
Hari ini hari bahagia gue dengan sang kekasih kecil gue dulu Dia Verro yang mengubah namanya menjadi Ryan karena dia frustasi tak menemukan sang Gilsha dulu. Begitu juga sebaliknya.
"Bagaimana para saksi?" Ucap penghulu.
"Syah..."
Semua mengucap syukur, hari ini hanya dihadiri keluarga saja karena hanya ijab Qobul bukan pesta.
Gue mencium tangan Ryan lalu, Ryan mengecup kening gue.
"Makasih Verr, lo udah jaga hati lo buat gue!" Ucap gue tersenyum.
"Gue juga makasih lo pertaruhkan nyawa lo untuk gue. Makasih My Little Wife." Ucap Verro memeluk gue.
"Hahaha udah ah, jangan bersikap gini. Kita bersikap kek biasanya aja biar seru!" Ucap gue lalu Ryan tersenyum
____________
"Sayang kamu tinggal berdua ya sama Ryan. Di Rumah baru!" Ucap Bella.
"Emm rencananya sih kita tinggal diapartemen aja ma. Soalnya mau susah senang bareng!" Ucap gue tersenyum.
"Yaudah terserah deh!" Ucap Bella.
******
"Emm kita kalo disekolahan kek biasa aja ya, gue mau tau siapa aja yang mau rebut, yang udah jadi milik gue." Ucap gue kekeh
"Em terserah deh gue juga, kelihatannya seru!" Ucap Ryan gue hanya mengangguk.
"Yan, lo ngga akan minta itu sekarang kan?" Tanya gue pelan.
__ADS_1
"Minta apa?" Tanya Ryan pura pura bodoh.
"Ih itu.. emm anu.. gimana ya.." Ucap gue bingung.
"Hahaha kamu itu lucu ya, ya nggak lah kita aja masih sekolah. Tapi awas kalo kamu coba coba goda aku. Aku ngga jamin ya!!" Ancamnya gue hanya tersenyum kikuk.
"Makasih!" Ucap gue.
"Dari tadi kok makasih bosen tau nggak!" Ucap Ryan.
"Yan, mulai sekarang panggil Gilsha sama Verro aja ya!" Ucap gue Ryan pun mengangguk.
"Yaudah yuk tidur, udah malem juga!" Ucap Verro gue pun berganti baju lalu ikut terlelap.
♥Pagi Hari♥
Pagi pagi sekali gue bangun untuk menyiapkan sarapan, untuk Verro gue memasak nasi goreng simpel namun enak.
"Emm bentaran Mah!!" Ucap Verro.
Lah gue dikira mamanya et dah!!
Gue pun mencubit hidung Verro.
"Aww mama sakit ma.." Ucap Verro.
"Mama, mama istri cantik gini dipanggil Mama!" Ucap gue kesal.
Verro pun segera bangun, lalu mendekati gue yang sedang marah, saat sedang menengok tiba tiba sebuah ciuman gue dapatkan.
"Morning Kiss.. " Ucap Verro tersenyum.
__ADS_1
"Ih sana mandi terus sarapan, gue dah masak!!." Ucap gue lalu menyiapkan buku buku gue
_______
"Ini seriusan masakan kamu?" Tanya Verro tak percaya.
"Iya, kenapa ngga enak?" Tanya gue.
"Ini enak banget, ngga gue sangka lo yang cewe bar bar. Leader Mafia. Jago masak juga!" Ucap Verro ternganga.
"Halah modus lo.. B aja kali. Gue ngelakuin apa yang dilakuin nyokap gue ke bokap gue!" Ucap gue lalu Verro tersenyum.
"Makin sayang deh sama lo!" Ucapnya.
"Hahaha nanti main ke markas ku yuk, gue pingin main soalnya nanti ada yang bikin ulah!" Ucap gue tersenyum asimetris.
"Hmm boleh jarang jarang dapat tontonan menantang dari istri!" Ucap Verro.
"Hmm. kuy berangkat dah selesai kan?" Tanya gue, Verro nampak mengangguk.
_______________
"Bebeb ku.. I' am Comeback!!" Teriak gue setelah turun dari mobil mendapat pelototan tajam dari sahabat gue.
"Kenapa ngga kangen!!" Ucap gue cemberut.
"Gue heran sama lo! Ngga cape apa nantang maut!" Umpat Vany berkaca kaca yang ditenangkan oleh Fahri.
"Hehehe maaf mendadak!" Jawab gue.
"Mendadak pala lo. Kita semua khawatir demen amat lo yang namanya koma!" Ucap Diva disahuti Nadine.
__ADS_1
"Wahahaha maaf deh kawan kawan. The best friend forever." Ucap gue merangkul semuanya.