Cinta Leader Black Swan

Cinta Leader Black Swan
Eps 39~Minimarket


__ADS_3

"Verr, aku mau ke Minimarket bentar ya, bahan di kulkas abis!" Ucap gue pamit.


"Mau ku antar?" Tawarnya gue hanya menggeleng.


Gue berjalan kaki menuju Minimarket sesampainya disana gue memilih milih aneka bahan bahan dapur, setelah selesai gue pun membayarnya namun sebelum itu..


Brukk...


"Aww.. sory sory gue ngga sengaja!" Ucap gue cepat karena menabrak seseorang.


"Lho Marisa?" Ucap laki laki itu.


"Axel.. Aa.. aku kangen kamu!!" Ucap gue memeluk Axel.


"Yaela aku juga kangen sama kamu!" Ucap Axel mengecup kening gue.


"Kamu kenapa datang ngga ngabarin aku?" Tanya gue merengek.


"Sebetulnya sih mau kasih kejutan buat gadis cantikku ini tapi gimana lagi kamunya udah tau." Jelas Alex memayunkan bibirnya.


"Tu bibir monyong kek gitu minta dicium. Wkwkwk.." Ucap gue.


"Kalo boleh juga gpp!" Ucap Axel dengan watados seketika ku beri pelototan tajam.


"Eh ngga ngga canda Mar!!" Ucap Axel gugup gue menahan tawa atas itu.


"Iya." Balas gue.


"Caffe yuk dah lama ngga berduaan sama kamu!" Ucap Axel.


"Kuy tau aja. Hahaha.." Ucap gue senang lalu mengajak Axel ke Caffe biasa gue nongkrong.

__ADS_1


Dicaffe pun kami menghabiskan waktu bersama sampai larut, membicarakan sesuatu hal yang besar. Dan juga tadi ada Vany.


"Eh itu bukannya Frisslly ya?" Tanya Vany pada Fahri.


"Iya yah tapi kok yang laki bukan Ryan. Mesra banget lagi!" Ucap Fahri.


"Wah wah ngga bisa di biarin nih!" Ucap Vany


Lalu Vany dan Fahri mendekat ke meja gue.


"Gue ngga nyangka Slly, lo ternyata selingkuhin Ryan!" Ucap Fahri.


"Iya gue kira lo cewek baik baik!" Ucap Vany.


"Hahaha emang benar, tapi asal lo tau Van, Ri lo belum tau semua tentang gue termasuk ini, kalau lo mau kasih tau Ryan terserah. Karena Axel cinta pertama gue!" Ucap gue tersenyum penuh arti.


"Oke kalo itu yang lo mau!!" Ucap Vany.


______________


Gue masuk membuka pintu perlahan lalu menuju kamar.


"Kemana aja? Jam berapa ini!!" Tanya Verro dingin mengejutkan gue.


"Ada urusan!" Ucap gue dingin.


Verro nampak kesal menahan amarahnya.


"Ada urusan apa kamu sampai jam segini baru pulang!!" Ucap Verro dengan nada tinggi.


"Bukan urusan lo!" Jawab gue.

__ADS_1


Author POV


Karena tak bisa menahan emosi, Verro lalu mendorong Gilsha dengan kasar ke Ranjang. Gilsha yang telah tau apa yang akan dilakukan nya pun tubuhnya bergetar.


"Mau apa mmmp.."


Verro pun melakukannya paksa. Gilsha pun hanya menahan sakit sambil meringis butiran air matanya pun telah keluar.


Verro yang telah sadar dari emosinya pun mengacak rambut frustasi.


Akkhh bodoh!! Bisa bisanya gue lakuin waktu emosi, tapi ini balasan agar kau tak berdekatan dengan laki laki lain. Batin Verro lalu meninggalkan Gilsha yang telah tertidur.


_____________


Pagi hari.


"Aww.. bangs*d sakit.." Rintih gue lalu masuk kamar mandi.


Setelah mandi gue masak lalu pergi kerumah Mama tanpa gue sadari seseorang mengikuti gue.


"Mama.. aku kembali!" Ucap gue teriak.


"Kebiasaan!" Ucap Mama.


"Emm ma dia pulang!" Ucap gue pelan


"Terus kamu mau balikan sama dia? Kasian Ryan nak!!" Ucap Mama terkejut.


"Tapi gimana lagi Ma??" Ucap gue lagi.


"Kamu harus pilih salah satu, Dia atau Ryan!" Ucap Mama tegas lalu pergi.

__ADS_1


Gue pun tersenyum lalu pergi kekamar.


Apa ini apa maksudnya dia tak lagi mencintai ku??" Batin Ryan tak sengaja mengeluarkan air mata.


__ADS_2