Cinta Leader Black Swan

Cinta Leader Black Swan
Eps 41~ Bersama Axel kesekian kali


__ADS_3

Marisa saat ini ada dirumah Axel. Ia pun menyapa kedua orang tuanya dengan hangat.


"Tante Dewii.. Om Indraa...!" Teriak gue lalu memeluk keduanya.


"Aa.. Marisa sayang, udah gede ya sekarang, gimana kabar Mama Papa?" Tanya tante Dewi.


"Iya sayang kenapa ngga diajak?" Ucap Om Indra.


Sontak hal itu membuat Marisa merubah kepribadiannya menjadi dingin karena hal itu.


"Mama udah cerai sama papa, dia bunuh adik aku 5 tahun lalu!" Ucap gue dingin lalu menatap ke arah lain.


Om Indri, tante Dewi dan Axel pun terkejut atas pengakuan dan perubahan sikap Marisa.


"Ya Allah sayang maaf ya nak kami ngga tau lalu sekarang dimana mereka?" Tanya Om Indri.


"Mama nikah lagi sama Papa Alexander Graham, Leon dibunuh kakak tiri aku, sedangkan anaknya Leon aku bunuh!" Ucap gue dingin mengeluarkan hawa membunuh.


Semua orang disana bisa merasakannya, bahkan Tante Dewi Sampai bergidik ngeri.


"Heii.. sudahlah gadis cantikku jangan marah marah kamu ngga inget apa kata dokter?" Ucap Axel.


Gue pun menghela nafas panjang lalu mengangguk.


"Emang kamu kenapa kok sampai kedokter?" Tanya Om Indri.

__ADS_1


Gue pun menceritakan apa yang telah gue lalui bersama Axel tadi Om Indri dan Tante Dewi nampak mengangguk mengerti.


"Oh ya dudah istirahat gih kamar kamu ada disamping kamar Axel!" Ucap Tante Dewi gue pun mengangguk. gue istirahat dirumah Axel lalu pulang pukul 21.55 WIB.


*****************


"Habis kemana lagi lo?" Suara bariton yang sangat familiar mengejutkan gue.


"Udah gue bilang, gue sibuk. Capek mau tidur!" Balas gue.


"Lo sibuk ngapain sih, gue lihat lo ngga ngurus perusahaan papa lo tuh!" Ucap Ryan seakan tak terjadi apa apa.


"Ada gue punya restauran. Mangkanya gue sibuk!" Ucap gue dingin.


"Ga apa apa." Jawab gue acuh.


____________


Hari hari gue selama ini gue lalui bersama Axel. Dia sangat amat menjaga gue, tak dibiarkan gue tergores sedikit pun, dan apabila ada yang berusaha mencelakai gue, Axel tak segan segan membunuhnya, kemarin saja ada yang hanya sengaja menyenggol lengan gue pun. Lengan


nya dipatahkan Axel, berlebihan mungkin, tapi gue sangat menghargainya.


Hari ini tepat 3 Minggu gue dingin pada Ryan. Alasan nya tak bisa kukatakan sekarang. Dan hari ini pula gue jalan bersama Axel untuk kesekian kali nya.


"Axel!!" Ucap gue memanggil Axel.

__ADS_1


"Humm!!" Jawab Axel.


"Lo ngga bosen jalan sama gue mulu?" Tanya gue.


"Ya enggak lah, kalo gue bosen tinggal kembali ke Negara C ngapain susah susah. Gue kesini juga karena kangen lo gadis cantikk!" Ucap Axel tersenyum.


"Bener??" Tanya gue lagi.


"Tapi boong!!" Ucap Axel tertawa lebar.


"Axel!!" Teriak gue.


"Hahahaha ya enggak la. Beneran gue kangen lo!" Ucap Axel lalu gue tertawa.


"Axel mampir ketoko itu yuk!" Ucap Gue menunjuk sebuah toko.


"Ngapain?" Tanya Axel.


"Beli cabe!!" Ucap gue kesal.


"Emang ada?" Tanya nya penasaran.


Nih orang **** apa ngga tau sih! Batin gue.


"Ada, adanya itu Cewek Cabe cabean lo itu ngga tau apa **** sih Xel. Jelas jelas toko Roti masa iya ada cabe ada ada aja lo!" Jawab gue kesal sedangkan yang diomelin nyengir ngga jelas.

__ADS_1


__ADS_2