
Hari ini hari terakhir dilaksanakannya ujian akhir semester, kenaikan ke kelas 11.
"Busyet dah, nih soal susah banget bat!" Gumam Nadine.
"Lo aja yang lemot nih gue dah selesai. Kalo mau nyalin cepet!" Ucap gue menyerahkan lembar salinan jawaban gue.
"Mueheheh makasih Frisslly sayang!!" Ucap Nadine.
"Humm!!" Balas gue memutar mata jengah.
♪
♪
"Et dahh.. gila tuh guru kasih soal banyak banget bat!" Umpat Vany.
"Hahaha lagian siapa suruh ngga seruangan sama gue" Ucap gue, Vany nampak kesal.
"Kalau gue tau mana gue mau sendiri diruangan sebelah!" Ucapnya lagi.
"Hahaha pacar gue kenapa sih marah marah, ngapain juga dipikirin. Udah selesai ma yang pertama yang kedua salah benar urusan belakang!" Ucap Fahri kekeh.
"Itu mah prinsip lo Ri!!" Ucap Vany kesal.
"Gimana Verr susah ngga?" Tanya gue pada Verro.
"Hahaha gampang tapi ada satu soal yang belum bisa?" Ucap Verro sedih
"Apaan?" Tanya gue penasaran.
"Bikin lo bahagia.." Ucap Verro lalu mencubit hidung gue.
"Ih bucin ya sekarang!!" Teriak gue mengejar Verro.
"Kejar aja kalo bisa Gil!!" Ejek Verro.
__ADS_1
___________
"Mereka serasi banget ya?" Tanya Dina saat dirangkul Dio.
"Iya lah orang mereka pasutri!" Ucap Dio keceplosan.
"Hah? Pasutri??" Tanya mereka semua bersamaan.
"Hemm abang mulutnya dah.. yaudah lah gak apa apa yang penting kan halal." Ucap gue tersenyum.
"Itu beneran Slly?" Tanya Rangga tak percaya.
"Apanya yang beneran?" Ucap gue mengerutkan dahi.
"Lo nikah sama sih orang es ini?" Tanya Rangga gue hanya mengangguk Ryan nampak memasang wajah dinginnya lagi.
"Iya lah lagi pula dia kekasih kecil gue dulu ya ngga Ice people Wahahaha" Ucap gue bahagia.
"Hemm tapi cocok sih badgirl and Ice man." Ucap Riri.
"Wee sekate kate lo ngomong, die nye juge badgirl ngataen orang aduhh Rangga pacar loo!!" Ucap gue menepuk jidat.
"Ye lo anggap gue covid-19 apa?" Ucap gue.
"Mirip sih!!" Ucap Diva.
"Ehh!!"
"Dahlah kuy kantin!!" Teriak Vany semua bersorak senang.
_____________
Apartemen.
"Verro rencana lo liburan besok mau kemana?" Tanya gue bersandar di senderan ranjang.
__ADS_1
"Ngga tau juga aku pengennya sih sama kamu!" Ucap Verro tersenyum.
"Sa ae lo Ice people." Ucap gue menjulurkan lidah.
"Aduh duh duh udah.. ampunn... ihh... hahahaha.. udah Verr.. udahh.. ampunnn." Teriak gue saat Verro menggelitik perut gue.
"Nggak ngga ada ampunan buat kamu!!" Ucap Verro terus menggelitik.
Tiba tiba datang lah ide cemerlang.
"Aduh perut aku sakit aw..." Ucap gue pura pura kesakitan.
"Lho.. aduh gue ceroboh banget.. mana yang sakit mana!!" Ucap Verro menghentikan aksinya. Saat itu juga gue lari.
"Tapi boong hahahaha... Jdukk.. aduhh bang*ad!" Teriak gue karena menabrak pintu.
"Hahaha sukurin karma tuh ngerjain suami." Ucap Verro mendekati kaki gue yang terluka.
"Bukannya ditolongin malah diketawain gimana sih!" Ucap gue mendengus kesal.
Verro tak berucap apa pun lalu ia menggendong gue untuk keranjang meletakkan tubuh gue perlahan, ia pun mengambil obat merah.
"Mangkanya jangan ceroboh!" Ucapnya dingin seakan mengerti gue hanya diam.
"Aww.. sakit pelan pelan!!" Rintih gue.
"Dah selesai!!" Ucapnya dingin.
"Kamu marah sama aku?" Tanya gue pelan.
"Nggak!!"
"Terus kenapa diem??" Ucap gue.
"Hahaha mana bisa aku marah sama Gilsha ku sayang..!!" Ucapnya tertawa lebar gue pun ikut tertawa.
__ADS_1
Gue bahagia sudah bersama Verro orang yang bisa membuat gue bahagia saat gue terpuruk walaupun sikapnya yang agak dingin pada orang. Haha padahal gue juga wkwkwk..
Ya tuhan terima kasih telah menurunkan seseorang pendamping yang sempurna bagiku. Takkan ku biarkan seseorang melukai orang yang ku sayang, juga anak anakku kelak! Gumam Gilsha dalam hati lalu tersenyum.