Cinta Sang CEO Dan Baby Sitter

Cinta Sang CEO Dan Baby Sitter
episode 15


__ADS_3

Dika pun telah sampai ke tempat dimana Lia berada, sendirian, awalnya bunda nya memaksa ingin ikut menjemput Lia,tapi Dika melarang nya dia tak mau Lia nanti nya merasa canggung bila satu mobil dengan Bunda nya.


Dika pun mencoba untuk menghubungi Lia,


"halo Ay,kamu di mana, kakak udah di parkiran,kakak masuk jangan ,"


ucap Dika kepada Lia di telepon,


"kakak gak usah masuk,biar Lia aja yang keluar,


kakak tunggu aja di situ,Lia lagi jalan keluar,"


ucap Lia sambil berjalan ke arah luar dengan telepon ya g masih tersambung biar memudahkan menanyakan keberadaan Dika dimana.


"Ok, kalau gitu,"ucap Dika ,


sampai ketukan di kaca jendela mobil mengagetkan Dika dan langsung menurunkan kaca mobil nya, ternyata Lia sudah berdiri di situ, melambaikan tangan nya sambil tersenyum manis ke arah Dika.


Dika pun membalas senyum nya,dan keluar dari dalam mobil,menuntun tangan Lia dan mempersilahkan Lia untuk masuk ke mobil, setelah dia membukakan pintu mobil tersebut,


awal nya Lia kaget dengan perlakuan Dika terhadap nya, tapi Lia langsung berusaha menetralkan ekspresi kaget nya dia tak mau terjadi kecanggungan di antara mereka,


"silahkan masuk tuan putri"ucap Dika bercanda sambil tersenyum manis ke arah Lia,


"terimakasih yang mulia,telah membuka kan pintu buat hamba,"


ucap Lia membalas candaan Dika ,sambil tersenyum juga ke arah Dika,


akhirnya mereka pun tertawa bersama


di dalam mobil, menyadari apa yang mereka lakukan barusan.


"Owh iya , Ay, kakak tadi gak minta izin dulu sama Bu Asti,mau ngajak kamu pergi bagaimana donk,apa kakak telepon dia saja,"


tanya Dika kepada Lia,


"gak usah kak,tadi Lia udah minta izin kok,tapi kak ,Lia malu ketemu bunda kakak.


Memang ada acara apa ,


bunda kakak ngundang Lia,"


tanya Lia kepada Dika,yang membuat Dika tersenyum tipis, melihat muka Lia yang panik,


"kenapa harus malu sih,ay sebenarnya gak ada acara apa apa sih,bunda kakak hanya ingin bertemu dengan wanita yang kakak cintai,dia penasaran sama kamu,"ucap Dika sambil terus fokus menyetir.

__ADS_1


"Kak , sekali lagi Lia minta maaf, karena Lia tidak bisa menerima cinta Kakak,"


ucap Lia sambil menunduk, karena dia merasa bersalah,


"hey, angkat kepala nya, kenapa menunduk kaya gitu, kakak bilang kan gak akan memaksa kamu, untuk menerima cinta Kakak,malahan kakak senang karena kakak tak salah memilih wanita, kamu wanita yang setia,yang tak tergoda oleh sesuatu yang baru dan lebih,"


ucap Dika untuk membuat Lia tak selalu merasa bersalah lagi.


Tak Terasa mereka pun telah sampai ke tempat di mana mereka berdua akan bertemu dengan ayah dan bunda Dika,


di sebuah restoran China yang sudah di boking oleh bunda Siska tentunya,"


ayo ,ay kita sudah sampai,"ucap Dika yang langsung mendapatkan anggukan dan senyuman dari Lia.


Mereka berdua pun masuk ke dalam restoran tersebut ,dan di sambut oleh seorang pelayan restoran tersebut yang di tugaskan untuk menunjukkan dan mengantarkan mereka berdua ke tempat bunda dan ayah nya Dika berada.


Dika dan Lia pun sampai ke sebuah ruangan yang sudah di hias dengan begitu indah sampai Lia pun takjub melihat nya,


dan dari arah dalam ruangan tersebut datang seorang wanita yang masih terlihat muda dan cantik walaupun umurnya tak muda lagi dengan senyum yang terus saja terlihat di wajahnya, begitu antusias saat melihat Lia.


"Ya ampun,jadi ini yang namanya Lia,ya ampun cantik sekali kamu sayang,imut imut banget sih,kalau begini mah kok bunda jadi sayang banget kalau kamu jadi istrinya Dika cowok dingin kaya gitu, bagaimana kalau kamu jadi Putri bunda aja sayang,"


ucap bunda Siska dengan heboh nya,dan Lia pun hanya bisa tersenyum canggung,


"Bun,udah deh jangan buat Lia malu,bisa kan bunda biarkan kita duduk dulu,"


ucap Dika kepada Bunda nya yang terus saja memegangi tangan Lia,


"owh ,iya ,Lia sayang ,ayo duduk na,,


ya ampun kamu imut banget sih sayang,bunda jadi gemes banget, liat,nya,"


ucap bunda Siska sambil menggandeng tangan Lia dan membawanya ke meja makan, meninggalkan Dika sendirian.


"Bun,yang anak bunda itu sebenarnya siapa sih,Dika atuh Lia, kenapa Dika gak di ajak duduk,"


ucap Dika sambil duduk di kursi sebelah Lia,


"kenapa harus di ajak,itu gak di ajak juga bisa duduk sendiri,"ucap bunda Siska,


Lia yang melihat perdebatan ibu dan anak itu hanya bisa tersenyum ,


"sayang maaf kan kelakuan Dika ya,dia itu emang suka kaya anak kecil gitu,owh iya sayang perkenalkan nama bunda Siska,


salam kenal ya sayang,bunda suka banget sama kamu,"

__ADS_1


ucap bunda Siska memperkenalkan dirinya sambil mencubit pipi Lia, karena terlalu gemas.


"Salam kenal juga Tante , perkenalkan nama aku apriliani tapi Tante panggil Lia saja"


jawab Lia dengan malu malu,


"jangan panggil Tante donk panggil bunda aja ya ,


bunda gak biasa di panggil Tante, merasa udah tua banget,"


ujar bunda Siska sambil tersenyum ,dan mendapatkan anggukan dari Lia sebagai tanda setuju.


"Bun,ayah ke mana, kok gak ada di sini,"tanya Dika kepada bunda Siska,


"itu ,ayah kamu ada pekerjaan mendadak , perusahaan yang di Singapura ada masalah,jadi dia tadi pergi duluan,tapi dia titip salam,buat Lia, maaf katanya gak bisa ketemu"


ucap bunda siska merasa menyesal karena suami nya tak bisa melihat Lia,


"iya bunda,tidak papa lain kali kan masih bisa,bunda lama tinggal di Indonesia nya,


kata kak Dika,bunda tinggal di Australia,"


ucap Lia sambil tersenyum ke arah bunda Siska.


"Iya sayang ,bunda tinggal di Australia tapi bunda kesepian di sana,jadi sekarang bunda mau tinggal di sini saja,biar ada kamu jadi kita bisa pergi bareng, belanja bareng, gimana kamu mau kan temenin bunda,"


ucap bunda Siska begitu antusias dan berharap Lia mau menemani dia selama dia berada di Indonesia.


"Bunda ,bukan nya Lia tak mau selalu menemani bunda,tapi Lia kan kerja, mungkin kak Dika sudah cerita apa pekerjaan Lia,jadi Lia tak bisa keluar semau Lia,tapi akan Lia usahakan untuk sesekali menemani bunda, bagaimana gak papa kan bunda,"


ucap Lia merasa bersalah kepada bunda Siska,


Dika yang melihat keakraban mereka pun merasa senang, ternyata memang benar Lia itu gampang sekali akrab dengan orang,


sifat nya yang ramah dan murah senyum membuat dia selalu di sukai banyak orang terutama bunda nya,yang seperti nya sudah terikat oleh pesona Lia.


"Bun, sebenarnya bunda ngajak kita ke sini itu mau ngajak makan,atau ngerumpi sih Bun,perut Dika udah lapar,nih,"


ucap Dika,yang membuat kedua wanita yang sedang asik mengobrol itu menghentikan pembicaraan mereka.


"walah,anak bunda udah lapar ternyata,ya udah ayo makan,Lia sayang ayo makan,na,jangan


sungkan sungkan ya,"


ucap bunda Siska,yang mendapatkan anggukan dan senyuman dari Lia.

__ADS_1


__ADS_2