Cinta Leader Black Swan

Cinta Leader Black Swan
Eps 21~Kekuatan Air Mata


__ADS_3

Dio saat ini tidak berangkat ke sekolah, ia ingin menemani adik tirinya ini, tadi pagi, Vany, Diva, Dan Nadine baru saja pulang, Frisslly sudah dipindahkan diruang rawat.


"Slly bangun napa lo emang ngga kangen kita??" Ucap Vany meneteskan air mata.


"Lo kuat, kenapa lo ngga bangun!!" Ucap Diva lirih.


"Bangun Slly kita semua butuh lo!!" Ucap Nadine.


"Gini kalian mending pulang habis ini kan sekolah, gue izin dulu!" Ucap Dio lalu 3Repot mengangguk.


"Yaudah Slly kita pamit lo jangan lama lama tidurnya!!, Tante, Om kami semua pamit pulang ya!!" Ucap Vany lalu Alizabete dan Alexander mengangguk.


________________


"Woy kalian tumben cuma ber tiga, Leader lo mana??" Ucap Ryan dkk saat dikantin.


"Frisslly koma di Rumah Sakit!!" Ucap Vany sedih.


"Loh kok bisa??" Tanya Ryan ngegaz.


"Jan ngegaz dong Anjer!!" Ucap Diva tak kalah ngegas.


"Hehehe sory, emangnya Frisslly kenapa??" Tanya nya lagi.


"Kena tembakan peluru kemaren di operasi sekarang masih koma. Dan parahnya lagi, ternyata si Dio adalah kakak tiri Frisslly!" Ucap Nadine.


What?? Kakak tiri.. berarti gue masih ada kesempatan dong. Tapi kan mereka bukan kandung bisa aja kalo.. Batin Ryan agak senang.


"Eh Frisslly di Rumah Sakit Mana??" Tanya Ryan.


"Lo tumben perhatian yan?" Tanya Rakha yang ada disamping Diva.


Yap kemarin mereka sudah jadian bersamaan dengan Rangga dan Nadine. Fahri dengan Vany.


"Kan solidaritas broo!!" Ucap Ryan.


"Frisslly ada di Rumah Sakit Gemilang Sehat ada diruang Rawat." Jelas Vany.


"Oh oke, Broo izinin gue ya gue bolos sehari nanti soal OSIS biar Rara yang urus!" Ucap Ryan lalu pergi.


'Tumben tu anak...

__ADS_1


_______________


RS. Gemilang Sehat


Tok tok tok... Permisi


"Masuk...


"Selamat pagi tan.. Loh tante Alizabete?" Ucap Ryan terkejut.


"Loh kamu Yan, kamu anaknya Bella kan?" Ucap Alizabete senang.


"Iya tante, tante ngapain disini Om juga?" Tanya Ryan menaruh buah buahan disamping Ranjang.


"La kan Frisslly anak tante, wah pas deh kalo kalian saling kenal kan makin gampang dijodohinnya." Ucap Alizabete.


"Apa dijodohkan?" Tanya Dio terkejut dan Alizabete hanya mengangguk.


Ryan mendekati ranjang Frisslly, Alizabete menyuruh Dio dan yang lan keluar agar bisa memberikan ruang bagi Ryan.


"Slly, kok lo diem aja sih.. Bangun gue ada disini!!" Ucap Ryan mengecup tangan Frisslly.


"Gue tau lo bisa mendengar kata kata gue, asal lo tau gue sayang sama lo Slly, Bangun ya gue akan bahagiain lo.." Ucap Ryan masih menggenggam tangan Frisslly sambil meneteskan air mata.


Sebuah keajaiban tangan Frisslly yang tadinya hanya diam, ternyata tiba tiba bergerak. Dengan cepat ia memanggil dokter.


"Dokter Suster!!! Mana Sihhh ya ampun Dokter, Tante Om tangan Frisslly gerakk!!" Teriak Ryan bahagia semua orang langsung masuk.


"Kenapa yan??" Tanya Alexander cepat.


"Tangan Frisslly gerak Om...


"Ry... Rya.. Ryann.." Ucap Gue pelan.


"Iya sayang bentar ya.. Dokter gue bakar ni RS dokternya mana sihh!!!" Teriak Ryan sambil memencet tombol merah.


"Emmm maa maaf tuan nyonya.. saya akan periksa sekarang tolong kalian semua keluar ya!!" Ucap Dokter terbata karena ingin ditonjok oleh Alexander.


"Kalo nanti ada apa apa sama anak saya ****** lo!!" Ancam Alexander.


"Bba. baik tuan!!" Ucapmya ketakutan.

__ADS_1


♥°°°°°°♥


"Sungguh kabar bagus anak anda sudah melewati masa koma nya sekarang boleh dijenguk tapi jangan terlalu banyak diajak bicara, saya permisi!!" Ucap Dokter.


Ceklek..


"Ma.. mama Pa... papa!!" Ucap gue sambil tersenyum..


"Sayang kamu udah bangun, mama bilang apa jangan pulang bawa luka!!'' Ucap Mama Papa memelukku.


"Aduh!! Ma sakit jangan disenggol ini luka belom kering!" Ucap Gue meringis.


"Ya ampun maaf nak lupa!" Ucap Mama lalu melepas pelukannya.


Gue melirik ke Dio.


"Yo maafin gue ya udah bunuh sodari dan Mama lo. Kalo lo benci sama gue, ngga papa kok gue ngertiin, dan untuk hubungan kita mungkin tak bisa berlanjut." Ucap Gue dengan sendu.


"Gue ngga akan benci lo, tapi kenapa ngga bisa ngelanjutin hubungan kita?" Tanya Dio.


"Gue ngga bisa karena lo kakak gue walaupun bukan kandung!" Ucap Gue lalu Dio memeluk gue.


"Ngga apa apa maaf ya selama ini belum bisa ngebahagia in lo!!" Ucap Dio lalu gue tersenyum.


"Iya, gimana kalo abang tinggal dirumah ade, nanti ajak Safira juga. Boleh kan Ma??" Tanya gue lalu Mama mengangguk.


"Makasih om tante!" Ucap Dio memeluk Alex dan Aliz.


"Panggil Mama Papa aja kami keluargamu sekarang!" Ucap Papa gue.


Gue menatap Ryan.


"Yan.." Panggil Gue


"Iya apa??" Jawab Ryan canggung.


"Gue denger ucapan lo barusan hahha! Aww!" Ucap gue menertawai nya sambil meringis.


"Ehh lo gpp kan??" Tanya nya.


"Ciee khawatir.."

__ADS_1


__ADS_2