Cinta Sang CEO Dan Baby Sitter

Cinta Sang CEO Dan Baby Sitter
episode 5


__ADS_3

Terlihat Lia , sedang duduk melamun,di kursi dekat kolam berenang, sambil melihat non Kim Kim,dan juga Bu Asti yang sedang berenang.


Dia masih memikirkan kejadian tadi malam,


atas apa yang di lakukan Dika terhadap dia ,Lia yang tak pernah di perlakukan seperti itu oleh seorang laki laki termasuk oleh pacar nya sendiri.


Walaupun mereka pacaran sudah 4 tahun lama nya,tapi mereka tak seperti orang pacaran pada umum nya,mereka malahan seperti seorang sahabat yang selalu bersama dan mereka tak pernah melakukan apa apa,bahkan pegangan tangan pun jarang banget jadi pas Dika melakukan itu membuat Lia kaget dan tak tau harus berbuat apa jadi dia memutuskan untuk pergi saja.


"Hey ngelamun aja, kecebur ke kolam baru tau rasa,Li, mana kamu gak bisa berenang ,saya gak mau ya nolongin kamu,"ucap Bu Asti yang membuyarkan


lamunan Lia.


"Ih ibu mah gitu amat sih,sama Lia,kalau Lia tenggelam beneran terus meninggal ,orang yang pertama Lia, gentayangan adalah ibu dan Lia akan ajak ibu buat nemenin Lia."


Ujar Lia, sambil cemberut.


ibu Asti pun menepuk pundak Lia, sambil berbicara"kamu mah, kalau ngomong teh suka asal gak pernah di saring dulu,bukan nya kamu yang bilang bahwa perkataan itu adalah doa, gimana kalau beneran,,amit amit,ih."


Lia hanya diam mendengarkan ocehan ibu Asti yang kalau di jawab bakalan tambah panjang jadi mendingan dia diam ,pura pura mendengar kan, sementara Lia masih gak bisa mengalihkan pikirannya dari kejadian semalam.


"Li, kalau boleh saya tau emang semalam pak Dika bicara apa sama kamu,dia gak ngelakuin apa apa kan,tapi sepertinya ada sesuatu yang terjadi kan sampai kamu tak bersemangat seperti itu,"tanya ibu Asti yang sudah merubah ekspresi wajah nya menjadi serius.


Awal nya Lia gak mau membicarakan hal yang terjadi semalam,tapi kalau ia Pendem sendiri malah terus kepikiran, akhirnya Lia pun menceritakan semua,dari pertama dia berbicara dengan Dika,sampai ia yang pergi tanpa pamit,semua di cerita in tak ada yang tertinggal,ibu Asti tertawa begitu keras setelah mendengar cerita Lia.


"Aduh Li,,ini perut saya sakit ketawa terus tak bisa berhenti,kamu dari tadi melamun hanya karena itu,Li, itu wajar saja kamu gak usah kepikiran kaya gitu,"ucap Bu Asti sambil terus tertawa tak henti henti.


"Ah ibu mah,malah ketawa tapi Lia kan udah punya pacar bu,dan Lia harus bisa menjaga diri Lia,"

__ADS_1


ujar Lia sambil cemberut menampilkan muka sedih dan bersalah nya.


"Gini ya ,Li,kita tak tau jodoh kita nanti nya siapa, sekarang mungkin kamu masih pacaran dengan pacar kamu tapi besok , Minggu depan,atau tahun depan kan ,tak tau apa yang terjadi ,jadi jalanin aja, sekarang mah,apapun yang terjadi nanti nya,dan siapa jodoh kamu nanti nya,itu adalah yang terbaik ,jadi sekarang mah gak usah di pikirin lagi .


Ya sudah yu kita balik ke kamar kaya nya si non ,juga udah selesai."


Lia hanya mengangguk,benar yang dikatakan ibu Asti mendingan jalanin aja dulu mungkin pak Dika juga tak sengaja melakukan nya ucap batin Lia.


Di tempat lain


Dika sedang memimpin meeting antar para manajer hotel nya,tapi dia tak bisa fokus walau sedikit pun.


karena sudah tak bisa fokus lagi akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan ruangan meeting tersebut,dan meminta Linda untuk mengganti kan nya.


"Lin bisa gantikan saya dulu untuk mendengarkan penjelasan mereka nanti kamu laporkan ke saya.


"Baik pak,apa perlu saya panggil kan dokter juga,"ucap Linda.


"Gak usah saya hanya perlu mencari udara segar saja, mungkin saya akan jalan jalan keluar,tolong kosong kan semua jadwal saya hari ini.


"Ucap Dika sambil pergi meninggalkan ruangannya tanpa berkata sepatah kata pun, meninggalkan semua orang yang ada di ruangan meeting tersebut , membuat semua orang yang ada di situ di buat heran oleh bos mereka karena baru kali ini dia meninggal kan meeting secara tiba tiba seperti ini.


Linda yang tau dengan isi pikiran semua orang , akhirnya menjelaskan bahwa pak Dika sedang kurang sehat jadi dia keluar duluan,


dan meeting akan di ambil alih oleh dia.


Dika yang sampai di lobi hotel di kejutkan oleh keberadaan Lia yang sedang duduk di salah satu sofa di lobi tersebut , dengan seorang anak kecil,di lihat nya Lia sedang tertawa bahagia , membuat hati Dika merasa tenang bahwa kejadian semalam tak membuat tawa gadis itu hilang.

__ADS_1


Dika berjalan menghampiri Lia ,dan menegur nya,tadinya dia akan mengurungkan niat nya untuk berbicara dengan Lia,dia malu dengan kejadian semalam yang dengan lancang nya dia mengelus puncak kepala gadis itu,tapi dia adalah seorang laki-laki,dan seorang laki-laki harus bisa menyelesaikan masalah nya,apapun resikonya .


Akhirnya Dika sampai tepat di belakang tubuh Lia.


"Hai , boleh saya duduk di sini,,"ucap Dika sambil bicara agak canggung.


Lia menoleh ke belakang karena mendengar seseorang menyapa nya, betapa kaget nya Lia, saat tau siapa yang berada di depan nya sekarang, seseorang yang ingin dia hindari dan tak mau di lihat nya untuk sekarang ini.


Tapi apalah daya sekarang malahan orang tersebut ada di depan nya,jadi Lia mau tak mau harus bersikap biasa saja ,dan mengendalikan jantung nya yang tak tau kenapa tiba tiba berdetak tak karuan.


"Ah kenapa harus ketemu dia sekarang sih,ah aku lupa hotel ini kan milik dia ,pasti nya dia berada di sini,"ucap batin Lia.


"Silangkan kak,kursi nya kosong kok,"jawab Lia terbata bata.


Akhirnya Dika pun duduk di sofa sebelah Lia


tak ada obrolan diantara mereka


akhirnya Dika pun memulai pembicaraan .


"Ay,kamu mau cek out hari ini kok ada di lobi,"tanya Dika basa basi,dia tak tau kenapa malah pertanyaan itu yang keluar dari mulut nya,tapi kayanya itu berhasil membuat kecanggungan itu memudar,


karena Lia mulai berbicara dengan nada biasa nya,dan menjawab pertanyaan Dika.


"Enggak kok ,kak,kita baru pulang besok siang,hari ini kita keluar mau cari makan siang,"jawab Lia sambil tersenyum ke arah Dika.


Dika merasa bahagia melihat Lia sudah kembali seperti, Lia ,yang biasa nya yang selalu tersenyum manis kepada siapapun,tak ada lagi rasa kecanggungan di antara mereka,dan itu membuat hati dika merasa lega ,dan rasa bersalah yang menghantui nya semalam berangsur menghilang.

__ADS_1


__ADS_2