Cinta Leader Black Swan

Cinta Leader Black Swan
Eps 51~Trauma 2.


__ADS_3

Setelah memakai jaket Vany dkk langsung menapah Frisslly masuk mobil lalu membawanya ke RS diikuti mobil Ryan dibelakang.


__________


Setelah sampai Frisslly langsung diperiksa oleh dokter, semua menunggu didepan pintu.


"Lo tadi kemana sih Yan, gue telpon ngga lo angkat lo telponan sama sapa?" Ucap Dina kesal.


"Tadi gue ditelpon Frisslly, terus pas gue angkat dia ngga ngomong apa apa malah teriak minta tolong, nangis terus hpnya mati. Gue bingung terus gue lacak ada di gudang!" Jelas Ryan sendu.


"Ya.. maaf Yan gue nuduh lo yang nggak nggak!" Ucap Dina merasa bersalah dibalas senyuman kecut oleh Ryan.


"Sampe adek gue kenapa napa ****** tuh orang!" Geram Dio ditenangkan Rangga, Rakha, Galang, Fahri.


Ceklek..


"Disini ada keluarga pasien?" Ucap Dokter.


"Saya suaminya, Saya kakaknya!" Ucap Ryan dan Dio bersamaan Dokter nampak terkejut sebentar.


"Emm pasien lagi depresi, apa pasien mengalami hal yang sangat besar hingga otaknya terlalu terbebani?" Tanya Dokter dan kami semua mengangguk.

__ADS_1


"Oh pantesan, apa dia juga sedang mengandung?" Tanya Dokter.


"Iya dok 3 bulan apa itu berpengaruh?" Tanya Ryan sendu.


"Iya jika keadaan pasien memburuk, tapi saya sarankan ke psikolog saja, dan kalian sebangai teman terdekatnya harus memberi suport selalu. Saya permisi!" Ucap Dokter kami semua hanya mengangguk.


Ceklek..


Nampak seorang wanita bule sedang berbaring dan tangannya tertancap jarum infus. Ryan dan yang lain mendekat. Ryan mengelus telapak tangan Frisslly dan menciumnya.


"Sayang kamu kenapa kayak gini, maaf kan aku, aku lalai sebagai suami mu!" Ucap Ryan menjatuhkan bulir air dimatanya tiba tiba Frisslly bangun dan berteriak.


"Kalian siapa, pergi!!!" Ucap Frisslly histeris kembali dengan cepat Ryan memeluknya.


"Ryan, Bang Dio, Vany, Nadine, Diva, Riri, Dina, Fahri, Rangga, Rakha, dan Galang makasih untuk kalian semua. Dan gue minta maaf kalo sempat berbuat yang ngga ngga sama kalian!" Ucap Frisslly kembali ke kepribadiannya kembali semua bernafas lega.


"Ngga apa apa lo sekarang istirahat ya!" Ucap Vany lembut dan Frisslly mengangguk.


"Yaudah istirahat nanti biar cepat pulang!" Ucap Ryan mengecup kening Frisslly lalu hendak keluar sebentar tangannya dicekal Frisslly.


"Jangan pergi aku takut!" Ucap Frisslly gemeteran.

__ADS_1


"Ngga akan aku tinggalin kamu, aku akan telpon orang sebentar." Ucap Ryan lalu Frisslly mengangguk.


"Bang titip bentar aku ada urusan buat Ziko!" Ucap Ryan tegas.


________


"Hallo bang, gue mau lo tangkep Ziko! Bagaimana pun caranya!" Ucap Ryan menelpon kakaknya.


"Ada masalah apa lo sama Ziko?" Tanya Zeka.


"Dia mau nyelakain Leader lo!" Ucap Ryan dingin.


"Oke oke terus nanti kalau udah kena gue apain?" Tanya Zeka.


"Siksa! Lalu perusahaan Alexander kikis sedikit saja biar menderita dulu!" Ucap Ryan.


Tanpa sepengetahuan Ryan, Dio sedari tadi mendengarkan percakapan adik kakak tersebut, senyuman tersungging di bibir Dio.


Gue ngga salah ngelepasin adek gue buat lo, semoga lo bisa jaga adek gue selamanya! Ucap Ryan dalam hati.


"Ngapain disitu bang?" Ucap Ryan mengerutkan dahi melihat Dio mengintip Di pintu.

__ADS_1


"Ehh enggak tadi gue mau bersin, terus ngga jadi!" Ucap Dio ngeles Ryan hanya tersenyum tipis.


__ADS_2