
Hemm setelah kepulangan Frisslly hari itu, Ryan tak memperbolehkan Frisslly untuk datang kesekolah lagi hingga 4 bulan lamanya ia tak berangkat sekolah.
"Ayolah Yan, boleh ya aku berangkat?" Rengek Frisslly.
"Jangan sayang, perut kamu aja makin gede udah 7 bulan lagi!" Ucap Ryan halus.
"Tapi kalau udah lahir boleh sekolah lagi ya!?" Ucap Frisslly kekeh.
"Hemm tapi nanti baby nya gimana kalau ditinggal sekolah?" Tanya Ryan mengerutkan dahi melihat Frisslly tersenyum Smirk.
"Adalah, nanti yang pasti ngga repot buat aku!" Ucap Frisslly kekeh.
"Iya deh yang penting kamu ngga terbebani!" Ucap Ryan lalu pamit berangkat.
♪•♪•♪•♪•♪•♪•♪•♪•♪
Saat ini Frisslly menonton TV ditemani asisten rumah tangga nya yang baru, umurnya sih terbilang udah agak tua udah 56 Tahunan
"Non, mau bibi bikinin minum?" Tanya Bi Inah.
"Ngga usah bi, kasian bibi udah cape cape ngurus rumah!" Ucap Frisslly halus.
"Non kan saya disini bekerja jadi itu kewajiban bibi!" Ucap Bibi sambil menunduk.
"Jangan gitu bi, kita disini sama derajat nya, kita juga manusia yang saling membutuhkan!" Ucap Frisslly tersenyum sambil mengelus perutnya yang membuncit.
"Hati non sangat baik semoga tuhan selalu memberkati Non Frisslly!" Ucap Bibi lagi.
"Jangan panggil Non dong Bi, panggil Frisslly aja atau ngga panggil Nak aja, aku ngerasa ngga enak!" Ucap Frisslly.
"Hemm baiklah Non eh Nak, Lho nak kaki nak Frisslly kok bengkak?" Ucap Bibi kaget.
__ADS_1
"Ngga tau juga bi, kenapa ya kok aku ngga ngerasa!" Ucap Frisslly bingung.
"Biasanya kalo gini mau melahirkan nak! Bibi ambilin air hangat ya buat kompres?" Ucap Bibi Dan hanya dibalas anggukan.
___________
"Yan, Frisslly mana kok ngga pernah berangkat gue kangen tau!" Ucap Vany kesal.
"Dia dirumah kasian, perutnya dah gede!" Ucap Ryan semua nampak mengangguk
"Nanti kita bo-
Omongan Diva terpotong saat ada bunyi dering handphone milik Ryan.
"Nah noh yang dibicarain telpon!" Ucap Ryan.
"Frisslly?" Tanya Nadine dan Ryan mengangguk.
"Hallo sayang ada apa??" Ucap Ryan disebrang.
"Hallo den, ini saya bi Inah kayaknya Nak Frisslly mau lahiran, Aden ke RS sekarang ya bibi perjalanan!" Ucap Bibi.
tut!
"Aduh bi sakit perut aku!!" Ucap Frisslly meringis menahan sakit.
"Sabar non kita ke Rumah sakit sekarang!" Ucap Bi Inah memanggil pak Budi supir pribadi Frisslly.
_________
Kantin sekolah.
__ADS_1
"Gimana Yan?" Tanya Riri kepo.
"Duh gimana ya, Frisslly sekarang Di RS mau lahiran, Bang gue izinin ya biar Nana yang urus masalah OSIS!" Ucap Ryan lalu pergi.
"Yan kita ikut!!" Ucap Diva dkk Ryan hanya mengangguk.
___________
Di RS. Bunda Sehat.
Seseorang nampak kesakitan menahan sakit yang ada diperutnya namun ia tahan.
"Bentar ya mbak, tapi ini masih lama!" Ucap Suster menenangkan.
"Tapi ini sakit Mbak!!" Ucap Frisslly tak tahan.
"Bentar mbak mungkin bentaran!" Ucap Suster.
Diluar Ryan dkk datang tergesa gesa mencari keberadaan kamar Frisslly ia melihat ada bi Inah langsung menghampiri nya.
"Gimana Bik?" Tanya Ryan ngegas.
"Didalam Den, lagi sama dokter!" Ucap Bi Inah.
Ceklek.
"Apa disini ada keluarga pasien?" Tanya Dokter.
"Saya suami nya dok!" Ucap Ryan membuat Dokter terkejut karena masih menggunakan seragam SMA.
"Gini pasien tidak bisa melakukan secara normal dan harus operasi, apakah pihak keluarga setuju?" Ucap Dokter.
__ADS_1