
Dika terus berada di bawah guyuran shower air dingin yang terus mengalir ke badan nya.
Badan nya pun tak merasa kan dingin sedikit pun,yang ia pikirkan kan adalah ,gadis manis ,polos, sederhana ,yang terus memenuhi isi pikiran nya,yang telah ia buat lari dan ketakutan atas apa yang ia perbuat tadi.
Dia terus terngiang dengan kejadian itu, walaupun menurut orang melakukan hal seperti biasa saja.
Yaitu mengelus puncak kepala dia,tapi tidak dengan Dika yang tak pernah dekat dengan seorang wanita kecuali ibunya,dan dia tau Lia juga mungkin tak pernah di perlakukan seperti itu Sebelumnya karena dari ekspresi kaget nya ,Lia, mendapatkan perlakuan seperti itu,dan memilih lari,itu membuktikan bahwa dia memang gadis kecil nan polos ,yang tak tau apa apa.
Dika terus menyalahkan dirinya sendiri kenapa dia bisa kelepasan seperti itu.
Sekitar 1 jam berlalu , akhirnya Dika keluar dari kamar mandi ,dengan handuk yang melilit di pinggang nya,dia berjalan ke arah meja yang ada di sebelah tempat tidur nya.
Tempat menyimpan handphone nya,dan handphone nya berbunyi di lihat nya di layar handphone tertera nama sang bunda,yang menjadi satu satu nya wanita yang ia sayangi di dunia ini.
"Halo Bun,ada apa,kok telepon Dika malam malam begini."
"Owh jadi kamu gak mau di telepon bunda gitu,kamu mau jadi anak durhaka ,Dik,bunda sedih nih,"
ucap bunda nya Dika di telepon,
"iya bunda Dika minta maaf,ada apa bunda telepon Dika,bunda dapat laporan apa lagi dari Linda"
ujar Dika sambil duduk di ujung tempat tidur .
"Ternyata emang kamu anak bunda,asli, kita sehati pasti kamu tau apa yang mau bunda tanyain, sampai bisa membuat anak bunda ini mau datang ke acara seperti itu,ayo bilang sama Bunda,siapa dia."
__ADS_1
tanya bunda nya Dika ,yang bernama Siska,dengan rasa penasaran nya yang tinggi
Dika hanya diam,dia tak mungkin menjawab pertanyaan bunda nya,dan menceritakan semua tentang Lia,bisa bisa bunda nya langsung pulang ke Indonesia dan mendatangi Lia,dan langsung melamar nya.
Ya ,orang tua Dika tinggal di Australia,kadang kadang mereka pulang ke Indonesia hanya sesekali,kalau ada acara acara tertentu saja.
Tapi apabila Dika tak cerita ,bunda nya itu akan tambah penasaran dan malah membuat dia mencari tau sendiri dan itu lebih bahaya.
Walau dia tau keluarga nya,pasti akan menerima Lia dengan senang hati ,apalagi dengan sifat Lia,yang sederhana dan apa adanya.
karena memang keluarga dia tak pernah memandang seseorang dari harta nya saja,orang tua Dika selalu bilang semua manusia itu sama,tak ada bedanya,jadi kita tak boleh membedakan satu sama lain.
"Dika,sayang kamu masih di sana kan,kok pertanyaan bunda gak di jawab,siapa dia,"ucap bunda Siska ,dan membuat Dika tersadar dari lamunannya .
Ucap dika bercerita apa adanya, karena tak ada guna nya juga ia menutupi nya, karena cepat atau lambat bunda nya pun pasti tau.
"Beneran kamu tak ada hubungan apa apa sama dia,yah ,bunda udah seneng banget mau pulang ke Indonesia, untuk cepet cepet ngelamar dia , menjadikan dia menantu bunda,mengajak dia jalan jalan ,dan belanja bareng,bunda kesepian dik ,ayah kamu sibuk kerja,kamu juga sibuk, jarang banget nemuin bunda,jadi cepet cepet ya kenalin dia sama bunda."
Ucap bunda panjang lebar ,yang membuat hati Dika tersentuh,memang dia mengakui bahwa dia jarang banget ketemu bunda nya,karena tuntutan pekerjaan yang begitu banyak menyita waktu.
"Bunda ada ada aja,bunda gak nanya dia berasal dari keluarga mana,kerja apa,tamatan sekolah mana,,"
tanya dika memancing bunda nya, walaupun dia tau bunda nya tak akan mempermasalahkan soal itu,dia hanya ingin tau apa jawaban bunda nya itu.
"Dika,sayang,bunda tak pernah mempermasalahkan soal itu,yang penting dia baik ,sayang sama kamu, mencintai kamu apa adanya,bunda akan menerima nya dengan senang hati siapa pun itu.
__ADS_1
Dan satu lagi ini mah wajib ya ,dia harus seorang perempuan tentunya,,"ucap Bunda sambil tertawa ngakak.
"Bunda ,mah,Dika masih normal ya ,udah dulu ya Bun,Dika mau beresin pekerjaan Dika dahulu ada yang harus Dika periksa lagi. Assalamualaikum,,"
Dika pun mematikan telepon nya sebelum bunda nya ,menjawab salam nya, karena dia tau kalau bunda nya ,udah mulai bicara agak ngawur kaya gitu ,pastinya tak akan pernah selesai dengan cepat .
Ya walaupun seorang Dika apabila di luaran sana adalah laki laki yang di dingin dan tegas,
tidak saat dia bareng keluarga atau para sahabat nya,dia akan berubah menjadi sosok yang hangat dan penyayang.
Awalnya niat dika ingin menyelesaikan pekerjaan nya,tapi dia tak bisa fokus sedikit pun ,di pikiran nya penuh dengan bayang bayang Lia,yang sedang tersenyum manis,terus menari nari di pikiran nya
"Sialan kenapa gue gak bisa fokus kaya gini ,sih,kalau gini terus bisa bisa kepala gue meletus."
Gerutu Dika terus berbicara sendiri, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke balkon kamar nya,dan tak lupa dia mengambil botol minum dari dalam kulkas ,yang terdapat di dalam kamar nya itu.
Di balkon kamarnya dia bisa melihat hamparan kota Bandung yang begitu luas terlihat kecil dari atas balkon kamar nya,
ya karena kamar yang di tempati berada di lantai paling atas hotel tersebut.
Kamar yang di khususkan hanya untuk dia saja,apabila sedang berkunjung ke B,
Dika terus merenung kan,semua perkataan bunda nya tadi,dan dia teringat dengan Lia,apa benar Lia adalah wanita yang ia cari,wanita yang bisa membuat jantung nya berdetak kencang hanya dengan seseorang menyebut nama nya.
Dia tak tau karena dia tak pernah tau rasa nya jatuh cinta,ini adalah hal pertama buat dia di mana dia bisa merasa dunia nya jungkir balik,saat dia melihat Lia berlari dengan linangan air mata,di mana dia ingin sekali memeluk gadis polos itu,yang biasa nya cewek lah yang selalu ngejar ngejar dia kini sebaliknya dia yang ingin terus mengejar gadis itu,rasa tak tertarik dan sikap biasa saja yang di tunjukkan Lia pada Dika,saat mereka mengobrol bersama , membuat dika yakin bahwa Lia tak pernah mempunyai niat untuk mencari perhatian nya,itulah mungkin yang membuat dika tambah penasaran terhadap sosok gadis itu.
__ADS_1