
Setelah Lia menceritakan semua nya kepada Dika tanpa terlewatkan sedikit pun, akhirnya nya Dika pun mengerti tentang masalah yang tengah di hadapi oleh Lia.
"Ay ,ayo kita menikah , kalau itu bisa membuat kamu menerima bantuan kakak tapi kakak ingin pernikahan ini berjalan seperti pernikahan pada umumnya karena kakak hanya ingin menikah sekali seumur hidup Kakak.
Dan kakak ingin kamu bisa belajar untuk mencintai kakak,
bagaimana apakah kamu setuju Ay,"tanya Dika kepada Lia dengan wajah serius nya.
Lia pun mengangguk dan tersenyum ke arah Dika, sambil berbicara
"iya kak,Lia akan belajar untuk mencintai kakak,
Lia pun sama ingin menikah hanya sekali dalam hidup Lia,
tapi apa Lia boleh minta sesuatu lagi sama kakak,"ucap Lia malu malu.
"Memang nya kamu mau minta apa,Ay , kalau kamu minta kakak setelah kita menikah untuk tidak menyentuh kamu sampai kamu mencintai kakak,
kaya nya kakak gak akan bisa Ay,
kakak laki laki Normal yang sudah dewasa jadi kalau ada wanita yang memang sudah halal bagi kakak gak mungkin kakak bisa menahan nya,"ucap Dika sambil memegang tangan Lia .
Lia yang mendengar perkataan Dika pun merasa malu sendiri kenapa Dika membahas hal seperti itu .
"Kakak apaan sih, bahas gituan,emang kita berada di cerita novel apa,
yang ada hal kaya gitu,"ucap Lia malu malu,
"jadi kamu gak akan ngasih syarat kaya gitu Ay, syukur deh,
tadi nya kakak udah was was banget,
sekarang aja belum nikah susah banget menahan nya kalau lagi dekat dengan kamu, apalagi nanti kalau kamu udah halal buat kakak,
Mana bisa kakak menahan nya lagi,"ucap Dika tanpa malu.
"Kakak,apaan sih kenapa malah bahas gituan terus,kok jadi Lia yang malu sendiri,
bukan itu yang Lia minta,
jadi begini Lia ingin pernikahan ini tak di ketahui oleh ibu Lia,
karena Lia gak mau ibu Lia merasa bersalah setelah tahu,
demi mendapatkan biaya untuk operasi nya ,
__ADS_1
Lia harus menikah dengan kakak,dan Lia pun masih mempunyai kekasih ,Lia pun harus membereskan nya terlebih dahulu,dan Lia ingin pernikahan kita di adakan besok malam, apakah kakak menyanggupi nya,"tanya Lia kepada Dika.
"Kalau masalah ibu kamu dan pacar kamu kakak mengerti dan menyanggupi nya,
tapi untuk menikah besok malam berarti kita tidak menikah secara hukum ,jadi kita menikah agama dulu gitu maksud kamu,ay,"tanya Dika kepada Lia,
Lia pun mengangguk
"kakak jangan salah paham dulu, kalau kita menikah secara hukum kita membutuhkan waktu yang lama karena harus mengurus berkas berkas nya dahulu,dan pasti membutuhkan berkas yang ada di ibu Lia , benar kan,"ucap Lia .
" Baiklah lah, terus kapan kita bisa menikah secara hukum,"tanya Dika lagi.
"Setelah ibu sembuh,
setelah Lia membereskan masalah Lia dan pacar Lia,
bagaimana kak,apa kakak setuju dengan permintaan Lia,
tapi itu gimana kakak saja, kalau kakak gak setuju gak papa,"ucap Lia sambil tersenyum ke arah Dika.
Dika pun merasa bangga kepada Lia ternyata dia tak salah mencintai dan memilih wanita,dia wanita yang hebat dalam segala hal, bahkan dia pun sudah memikirkan untuk ke depan nya mau bagaimana.
"Kakak setuju dengan permintaan kamu,tapi apakah boleh kakak bertemu dengan ibu kamu dulu,sebagai teman kamu mungkin"ucap Dika kepada Lia.
"Boleh boleh saja kak,tapi kayanya kalau sekarang gak bisa kak,
"Siap calon istri,
besok kakak akan temuin ibu kamu,nah sekarang kamu ikut kakak lagi untuk bertemu dengan bunda,
dan memberitahu kan kabar gembira ini"ucap Dika dengan begitu bersemangat.
Lia hanya bisa tersenyum melihat begitu bahagia nya kak Dika,
Lia tak tau apa yang ia lakukan ini benar atau tidak yang terpenting ibu nya bisa di operasi dan bisa sembuh kembali.
"Tapi kak, Bagaimana nanti kita menjelaskan nya kepada bunda tentang rencana pernikahan kita,
dan apakah bunda akan menerima nya",
ucap Lia yang seketika muka nya berubah menjadi muram.
Dika yang melihat perubahan di raut wajah Lia pun , mengerti dengan kecemasan Lia,
"Ay,kamu gak usah khawatir soal bunda biar kakak yang menjelaskan nya,"ucap Dika berusaha menenangkan Lia.
__ADS_1
Mereka pun berjalan menuju ke ruang rawat di mana bunda Siska di rawat,
mereka berdua mengetok pintu dan tak lupa mengucapkan salam sebelum mereka masuki ke ruangan tersebut.
Bunda Siska yang melihat siapa yang datang pun merasa begitu senang,
"Lia sayang,sini na"ucap bunda Siska meminta Lia untuk mendekat ke arah nya.
Lia pun menurut dan berjalan ke arah bunda Siska dan duduk di kursi di sebelah ranjang di mana bunda Siska tidur.
"Bunda sebelum nya Lia mau minta maaf tadi langsung pergi begitu saja,
maafin Lia ya bunda,"ucap Lia sambil menundukkan kepalanya nya.
"Seharusnya bunda yang minta maaf sama kamu sayang, karena bunda udah berbicara seperti tadi,
bunda tak memikirkan perasaan kamu dulu,kamu mau kan maafin bunda," tanya bunda Siska sambil memegang tangan Lia.
Sementara Dika dan yang lain nya hanya duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut menonton drama yang di perankan bunda Siska,
"bunda sebenarnya ada yang ingin kami berdua katakan pada ayah sama bunda,"ucap Dika sambil berjalan ke arah di mana Lia dan bunda Siska berada.
Dika pun mempersilahkan Lia untuk memulai pembicaraan nya,
sementara bunda Siska dan ayah Alex begitu penasaran dengan apa yang akan mereka berdua sampaikan .
"Jadi begini bunda,
Lia mau menikah dengan kak Dika ,tapi Lia minta beberapa persyaratan "ucap Lia sambil berbicara terbata bata karena gugup,
Lia pun langsung menundukkan kepala nya karena malu.
Sementara bunda Siska dan semua orang yang ada di situ kecuali Dika sangat terkejut sekaligus merasa senang dengan apa yang di katakan Lia barusan.
"Lia sayang kamu gak sedang bercanda kan sayang,
kamu bersedia menikah dengan Dika dan menjadi menantu bunda,"tanya bunda Siska dengan begitu bersemangat.
Lia pun hanya mengangguk dan tersenyum sebagai tanda iya,
bunda Siska pun langsung memeluk Lia sambil terus mengucapkan kata terimakasih,
semua orang yang ada di ruangan tersebut pun merasa terharu sekaligus senang melihat mereka berdua berpelukan seperti itu.
Ayah Alex pun menghampiri Dika dan langsung memeluk nya,dia mengucapkan kata selamat kepada Dika karena akhirnya Lia mau menerima nya,
__ADS_1
Dika pun hanya bisa tersenyum tipis kepada Ayah Alex.