Cinta Sang CEO Dan Baby Sitter

Cinta Sang CEO Dan Baby Sitter
episode 1


__ADS_3

Di sebuah lobi hotel terlihat seorang laki laki sedang berjalan dengan di barengi oleh sang sekertaris yang selalu menemani nya,,


"pak, maaf kayanya ada satu berkas yang ketinggalan di ruangan, apakah saya boleh mengambil nya dulu,?"ucap sekertaris itu bernama Linda,


"ya sudah kamu ambil saja dulu ,saya tunggu di mobil saja,"ucap dika.


Dengan agak males soal nya dia merasa risi dengan tatapan orang orang di lobi tersebut,


apalagi tatapan para wanita ,yang menatap nya dengan tatapan kagum dan terpesona.


Ya, siapa yang tak terpesona dengan CEO muda yang terkenal dengan wajah rupawan dan wajah Dingin nya,,yang menambah karisma dia,, seorang CEO muda yang bernama Dika bintang Anderson,anak tunggal dari pemilik salah satu perusahaan terbesar di Indonesia yaitu( perusahaan C) ,dan otomatis dia juga pewaris tunggal dari perusahaan tersebut. Menambah nilai plus untuk para wanita mengejar ngejar nya untuk di jadikan suami nya .


Tapi dia terkenal anti dengan wanita,dan tak pernah tercium media manapun bahwa dia pernah bersama dengan seorang wanita,


karena terlalu lama menunggu akhirnya dia keluar dari dalam mobil,


sambil memainkan kan hp nya , melihat lihat email yang masuk ,yang pasti nya berisi pekerjaan .


Dari arah lain terlihat seorang gadis yang tengah berlari sambil mengangkat telepon,


saking terburu buru nya dia tak melihat bahwa dia menabrak seseorang yang tengah berdiri di dekat mobil.


bruk bruk,,


tas yang berisi susu pun jatuh,ya wanita itu adalah Liana , seorang gadis kecil yang mengadu nasib dari kampung ke kota bekerja menjadi seorang baby sister.


"maaf,pak,saya tidak sengaja,,,"ucap Lia,


sambil mengambil tas yang terjatuh,


dan Dika pun reflek membalikkan badan nya ke arah gadis itu,dia lihat gadis itu menunduk sambil memegangi tas.

__ADS_1


"Anda jalan bisa pake mata kan,jangan sembarang menabrak orang,dan bukan nya kalau anda ingin meminta maaf harus menatap wajah nya, kenapa anda menyembunyikan wajah anda,"ucap dika panjang lebar dengan suara yang dingin, membuat siapa saja merinding mendengar nya.


Lia akhirnya nya mengangkat wajah nya,


"sekali lagi maaf kan saya pak,saya lagi buru buru sekali"ujar Lia sambil melihat wajah Dika,


tatapan mata polos dan Indah Lia membuat seorang Dika terpesona dan hanya bisa diam menatap nya,"kenapa mata nya indah sekali ,kenapa jantung gue rasanya gak enak banget ,apa sekarang gue punya penyakit jantung,"ucap batin Dika.


"Maaf pak apakah saya sudah bisa pergi , kayanya bapak juga tidak terluka, kalau gitu saya permisi dulu, sekali saya minta maaf."ujar Lia sambil berlalu pergi meninggalkan Dika yang masih diam mematung dan tak menyadari bahwa gadis yang ada di depan dia ,udah pergi meninggalkan nya sendiri an.


"Pak,pak dika,,bapak engga kenapa Napa kan,apa bapak sakit."


Panggil Linda sambil menepuk pundak Dika.


"Ya ampun ,gadis itu mana,"ucap dika sambil melihat ke sekeliling dan dia tak menemukan siapa pun di situ kecuali Linda sekertaris nya.


"Bapak cari siapa sih,di sini gak ada siapa siapa ,pak,gadis siapa lagi yang bapak maksud,apa jangan jangan hantu pak."


ujar Linda sambil setengah tertawa,dan tiba tiba diam karena melihat tatapan tajam dari sang CEO.


"Dia sebenarnya siapa yah gue tak pernah merasakan perasaan seperti ini,"


batin Dika.


Sementara di tempat lain,


"maaf Bu Lia telat ,soal nya tadi Lia nabrak seseorang jadi agak lama,minta maaf dulu"ujar Lia sambil tersenyum .


"Nabrak siapa kamu ini ,Li,,tapi yang di tabrak nya gak papa kan,"ucap Bu Asti , majikan nya Lia.


"Gak kok Bu,dia gak papa, malahan tas susu yang jatuh,tapi Bu itu yang di tabrak Lia, ganteng sih muka nya ,tapi menyeramkan ,aura nya,kaya gak pernah senyum,ih serem, mudah mudahan Lia gak ketemu lagi sama dia,,"ujar Lia , sambil tersenyum cengengesan.

__ADS_1


"Hus jangan bilang gitu ,gimana kalau kalian jodoh Lo ,,,kan kata kamu ganteng Li,,gak papa lah ganteng mah, memperbaiki keturunan. Apalagi kalau kaya paket kumplit tuh,gak papa soal dingin mah,bukan nya si bapak gen dingin kaya kulkas,,,"ucap Bu Desy sambil tertawa.


Memang mereka berdua itu tak seperti majikan dan pembantu,malah seperti temen , mungkin karena Lia sudah lama bekerja dengan dia,terus anak nya yang jujur dan apa adanya, membuat Bu Asti sudah menganggap nya seperti keluarga.


"Ah ibu mah ada ada aja , perkataan itu adalah doa ,Lo Bu,gak mungkin lah Lia berjodoh sama dia cowok muka nya lempeng kaya tembok,kenal juga enggak,dan Lia kan udah punya pacar Bu,,kan Lia harus setia lahir batin."Elak Lia,, sambil terus tersenyum membayangkan wajah pacar nya.


Ya Lia sudah mempunyai kekasih dia pacaran dari Lia kelas satu SMP, sekitar 4tahuna mereka pacaran,dan tentunya LDR an,Lia yang kerja di kota B sedangkan kekasih nya kerja di kota J Mereka bertemu dalam setahun hanya dua kali , yaitu pas lebaran dan tahun baru saja,pas mereka sama sama pulang ke kampung halaman mereka di Daerah T


"Ah kamu mah,,setia setia emang setia bisa bikin perut kenyang,ingat yah kalau ada yang lebih baik segala nya, mencintai kita,dan menerima kita apa adanya , kenapa tidak,ingat itu,,ya"ucap ibu Asti


"Udah ah Bu,Lia mau lihat non dulu,"


Dika sudah sampai ke kamar hotel yang ia tempati sementara selagi dia berada di kota B,baru saja dia keluar dari kamar mandi suara bell Pintu berbunyi.


Sambil menggosok gosok handuk ke rambut nya yang basah dia berjalan ke arah pintu,sambil membuka pintu tersebut.


Dia melenggang masuk lagi dengan malas setelah tau siapa yang datang.


"Dik gue nginep di sini boleh yah,,"


yah yang datang itu adalah salah satu sahabat Dika yang bernama Ervan,dia seorang dokter sekaligus anak pemilik rumah sakit tempat ia bekerja.


"Lo bisa pesen kamar yang lain kan,kenapa Lo mau nginep di kamar gue,"ucap Dika sambil meneguk minuman yang baru ia ambil.


"Gue cape banget Dik ,baru selesai operasi,kalau gue pesen kamar lain butuh proses lagi,lama,lagian di sini kan ada dua kamar,buat gue satu napa,"ucap Ervan sambil duduk di sofa di depan Dika.


"Kenapa Lo gak pulang aja ke rumah Lo,,bukan nya Deket,"ucap dika.


"Gue lagi malas pulang ,gue lagi cape banget,dan sampai rumah harus denger ceramah nyokap gue yang suruh gue cepet cepet nikah, ogah gue,"jawab ervan sambil mulai tertidur di atas sofa.


"Woy Lo jangan langsung tidur,mandi dulu sana Lo,,gue gak mau ya,sofa gue tertular virus dari rumah sakit,"ucap Dika sambil melempar bantal ke arah muka Ervan.

__ADS_1


"Woy sialan Lo ,gak bisa liat orang istirahat bentar Napa,"jawab Ervan sambil setengah marah.


Dika pun pergi tanpa mau meladeni kelakuan Ervan yang kadang kadang kekanakan,gak tau gimana dia bisa mendapatkan gelar dokter spesialis jantung, sementara kelakuan dia seperti itu.


__ADS_2