Cinta Sang CEO Dan Baby Sitter

Cinta Sang CEO Dan Baby Sitter
episode 18


__ADS_3

Dika yang baru sampai ke kamar hotel nya, langsung di kejutkan oleh bunda nya yang duduk di sofa,


melihat Dika yang sudah datang bunda Siska langsung menanyakan keadaan ibu nya Lia,


"Dika sayang bagaimana keadaan ibu nya Lia, kenapa kamu malah pulang, kenapa tak menemani Lia,"tanya bunda Siska dengan heboh nya.


"Ibu nya Lia belum sadar Bun ,


di sana ada adik nya,dan Dika gak mungkin ada di sana,


Dika udah pernah cerita kan kalau Lia udah punya kekasih,dan keluarga nya pun sudah sangat dekat dengan kekasih nya itu, jadi kalau Dika ada di sana, pasti aneh soalnya Lia itu tak pernah punya temen cowok,


Dika gak mau malah membebani Lia, tapi Dika udah nyuruh seseorang untuk jaga jaga di sana ,jadi kalau ada sesuatu pada Lia,Dika akan tau,"ucap Dika.


"Ternyata kamu memang anak Bunda selalu cerdik dalam segala hal,


Dik bunda suka banget sama Lia,


pokoknya apapun yang terjadi dia harus jadi menantu bunda, bunda gak tau pas pertama kali lihat dia ,bunda langsung sayang banget sama dia,


jadi bunda harap kamu bisa secepat nya mendapatkan hati Lia,"ucap bunda Siska sambil tersenyum.


"Iya bunda doa kan saja, mudah mudahan memang Lia adalah jodoh Dika,"Jawab Dika Sambil pamit pergi ke kamar nya.


Sementara Lia baru keluar dari ruangan dokter Doni,


dilihat nya di depan UGD sudah ada ibu Asti dan adiknya Lia yang bernama Lista.


"Teh,bagaimana keadaan ibu, apakah ibu baik baik aja,"tanya Lista sambil menahan air mata nya.


"Hey kenapa nangis ,ibu baik baik saja kok,


tapi ibu harus di rawat beberapa hari dulu di sini, karena besok ada dokter baru yang akan memeriksa nya,jadi kamu gak usah sedih gitu,Lis.


Ucap Lia sambil tersenyum agar adik nya tak merasa khawatir,


"Li,kamu udah urus buat kamar rawat inap nya,"


tanya Bu Asti kepada Lia,


dia tau bahwa Lia hanya pura pura tersenyum di hadapan adik nya,dia tau bahwa telah terjadi sesuatu pada ibu nya Lia.


"ini baru mau Bu,


ibu boleh temenin Lia gak,"ucap Lia sambil tersenyum di paksakan,

__ADS_1


"ya ,boleh dong,ayo biar saya antar,"ucap Bu Asti yang sebenarnya sudah tak sabar ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi,


setelah menyelesaikan urusan administrasi untuk rawat inap,dan ibu nya pun sudah di pindahkan ke ruang rawat inap.


Sekarang Lia sedang duduk di kursi, di taman rumah sakit,dia sedang memikirkan bagaimana caranya dia bisa mendapatkan uang yang sebegitu banyak nya, untuk operasi ibu nya.


"Li, sebenarnya apa yang telah terjadi,saya tau telah terjadi sesuatu kan,"


tanya ibu Asti yang tiba tiba datang membuyarkan lamunan Lia,dan duduk di samping Lia.


"Ibu ,harus segera di operasi Bu, karena penyakit nya sudah mulai meluas dan obat obatan sudah tak bisa meringankan penyakit nya,"ucap Lia , sambil terisak.


"Li, dengarkan saya kamu gak boleh terpuruk seperti ini,kita cari solusi nya bersama sama ya, udah kamu gak usah bersedih lagi,"


ucap Bu Asti menenangkan Lia ,


"tapi Bu, Lia bingung Lia gak tau ke mana Lia harus cari uang sebanyak itu dalam waktu seminggu,apa Lia terima saja tawaran dokter Doni,"ucap Lia sambil menunduk,


"tawaran dokter Doni, memang nya dokter Doni nawarin kamu apa,


kok kamu gak pernah cerita sama saya,"tanya Bu Asti penuh penasaran ,Kepada Lia.


"Jadi sebenarnya dokter Doni nawarin bantuan biaya buat Lia,


udah lama sih Bu,tapi Lia menolak nya karena Lia harus melakukan sesuatu sebagai gantinya,


"apa yang Dokter Doni mau, sebagai gantinya itu gak memberatkan kamu kan,"


tanya Bu Asti semakin penasaran,


"sebagai gantinya Lia harus mau jadi istrinya,"ucap Lia terbata bata,


"apa, kamu gak bercanda kan,Li dasar dokter Doni keterlaluan dia memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan


Li kamu tau kan umur dokter Doni itu lebih tua dari umur nya suami saya,mana dia duda, pokoknya saya gak setuju, kamu menerima penawaran itu,


lebih baik kita ngajuin pinjemin ke bank,kita cicil bareng bareng,dari pada harus mengorbankan kamu nikah sama dia,


ibu kamu juga gak akan ngizinin Li"


ucap Bu Asti dengan penuh amarah,


dia heran sama dokter itu,


kok bisa dia nawarin hal seperti itu kepada orang yang lagi kesusahan.

__ADS_1


"Tapi Bu,uang buat biaya operasi itu gak sedikit Bu,Lia butuh uang Rp 250 juta,


itu hanya buat operasi nya doang,


belum rawat inap nya, belum dokter nya, belum obat obatan nya ,gak mungkin Bu kita ngajuin pinjaman ke bank,


dan Lia gak mau merepotkan ibu,


gak papa Lia menerima tawaran itu yang penting ibu Lia bisa sembuh.


"Ucap Lia ,dia sudah bingung harus bagaimana lagi,dia tak mau malah membebani semua orang nanti nya dengan hutang yang banyak ke bank.


Di saat mereka berdua tengah berdebat, handphone Lia berbunyi menandakan ada yang menelepon,


Lia pun mengambil handphone nya di dalam tas nya,tertera di layar handphone nama kak Dika yang menelepon,Lia pun mengangkat telepon tersebut,


"halo assalamualaikum,kak,


ada apa kak,"tanya Lia,


"wa Alaikum salam, enggak kakak cuma mau tau kabar kamu saja,kamu baik baik saja kan , bagaimana ibu kamu apakah sudah siuman,"tanya Dika dengan suara yang begitu lembut nya,


"Lia baik baik aja kok kak,ibu belum siuman,tapi udah di pindahin ke kamar inap, kakak udah sampai ke hotel"ucap Lia,


"syukur deh kalau kamu baik baik aja, kakak sudah sampai ke hotel,


ya udah kamu istirahat jangan lupa makan,dan ingat kalau kamu butuh bantuan apapun hubungin kakak,"ucap Dika .


"Iya kak , terimakasih sebelumnya nya,


owh iya udah dulu ya kak,


Lia mau ke toilet dulu sebentar, assalamualaikum,,,"pamit Lia kepada Dika ,dan telepon mereka pun terputus.


Ibu Asti yang masih duduk di sebelah Lia,


hanya senyum senyum penuh arti,


Lia yang melihat nya pun akhirnya menanyakan apa yang terjadi dengan ibu Asti kenapa dia senyum senyum sendiri seperti itu.


"Bu,ibu baik baik aja kan, kenapa senyum senyum kaya gitu,"tanya Lia penasaran


"enggak kok,saya gak papa,tapi kayanya saya menang undian deh,


saya pergi dulu yah,mau cek dulu benar atau tidak nya bisa di pakai,"ucap Bu Asti sambil pergi meninggalkan Lia sendirian,

__ADS_1


Sambil terus tersenyum


Lia pun yang melihatnya hanya diam tak mengerti yang dimaksud dengan mendapatkan undian.


__ADS_2