papa Indra dan Alex
Oekk.. oekk..
"Ma, ini paling haus aku antar keatas dulu ya!!" Ucap Ryan lalu diangguki semua.
__ADS_1
_______________
Ceklek.
"Sayang.. Astaga kamu kenapa cuma pake handuk?" Tanya Ryan memalingkan Wajah.
"Apaan sih orang baru selesai mandi, kenapa emang?" Tanya Frisslly tersenyum geli.
"Dah cepetan kamu pake baju dulu!" Ucap Ryan membuang mukanya.
"Hahaha wajahmu lucu!" Ucap Frisslly lalu memakai pakaian nya.
"Dah kenapa? Ohh anak mommy yang ganteng haus ya sini sini sama Mommy!" Ucap Frisslly menggendong sang anak lalu menyusuinya
"Anak kita ganteng ya lucu lagi!" Ucap Ryan mengelus pipi gembul anaknya.
"Yaiya lah siapa dulu Mommynya hahaha!!" Ucap Frisslly tertawa senang.
"Dih siapa dulu Daddy nya!!" Ucap Ryan tak kalah sombong.
"Serah deh!" Ucap Frisslly.
Frisslly mengotak atik ponselnya sebentar lalu tersenyum.
"Yan besok kita pindah apartemen ya!" Ucap Frisslly tersenyum Devils nya.
"Kenapa?" Tanya Ryan mengerutkan dahi.
__ADS_1
"Ngga apa apa pingin aja hahaha sekalian liburan haha yang ini disewain aja!" Ucap Frisslly diangguki Ryan.
Walaupun Frisslly yang membeli semua kebutuhan keluarga dengan kartu debit nya namun itu semua adalah uang Ryan, ia menjalankan beberapa bisnis seperti Restauran, Caffe, dan satu perusahaan yang sudah bercabang dimana mana.