Cinta Sang CEO Dan Baby Sitter

Cinta Sang CEO Dan Baby Sitter
episode 17


__ADS_3

Tak begitu lama dokter pun keluar dari ruangan UGD,


"dok bagaimana keadaan ibu saya,apa dia baik baik saja,"


tanya Lia dengan begitu khawatir ,teh Anin yang berada di sebelah nya langsung mengelus punggung Lia supaya Lia bisa sedikit lebih tenang.


"Li, tenang dulu,kamu gak usah panik kaya gitu,ibu kamu baik baik saja, beliau sudah melewati masa kritis nya,tapi dia masih di bawah pengaruh obat jadi belum sadar,tapi ada yang mau saya diskusikan sama kamu,kamu bisa ikut saya,


"tanya dokter Doni, dokter Doni adalah dokter ibu nya Lia, karena setiap 2minggu sekali ibu nya Lia kontrol ke dokter Doni, jadi Lia dan dokter Doni sudah saling mengenal,


"baik dok,"ucap Lia singkat,


"Li apa perlu teteh temenin"tanya teh Anin kepada Lia, karena dia yakin bahwa telah terjadi sesuatu kepada ibu nya Lia, karena melihat Dokter Doni begitu serius ingin berbicara dengan Lia.


"Gak usah teh biar Lia saja, nanti kalau ada apa apa Lia kasih tau teteh, sebaiknya teteh istirahat saja,"


Jawab Lia kepada teh Anin,


teh Anin pun mengangguk sebagai tanda setuju .


Di saat Lia mau menyusul dokter Doni yang sudah pergi duluan ke ruangan nya,


ada yang mencekal tangan nya,


"Ay ,apa perlu kakak temenin"


tanya Dika kepada Lia,


"Kakak,ya ampun kak, maafin Lia, ngelupain Kakak,gak usah kak, Lia bisa sendiri dan sebaiknya nya kakak pulang saja, terimakasih sudah mengantarkan Lia,kasihan bunda sendirian gak ada yang nemenin,"


ucap Lia sambil tersenyum di paksakan ,


"kok, pulang sih,Ay kakak kan mau nemenin kamu,


kakak gak tega ninggalin kamu sendirian di sini"ujar Dika, kepada Lia


"kak, maaf bukan nya Lia tak mau Kakak ada di sini nemenin Lia,tapi pasti sebentar lagi adik Lia sampai , Lia gak mau dia menyangka yang tidak tidak, karena Lia itu tak pernah punya teman seorang laki laki kak, maaf ya kak,"ucap Lia sambil menundukkan kepalanya karena merasa bersalah kepada Dika.


"Hey, kenapa menunduk seperti itu, kakak ngerti kok maksud kamu, kakak sekarang pulang dulu,tapi ingat kalau ada apa apa jangan ragu hubungin kakak,dan jangan pernah merasa bahwa kamu sendirian di dunia ini , karena kakak akan selalu ada buat kamu, kakak pulang dulu ya, assalamualaikum,"ucap Dika sambil tersenyum ke arah Lia.

__ADS_1


Sebenarnya Dika tak tega meninggalkan Lia sendirian tapi dia harus menghormati keputusan Lia,Dika berpikir kenapa gadis sekecil Lia harus menghadapi masalah seperti itu,


yang seharusnya dia masih sekolah dan bermain dengan bebas tanpa terbebani dengan apapun seperti anak yang seumuran dengan nya,


sekarang Lia sudah berada di depan pintu ruangan dokter Doni,ada rasa takut dan was was di hati Lia,tapi dia harus kuat dia harus tau apa yang telah terjadi dengan ibu nya.


"Tok tok ,"suara pintu di ketuk oleh Lia dari luar.


"masuk"ujar dokter Doni dari dalam


"selamat sore dok, maaf Lia telat,"ucap Lia


"selamat sore juga,Li ayo duduk,gak papa kok,saya juga tadi ada urusan sebentar,jadi baru datang,"


ucap dokter Doni sambil tersenyum,


Lia pun duduk di kursi di depan dokter Doni dengan wajah yang tegang,


dokter Doni yang melihat gadis kecil di hadapan nya itu memperlihatkan wajah nya yang tegang pun mencoba mencairkan suasana, sebenarnya dokter Doni sungguh kasihan kepada Lia,


dia tau tentang kisah hidup Lia,dia ,ibu,dan adik nya kerja sebagai asisten rumah tangga,dan dia pun tau bahwa hampir semua gaji Lia,adik,dan ibu nya Lia itu habis untuk biaya pengobatan ibu nya Lia,


yang harus tiap dua Minggu sekali kontrol ke rumah sakit yang membutuhkan biaya yang tak sedikit,


dia telah menawarkan bantuan kepada Lia, karena kebetulan rumah sakit ini adalah milik keluarga nya,tapi Lia menolak nya ,dengan alasan tak mau merepotkan orang lain selama dia masih bisa,tapi mungkin suatu saat nanti apabila Lia sudah tak mampu membayar biaya rumah sakit ,baru Lia akan meminta bantuan,itu yang selalu Lia bilang,apabila dokter Doni menawarkan bantuan,


dan itu pula yang membuat Dokter Doni kagum dan salut kepada Lia, gadis kecil yang selalu tersenyum walau bagaimanapun berat nya cobaan yang dia terima.


"Li,mukanya gak usah tegang gitu donk,santai aja,


kok saya jadi takut Liat nya,"ucap dokter Doni sambil tersenyum ,


"dok,, sebenarnya apa yang terjadi dengan ibu,,


Lia gak papa kok,Lia siap mendengar kan nya,"


ucap Lia, Sambil sambil pura pura tegar,


"ok kalau gitu, kelihatan nya kamu juga udah mulai tenang , dengar kan saya ya, apapun yang saya bicarakan nanti kamu harus tenang dan yakin bahwa ibu kamu akan baik baik saja,jadi begini, kayanya obat obatan sudah tak bisa menahan rasa sakit nya, terpaksa kita harus melakukan operasi,dan itu harus segera kita lakukan,,,"

__ADS_1


ucap Dokter Doni berbicara dengan begitu lembut.


Lia yang mendengar penuturan dokter Doni hanya diam dia tak tau harus ngapain akhirnya waktu ini sampai juga,


di mana obat obatan sudah tak bisa lagi meringankan sakit ibu nya,


dokter Doni sudah bilang tentang operasi dari pertama ibunya berobat kepada dia ,


tapi karena kendala biaya, operasi itu belum di lakukan dan dokter Doni menyarankan untuk minum obat dan kontrol rutin saja, untuk meringankan rasa sakit nya,tapi sekarang ibu nya harus tetap di operasi.


Lia tak tau dia bisa mendapatkan uang dari mana, karena yang ia tahu biaya operasi itu tak sedikit,


"Li,saya tau ini sangat mengejutkan kamu,tapi ini adalah jalan satu satu nya,tak ada cara lain, kalau kita biarkan dan hanya memakai obat takut nya Malah semakin parah,dan kejadian seperti tadi bisa terulang kembali,"ucap dokter Doni kepada Lia.


"Dok,kira kira operasi nya kapan paling lambat, apakah Lia masih punya waktu, kalau boleh jujur Lia belum punya biaya untuk melakukan operasi.


Tapi insyaallah Lia akan berusaha mencari biaya nya, apapun akan Lia lakukan untuk membuat ibu sembuh,"tanya Lia kepada dokter Doni,


yang membuat dokter Doni tersenyum dan salut kepada Lia,dia masih tak mau menyerah dengan keadaan.


"Paling lambat Senin depan, kebetulan dokter yang akan saya minta untuk mengoperasi ibu kamu itu,


dia praktek di Singapura,tapi dia lagi ada seminar di kota J dalam seminggu ini sebenarnya dia menolak untuk melakukan operasi di Indonesia dan dia meminta untuk melakukan nya di rumah sakit di Singapura,


tapi setelah saya menceritakan tentang kamu,dan melihat photo kamu,dia berubah pikiran dan mau mengoperasi ibu kamu,


dan besok dia akan ke sini untuk melihat keadaan ibu kamu,tapi itu tergantung keputusan kamu,saya akan menghargai apapun keputusan kamu,"


ucap dokter Doni kepada Lia.


"Ok,dok saya akan mengoperasi ibu saya,dan biarkan dokter tersebut besok datang dan memeriksa ibu ,tapi dok berikan saya waktu untuk mencari biaya nya,"ucap Lia


"Li, masalah biaya apa kamu mau menerima bantuan saya sekarang,"tanya dokter Doni,


"dok terimakasih banyak sebelumnya , karena dokter bersedia mau membantu Lia,tapi Lia mau berusaha sendiri dulu,Lia tak mau merepotkan dokter,


dokter sudah banyak membantu Lia,"ucap Lia kepada dokter Doni,


"ya sudah, kalau gitu tapi ingat kalau kamu sudah tak sanggup lagi,kamu bisa datang kepada saya,"ucap dokter Doni,

__ADS_1


Lia pun hanya bisa mengangguk dan tersenyum ke arah dokter Doni,


dan Lia pun berpamitan kepada dokter Doni, untuk mengurus administrasi karena ibu nya Lia harus di rawat inap.


__ADS_2