
Dika yang merasakan tangan nya di tahan oleh Lia pun membalikkan badan menghadap ke arah Lia,,,
Di lihat nya Lia sedang menahan tangisannya sambil terus menunduk,Dika yang baru sadar telah membentak Lia pun merasa bersalah, seharusnya dia tidak berbicara kasar seperti tadi ,harus nya dia bisa mengerti dengan apa yang Lia rasakan.
Bukan malah mementingkan nafsu dia,,,"apa yang udah saya lakukan,tak seharusnya saya berkata kasar terhadap Lia"ucap batin Dika.
"kak maafin Lia,,,Lia gak bermaksud menolak kakak "ucap Lia sambil terus menahan tangisannya.
^^^sementara Dika yang mendengar Lia meminta maaf, merasa tambah bersalah,, akhirnya sekuat tenaga dia menahan amarah dan nafsu yang sudah bersatu itu,,,Dika memejamkan mata nya berulang kali ,untuk menahan gejolak nafsu di dalam diri nya,,tapi semakin di tahan gejolak itu semakin membuncah dia harus menuntaskan nya,^^^
..."Ay lepaskan dulu tangan kamu, kakak harus ke kamar mandi sebentar "bujuk Dika karena dari tadi tangan Dika terus di pegang Lia, walaupun dia dalam keadaan menangis....
__ADS_1
Dika tau Lia merasa menyesal walaupun dia tak tahu kenapa Lia menolak nya,, biarkan itu nanti dia tanyakan kepada Lia,yang harus ia pikirkan sekarang bagaimana dia menuntaskan apa yang harus di tuntas kan,,dia takut kalau berlama lama Lia memeluk tangan nya seperti ini,,
Dia akan hilang kendali,dan memaksa Lia untuk melayani nya,,dan berkata kasar seperti yang dia lakukan tadi,,..
"Ay , lepaskan tangan kakak dulu ya , nanti kita bicarakan lagi,dan sekarang sebaiknya kamu tidur ,pasti kamu cape juga,kan,, sekarang istirahat lah,,"ucap Dika ,,
Lia yang dari tadi hanya menunduk pun,,hanya bisa menganggukkan kepala nya.
Lia pun yang dari tadi menangis akhirnya tertidur.
sementara Dika yang di kamar mandi harus menuntaskan apa yang belum tuntas.
__ADS_1
30menit berlalu Dika pun keluar dari kamar mandi,dan melihat Lia yang sudah tertidur di pinggir ranjang .
Dika pun merasa bersalah atas apa yang barusan terjadi.seharus nya dia tak bersikap seperti itu.
Dika berjalan ke arah Lia ,sambil mengelus rambut Lia,, memandang wajah Lia yang memerah dengan bekas bekas air mata masih berada di wajah nya.
"Ay maaf in kakak , Kakak gak bermaksud membentak kamu, kakak hilang kendali karena kamu menolak kakak, kenapa kamu menolak kakak apa kamu bener bener belum bisa menerima pernikahan ini ay,,"ucap Dika sambil terus memandang wajah Lia ,ada sedikit rasa kecewa di hati Dika,atas penolakan Lia.
akhirnya Dika pun memutuskan untuk tidur di sofa yang ada di kamar tersebut,dia tak mungkin bisa seranjang dengan Lia,,dia laki laki dewasa normal yang pernah merasakan nikmatnya surga dunia, karena itu dia tak mungkin bisa tidur seranjang dengan Lia wanita yang memang sudah sah untuk dia sentuh,,bisa bisa di kebablasan dan melanjutkan apa yang tadi terjadi.
suara alarm di handphone Lia pun berbunyi ,Lia yang sudah terbiasa bangun pagi pun terbangun dengan sendirinya,rasa pening di kepala nya masih terasa mungkin karena semalam dia terlalu banyak menangis,
__ADS_1
Dia melihat sekeliling kamar tidak melihat keberadaan Dika,Lia berpikir pasti Dika marah besar sebab semalam dia sudah menolak nya,suara alarm ke dua di handphone pun menyadarkan Lia , bahwa dia harus bergegas mandi dan menjalankan kewajiban sebagai umat muslim.biar lah urusan Dika nanti pikirkan kembali.akhirnya Lia pun bergegas pergi ke kamar mandi.