
"Eh Marisa tunggu gue!" Teriak Ryan membuatku menghentikan langkah.
"Ah aduh!!" Teriak gue pura pura kesakitan sambil memegang perut.
"Ehh tu kan kenapa lagi.. Mana yang sakit.. kita ke RS sekarang ya.." Ucapnya beruntun membuat gue tertawa.
"Hahahaha maaf, nggak kok gue ngga kenapa napa, Lagian teriak teriak kek sekolah punya kakek lo aja!" Ucap gue meledeknya.
"Awas kalo sampe lo bohongin gue lagi. Yaudah yok kelas." Ucap Ryan lalu gue mengangguk.
___________
Ditempat lain♥.
"Eh kabar Frisslly gimana ya?" Ucap Vany sedih.
"Ngga tau juga kemaren mau kesana, kita ada tugas dadakan dari bu Ina." Jawab Nadine.
"Tau tuh Rese tuh guru! Kelas ngga ada Frisslly sepi sumpa ngga ada yang diajak berantem sama bolos ya nggak?" Ucap Diva.
"Iya gue kangen sama tuh bocah, walaupun kadang kadang ngeselin." Ucap Vany.
"Oh ada yang kangen!" Ucap Gue dipinggir pintu mereka semua sontak melihat kearah gue.
"Surprise!!" Tambah gue tersenyum.
"Frisslly!!! Gue kangen tau ngga sama lo!!" Ucap Vany dan yang lain memeluk gue.
"Iya gue juga!!" Ucap Nadine dan Diva.
Gue hanya meringis karena luka gue kesenggol Vany untung ada Ryan.
"Oy kasian Marisa tuh! Lukanya aja belom kering lo senggol kalo koma lagi gimana!!" Teriak Ryan membuat Vany Dkk melepas pelukannya.
"Owhh ya ampunn Frisslly maaf in gue, gue lupa karena bahagia banget!" Ucap Vany mengecek tubuh gue.
"Yaela santuy atu mamank. Wkwkwk.." Ucap gue lalu tos.
"Yaudah kuy duduk!" Ucap Nadine.
__ADS_1
"Oke, Oiya Yan makasih ya.. Muach.." Ucap Gue cium jauh.
"Aaa meleleh atu hati abang. Wahahaha bye nanti pulang bareng gue aja ya!!" Ucap Ryan.
"Ih abang abang, abang tukang bakso..
"Heh malah nyanyi.. Yaudah bye.." Ucap Ryan memotong nyanyian gue.
_____________
"Selamat pagi anak anak!!" Ucap guru tiba tiba masuk.
"Pagi buk..
"Et dah baru aja mau bolos dah masuk aja tu guru." Umpat Vany.
"Ehh Vany apa kamu bilang, Mau bolos mau ibu BK?" Ucap Bu Sartika
"Eng enggak bu, ibu salah denger aja!" Ucap Vany cengengesan.
"Lho Frisslly udah masuk? Gimana kabarnya? Ibu dengar kamu kena tembak dibagian perut ya?" Tanya Bu Sartika..
"Ha?? Pacar abang main tembak tembakan?
"Emm cantik cantikk mainnya tembak.. keren!!
"Heh Diam!!" Teriak bu Sartika lalu melirik kearah gue.
"Hehehe iya bu, kabar saya baik. Ini cuma luka kecil doang kok bu.. saya udah biasa sama yang beginian!" Ucap gue membuat semua menoleh kepadaku.
"Kenapa apa ada yang salah?" Tanya gue pada teman sekelas gue.
"Luka kecil??
"Udah biasa??
"Lo manusia pa bukan sih!
"Emm yaudah GWS ya Frisslly. Oke anak anak kita lanjutkan pelajaran sekarang..
__ADS_1
__________
Kantin♪.
"Adek abang yang cantik, Maaf ya tadi ngga bisa berangkat bareng. Soalnya nganter Mila dulu!" Ucap Dio mengecup kening gue lalu duduk.
"Hemm lain kali tungguin napa. Oiya bang apa Mila takut sama aku ya?" Tanya gue.
"Emang kenapa Slly?" Tanya Vany kepo.
"Lo pasti udah tau Van!" Ucap gue mengedipkan sebelah mata.
"Oh masalah dor dor an?" Ucap Vany membuat gue tertawa.
"Sa ae lo bambank!" Ucap gue.
"Kayak nya sih engga dia juga pasti ngga akan paham kek gituan. Gini deh nanti pulangnya kita jemput dirumah nenek." Ucap Dio gue hanya mengangguk.
"Ibuk pesen makan dong bu!!" Ucap Diva.
"Iya pesen apa neng?" Tanya bu Irma ramah.
"Saya pesan ............ sama....... 6 porsi sama sahabat saya udah bu ini aja. Makasi" Ucap Vany ramah.
"Gini deh berhubung ade gue udah sembuh, nah kalian semua gue teraktir!" Ucap Dio bahagia.
"Beneran Kak?" Tanya Diva semangat.
"Wee sinyal 4G." Ucap Nadine.
"Iya dong terserah mau pesan apa!" Ucap Dio gue hanya tersenyum lalu teringat sesuatu.
"Oiya bang, gue mau kasih tau. Uang di Rekening tn. Leon saat masih hidup gue pindahin ke Rekening gue yang baru dan hanya masih tersisa 1 T di atm yang abang bawa." Ucap gue menunduk.
"Abang paham kok untuk jebakan doang kan kemarin?" Ucap Dio lalu gue mengangguk.
"Oiya kalo abang mau pake nanti ambil aja di laci gue, isinya 40 M."Jelas gue lalu Dio tersenyum.
"Ngga usah buat tabungan aja lagi pula uang 1 T ngga bakalan ngabisin buat kedepannya kalo ngga ada urusan mendesak!" Ucap Dio lalu gue mengangguk.
__ADS_1
Kini tak ada rasa canggung diantara gue dan Kak Dio, semua baik baik aja. Karena gue dan kak Dio sadar kalau cinta gue dan Dio hanya sekedar kasih sayang Adek kakak.
♥Lanjutttt♥