
Walaupun Frisslly yang membeli semua kebutuhan keluarga dengan kartu debit nya namun itu semua adalah uang Ryan, ia menjalankan beberapa bisnis seperti Restauran, Caffe, dan satu perusahaan yang sudah bercabang dimana mana.
oOo
Keesokan hari seperti yang dibicarakan Frisslly, Frisslly mengajak Ryan dan Baby nya pindah Di apartemen eh ralat Rumah baru, setelah menyiapkan segalahnya lalu barang barang pun sudah dipindahkan.
"Yan ayo buruan!" Ucap Frisslly kesal.
"Iya iya tinggal ngambil berkas doang bawel!" Ucap Ryan.
"Udah?" Tanya Frisslly lagi sambil menimang anaknya yang lucu.
"Udah ayok, kita mau mindah dimana sih?" Tanya Ryan penasaran
"Nanti juga tau!" Ucap Frisslly tertawa.
_____________
"Lho kok arah nya ke sekolah?" Ucap Ryan namun tak ditanggapi oleh Frisslly yang sibuk dengan anaknya.
"Anak mommy anak mommy ganteng banget, nanti kalau udah gede mommy ajarin pake double stick ya.." Ucap Frisslly menggoda anaknya yang tertawa.
"Heh ngga boleh ada ada aja!" Bantah Ryan.
"Oke pilih mana pake double stick atau pistol?" Ucap Frisslly tajam.
"Eh nggak nggak double stick aja!" Ucap Ryan pasrah.
Ckit...
__ADS_1
"Non, aden ini udah sampai!" Ucap Pak Budi.
"Oke pak makasih. Pak Budi boleh Istirahat.
"Lho kok kita berhenti didekat sekolah, mau ngapain emang?" Tanya Ryan bingung.
"Aduh, lihat noh samping kanannya sekolah ada Mansion ngga?" Tanya Frisslly kesal.
"Ada cuma satu, itu mansion kita?" Tanya Ryan melongo dan diangguki oleh Frisslly.
"Kok perasaan ngga pernah liat tu Mansion ya, bagus banget lagi. Nggak salah pilihan Frisslly emang bagus!" Ucap Ryan Kagum.
"Woeyy masih mau didalam, kesambet entar ayo masuk!" Teriak Frisslly dari luar mobil.
"Iya iya sabar napa!" Ucap Ryan lalu menyeret koper berisi berkas pribadinya.
Ceklek..
"Kamu suka ngga ini aku yang pilih sendiri lo ada juga ruangan yang aku rancang sendiri seperti kamar kita, dan Kamar Lindra!" Ucap Frisslly tersenyum.
Lindra? Lindra adalah nama sang baby pertama Frisslly nama lengkapnya Leonard Halindra Gemalafana.
Ryan nampak mengangguk mengerti lalu berjalan menuju ke lantai 2. Sedangkan Frisslly meneruh anaknya di kamarnya.
Ceklek..
Desain kamar yang dirancang Frisslly emang sangat bagus, Warna Cat putih berpadukan lukisan bunga bunga gambaran tangan pun tampak makin memperindah kamarnya.
"Benar benar selera tinggi!" Gumam Ryan.
__ADS_1
"Ya iya lah siapa dulu dong!" Ucap Frisslly tiba tiba.
"Hmm iya deh, makasih ya sayang!" Ucap Ryan memeluk Frisslly dibalas Frisslly dengan hangat.
"Aku juga makasih karena kamu udah jaga hati buat Gilsha kecil!" Ucap Frisslly tersenyum manis membuat sesiapa pun meleleh melihatnya.
"Sama sama, yaudah ayo istirahat aku mau.bantuin Bi Inah dulu!" Ucap Frisslly diangguki oleh Ryan.
~££££~
Frisslly turun dari tangga untuk menemui Bi Inah didapur.
"Bibi!! Bibi dimana?" Teriak Frisslly pelan.
"Iya nak ada apa?" Ucap Bi Inah dari kamar art.
"Emm Frisslly bantuin masak ya buat makan siang, sekalian mau ngomong!" Ucap Frisslly diangguki oleh Bi Inah.
Frisslly mengupas bawang dan memotong nya sedangkan bi Inah membersihkan ikannya.
"Oiya Nak Frisslly mau ngomong apa?" Tanya Bi Inah sambil memotong daging.
"Emn mungkin Frisslly besok pergi sekolah soalnya bosen dirumah mulu bi, Bibi kan tau waktu remaja aku kesita banyak!" Ucap Frisslly sendu.
"Bibi tau Nak, lalu apa yang bisa bibi bantu.?" Ucap Bi Inah.
"Bibi bisa kan ngurus Lindra bentar selagi aku sekolah, nanti kalau istirahat. Aku kesini buat kasih ASI sama Lindra." Ucap Frisslly tersenyum.
"Oh kalau gitu sih gampang Nak, lagi pula rumah Nak Frisslly sekarang kan deket sama sekolah Nak Frisslly tinggal jalan kaki ngga sampai 5 menit sampai!" Ucap Bi Inah, Frisslly pun memeluk Bi Inah.
__ADS_1
"Makasih Bi." Ucap Frisslly senang lalu menaruh makanan yang sudah jadi dimeja makan.