
Tringg tingg(2 pesan tak terbaca)
+6253*******
P
SC, Dio anak 11 Mipa 5.
Fisly;)
Hmm...
lo dapet nomer gue dari mana?
+6253*******
Gue kan peramal. Hahaha
Fisly;)
To the point apa mau lo!!
+6253*******
Gue mau lo!
Fisly;)
Sory kagak dijual bye!!
Auto blokir!
__________
Si*lan nomer gue di blokir, nih cewek ya!!
Keesokkan hari nya.
"Hai mau ke kelas??" Dio.
Ngapain sih kek jailangkung, datang tak diundang pulang tak diantar.
"Hmm.." Gue.
__ADS_1
"Please jangan dingin sama aku!!" Ucap Dio.
Gue lalu memandang mata Dio sekejap.
Deg..
Apa gue beneran jatuh cinta sama nih cewek!! Batin Dio lalu memalingkan wajahnya.
"Hah kalo suka ngga usah disembunyiin kali!!" Ucap gue lalu pergi.
"Ckk,, ditinggal.. Frisslly tunggu gue!!" Teriak Dio.
Gue terus berjalan tanpa menghiraukan si Dio yang terus mengejar gue dan akhirnya sampai dikelas.
"Frisslly gue mau ngomong sama lo!!" Ucap Dio menggenggam tangan gue.
Degg. Gue melirik tangan gue yang digenggamnya
"Sory sory gue ngga sengaja, nih gue punya coklat buat lo!!" Ucapnya menyerahkan coklat pada gue.
"Buat gue??" Tanya gue tersenyum.
"Iya tapi please jangan senyum!!" Ucapnya.
"Kenapa?" Ucap gue tak sadar bersikap manis padanya.
Blushh, ngga pake perona pipi tapi merah nji*
"Thank gue masuk kelas!" Ucap gue lalu pergi.
Bodo apa kata papa gue yakin perasaan gue ke Frisslly itu beda!! Batin Dio lalu berjalan ke kelasnya.
"Cie ada yang lagi senyum nih!!" Ucap Stevany menggoda Gue.
"Baru dapet apaan tuh bahagia banget!!" Ucap Nadine dan Diva.
"Biasa dari kesayangan Dio!! Hahaha!" Ucap Stevany.
Melihat Stevany menggoda gue, terlintas pikiran jahil di otak gue.
"Jangan macem macem dibelakang jaket gue ada pistol yang kemarin, mau coba gimana rasanya!!" Ucap Gue berbisik pada Stevany.
Deg. Muka Stevany mendadak pucat.
__ADS_1
"Hahah gue bercanda kali Stev, ngga tega juga gue ngerjain lo pake begituan!" Ucap Gue sambil tertawa.
"Emang lo bilang apa?" Tanya Diva kepo.
"Tanya aja tuh Stevany!" Ucap gue santai.
Diva pun menengok ke arah Stevany untuk mendapatkan jawaban, namun Stevany hanya tersenyum, karena dia tau gue cuma bercanda.
Haha padahal gue beneran bawa pistol wkwks.
"Ihh gak lucu tau!! Yaudah yoks kantin!!" Ucap Nadine dan gue setujui.
___________
Dikantin.
Waktu gue duduk dikantin, rasanya gue mencium bau yang tak asing bagiku, Yes itu dia bubuk mesiu.
Gila siapa lagi yang bawa beginian selain gue!! Batin gue sambil melihat kerah kantin mata gue tertuju pada orang dibelakang tembok.
"Lo liat apaan sih Fiss?!" Tanya Stevany, gue tak menjawab dia pun mengikuti arah pandang gue.
"Hah dia siapa??" Ucap Stevany terkejut.
"Sttt dia kayaknya punya musuh disini!" Ucap gue.
"Eh lihat deh arah pistolnya mengarah ke---" kata kata Diva tersela olehku.
"Dio!!" Bisik gue dingin lalu melempar botol minuman tepat pada pistolnya.
Prakk... Sia*an. Umpat gadis bertopeng itu.
Semua orang dikantin melihatnya ketakutan.
"Mundurr" Teriak gue pada seisi kantin, gue takut ia membawa pistol cadangan.
Gue mengeluarkan pistol dari balik jaket gue tak lupa memakai masker. Dan mengarahkannya tepat didepan matanya.
"Siapa lo??" Ucap gue.
"Bukan urusan lo!!" Ucapnya lari berlari.
Dorr. Aww.. tunggu pembalasan gue.
__ADS_1
Gue menembak salah satu kakinya namun ia masih bisa berlari.
Duh jiwa mafianya keluar nih. Thank you Frisslly lo udah nyelametin hidup gue!!