Cinta Leader Black Swan

Cinta Leader Black Swan
Eps 32~Gilsha and Verro.


__ADS_3

Semua orang telah datang dan hanyut dengan pikiran masing masing, hanya keheningan dan dibanjiri oleh air mata.


Ceklek..


"Dokter bagaimana kondisi anak saya??"


"Dokter gimana kondisi menantu saya?"


"Dok, adik saya gimana??"


"Doktel Kak Malisa gimana?"


"Dok, gimana kondisi Istri saya?"


Dokter yang keluar dengan keringat penuh dibuat pusing oleh pertanyaan beruntun dari keluarga tersebut, Ia nampak memijit pangkal hidungnya.


"Boleh dibicarakan diruangan saya?" Ucap Dokter semua nampak mengikutinya.


*


"Begini, kondisinya baik baik saja. Peluru yang ada diperutnya sudah berhasil saya keluarkan. Apa sebelumnya ia sudah mengalami luka tembak, Dan juga benturan dikepalanya?" Tanya Dokter membuat semua bungkam.


"Iya dokter baru saja seminggu yang lalu luka tembak nya sekarang ada lagi. Kalau soal benturan dikepala itu sudah lama!" Jelas Alizabete.


"Oh ngga apa apa. Kondisinya baik, tapi dia masih pingsan mungkin jika ia sadar nanti merasakan sakit kepala yang cukup besar." Ucap Dokter.


"Baiklah apa kita boleh menemuinya?" Tanya Bella dan dokter mengangguk.


**

__ADS_1


Author POV.


Semua duduk di pinggiran Ranjang diruang rawat, tak terkecuali Ryan yang setia ada disamping Marisa dengan menggenggam tangan Marisa.


Sebuah gerakan tangan tercipta ditangan Marisa. Ada rasa bahagia dengan cepat Ryan memanggil Dokter.


"Mohon semua keluar dulu ya!" Ucap Dokter.


***


"Apa disini ada yang bernama Verro? Dari tadi pasien bergumam menyebut nama Verro!" Ucap Dokter membuat Keluarga Ryan terkejut.


"Ve.. Verro??" Tanya Ryan sekali lagi dan Dokter mengangguk.


"Mama.. ma dia Gilsha Ma.. Dia Gilsha ma..,, Saya dok saya Verro!!" Ucap Ryan kegirangan lalu masuk.


Dia memandang lekat perempuan yang ada didepannya, digenggamnya tangan putihnya dan tiba tiba butiran air keluar dari mata indah Ryan.


MARISA POV.


"Gue dimana? Kok tempatnya kayak dulu gue kenal?" Gumam Gue.


Disana terlihat seorang anak perempuan berambut panjang menyelamatkan seorang anak laki laki yang akan tertabrak bus.


"Kamu ini pingin Mati ya, kalo mau Nyeblang itu liat kanan kili!" Ucap Anak perempuan cantik itu memarahi anak laki laki.


"Aku tadi ngga liat, Makasih ya.. Nama kamu siapa?" Tanya anak laki laki ganteng itu.


"Namaku Gilsha, kalau kamu?" Tanya Gilsha.

__ADS_1


"Nama aku Vello!" Ucap Si anak laki laki.


Karena menyelamatkan Verro, tangannya Gilsha terluka. Ingin sekali gue menolong anak itu tapi tak bisa.


Hingga Mamanya Verro datang berterima kasih lalu mengobati luka Gilsha.


Hari hari dilalui bersama hanya berdua. Anak Usia 5 Tahunan itu bermain bersama, hingga Verro diajak ke Inggris oleh orang tuanya dan berjanji akan kembali.


"Gilsha Maaf aku halus pelgi, aku janji akan kembali. Aku punya hadiah buat kamu. Nih!" Ucapnya memberi Gilsha sebuah kalung berbandul hati.


"Kamu mau kemana. Ini bagus banget Makasih Vello."Teriak girang Gilsha.


"Mau ke Ingglis suatu saat aku kembali. Bye!" Ucap Verro lalu menghilang.


Gue yang menyaksikan itu hanya bisa menangis, kasihan gadis kecil itu. Sekarang gue ingat kalau gadis itu adalah gue waktu kecil, dan Verro adalah Ryan. Gilsha kecil menyuruh gue menengok kebelakang dan entah apa tubuh gue terasa dan bangun kealam sadar.


Gue mengerjab kesamping dan menemukan Ryan sedang menangis.


°°°°°°


"Jangan sedih, Verro gue tau lo akan jaga hati buat gue Gilsha!" Ucap gue pelan lalu Ryan menengok kearah gue.


"Gilsha, Gilsha gue... Mama Papa Om Tante. Marisa bangun!!" Teriak Ryan kencang seketika semua orang masuk dan mengucap syukur setelah gue pingsan 2 hari.


"Mama dia Gilsha Ma, Dia kekasih kecil Verro ma!" Ucap Ryan bahagia sambil meneteskan air mata.


"Verro gede jangan nangis dong. Massa Gilsha ada disini masih nangis!!" Ucap Gue tersenyum lalu menghapus air mata Ryan.


"Iya sayang ini gue!! Verro, Gue sayang sama lo Sha!!" Ucap Ryan Memelukku .

__ADS_1


'''''''''''''''''


__ADS_2