
"Cepat cari data datanya gue ngga mau tau sekarang harus ada ditangan gue!!" Bentak Ryan pada sekretarisnya.
Hemm kita lihat saja Frisslly siapa yang akan ada disamping lo! Batin Ryan menyeringai.
"Maaf bos tapi dia menutup identitas nya rapat rapat hanya ada soal bisnis bukan dunia seperti itu. Tapi apa boleh saya tau ciri cirinya?" Tanya Devan sekertaris Ryan.
"Hmm dia orangnya dingin datar, cantik, tapi kayaknya dia orang asing, dilihat dari wajahnya." Jelas Ryan.
"Oh, saya pernah mendengar ada ciri ciri leader mafia terbesar Di negara ini. Nama geng nya Black Swan bos!" Ucap Devan Ryan pun mengangguk.
Ryan pergi ke markas mafianya karena tingkat Mafianya ada diperingkat 5.
Dorr!!
"Woy kumpul!!" Teriak Ryan.
Semuanya pun lari untuk berkumpul segera!!
"Ada apa bos!!"
"Siapkan semuanya kita akan menyerang BS!" Ucap Ryan dingin.
"Ngga salah bos?"
"Nggak memang kenapa?" Tanya Ryan.
"Dia ngga akan mengampuni musuhnya bos! Dia kejam namun katanya dia sedang hamil." Balas Vano.
"No problem!" Ucap Ryan menyeringai.
Ditempat lain.
"Verr, kok perasaan ku ngga enak ya!" Ucap Gilsha.
"Perasaan doang, tapi kenapa?" Ucap Verro.
"Kita kemarkas aja aku yakin mau ada yang nyerang markas!" Ucap Gilsha mantap.
"Kamu lagi hamil lo Gil!" Ucap Ryan.
"Ga apa apa aku sniper aja!" Ucap Gilsha tersenyum.
Dan benar Ling ling membisikkan sesuatu.
*Ada yang mau nyerang markas dia teman kamu disekolah, tapi ingat kamu jangan atasi sendiri minta tolong Zeka*!
"Emm makasih ling ling!" Ucap Gilsha.
"Ngomong sama ling ling?" Tanya Verro.
"Iya dan aku yakin yang nyerang itu Dragon Fly, Milik Ryan hahaha banyak banget ya musuh kita!" Ucap Gilsha menyeringai.
Gilsha menelpon Zeka agar pasukan siap siap sebentar lagi ada penyerangan dadakan, Gilsha akan jadi sniper saja kali ini.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
__ADS_1
Brak!!Dorr!!
"Dimana leader kalian!!" Bentak Ryan.
"Hahaha dia akan muncul saat menyiksamu!" Ucap Zeka tertawa lalu menembak pasukannya.
Dorr... Sruett.. Krakk.. Dor..dor..Klatak..bugh...bagh..
"Aaa...
"Hmm bagaimana ini leader kami belum gabung ya!!" Ucap Christine.
Dor dor dor peluru jarak jauh meluncur mengenai kakinya!!.
"Kenapa lo cari gue!" Ucap Frisslly dingin.
"Sudah gue duga lo adalah leadernya!" Ucap Ryan lemah.
"Hmm lalu?" Ucap Frisslly makin dingin.
"Oke kita main main sekarang, Aldo tolong bawa dia dikamar!" Ucap Frisslly tersenyum Devils.
Yang dimaksud Frisslly kamar itu adalah ruang penyiksaan dibawah tanah.
"Baik Queen laksanakan!" Ucap Aldo lalu menarik lengan Ryan ke Ruang bawah tanah.
Setelah itu Ryan didudukan di kursi lalu diikat, Frisslly sudah mengeluarkan hawa membunuh miliknya lalu mengeluarkan pisau lipat nya.
"Mau sekarang atau nanti?" Tawar Frisslly.
"Kau sudah gila!" Teriak Ryan histeris.
"Memang dan kau memang salah memilih lawan!" Jawab Frisslly menggambar muka Ryan dengan pisaunya.
Sritt... srittt... sritt... Ahh hentikan!!
Frisslly tetap menggambar dan menulis ia lalu menulis Stupid Boy dikeningnya.
__ADS_1
"Cih ngga guna!!" Ucap Frisslly lalu mencondongkan pistolnya.
Dorr.. Tepat pada jantungnya. dan Matilah ia.
"Dasar pemuda lemah sama bumil aja kalah," Ejek Frisslly jijik.
"Cristine.. buang mayatnya di kandang harimau, jangan lupa dipotong dulu.. nanti harimaunya kasian kalo keselek!" Ucap Frisslly lalu pergi.
"Hahah ada ada aja lo!" Ucap Cristine menyeret tubuh Ryan.
Frisslly mendekati wakil Leader milik Dragon fly yang sedang ketakutan dan luka lebam. Lalu Frisslly membuka topeng miliknya dan miliknya sendiri.
"Siapa nama lo?" Tanya Frisslly dingin
*Leadernya cantik banget duhh*..
"Ee.. Devan Miss.." Ucap Devan takut.
"Em oke, lo mau gabung atau kembali?" Tanya Frisslly.
"Saya akan gabung Miss!!" Ucapnya.
"Queen!"
"Iya queen!" Ucap Devan.
"Oke lo kembali ke markas ambil senjata dan anggota yang masih ada buat gabung, tapi ingat jangan sesekali menghianatiku atau nasib mu sama seperti Leader ngga guna lo. Ke kandang Harimau!" Ucap Gue dingin lalu Devan mengangguk.
Verro menghampiri Gilsha kesayangannya yang nampak pucat.
"Kamu kenapa Gil?" Tanya Verro.
"Ngga apa apa." Ucap Gilsha lalu pingsan.
"Loh Gilsha bangun, Bang Zeka tolong ambilin mobil!" Teriak Verro.
"Kenapa?"
"Gilsha pingsan cepat bang!!" Teriak Verro khawatir.
__ADS_1