
Ketika mereka sedang makan bersama ,bunda Siska yang begitu antusias menawarkan semua makanan yang ada di meja tersebut,dan Dika hanya melihat saja karena dia merasa heran dengan bunda nya,
Kenapa bunda nya bisa secepat itu menyayangi Lia,
karena bunda nya itu susah sekali akrab dan menyayangi seseorang,dering handphone Lia membuat keduanya melirik ke arah Lia.
"Bunda ,Lia boleh izin angkat telepon nya,"
ucap Lia yang merasa gak enak apabila mengangkat telepon tanpa izin dulu kepada bunda Siska,
"boleh donk sayang,ayo angkat dulu telepon nya,siapa tau telepon nya penting"
jawab bunda Siska sambil tersenyum ke arah Lia.
Setelah itu Lia melirik ke arah Dika,dan Dika tau maksud Lia,
Dika pun mengangguk sebagai tanda mengizinkan,
akhirnya Lia pun mengambil handphone nya yang berada di dalam tas ,di lihat nya tertera di layar handphone itu nama teh Anin
Teh Anin adalah majikan ibu nya Lia,jadi ibu nya Lia juga kerja sebagai asisten rumah tangga di rumah adik ipar nya Bu Asti sedangkan adik nya yang bernama Lista yang juga kerja sebagai asisten rumah tangga bekerja di rumah mertua nya Bu Asti
jadi semua nya kerja masih di lingkup keluarga nya Bu Asti
Lia pun menelepon balik teh Anin, karena telepon nya telah mati, terdengar suara dering terus berdering,tak begitu lama telepon pun di angkat terdengar suara teh Anin di sebrang sana
"Li,kamu di mana sekarang,kata teh Asti katanya kamu gak lagi sama dia,kamu di mana Li sekarang,"
tanya teh Anin dengan suara panik nya,
"teh,coba teteh tenang dulu, sebenarnya ada apa, kenapa teteh kedengarannya panik banget,
iya Lia lagi gak sama Bu Asti
Lia lagi pergi sama teman Lia, memang ada apa teh,"tanya Lia
dia tau pasti ada sesuatu yang terjadi karena teh Anin jarang sekali menelepon Lia.
"Bibi,Li,bibi,"ucap teh Anin dengan terbata bata,
"Ibu kenapa teh,apa yang sebenarnya nya terjadi teh,ibu gak papa kan,"
__ADS_1
tanya Lia yang mulai panik, membuat bunda Siska dan Dika segera mendekati Lia, Bunda Siska langsung memegang tangan Lia dan menenangkan nya.
"Bibi,masuk rumah sakit lagi Li, penyakit nya kambuh lagi,tadi dia mendadak pingsan jadi teteh langsung bawa dia ke rumah sakit,"
ucap teh Anin
dan sontak membuat Lia kaget ,dan dia tak bisa lagi menahan air mata nya lagi dia menangis,dan bunda Siska yang tak tau dengan
apa yang telah terjadi sampai membuat Lia menangis,hanya bisa memeluk Lia dan menenangkan nya.
Dika yang melihat Lia menangis dan panik, langsung mengambil handphone Lia yang telepon nya masih tersambung dengan seseorang ,Dika pun menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada orang yang di telepon oleh Lia.
"Halo, maaf saya teman nya Lia, sebenarnya apa yang terjadi,"tanya Dika
"halo ,ini teman nya Lia,
Lia nya gak papa kan,jadi ibu nya Lia masuk rumah sakit lagi,tadi pingsan ,penyakit nya kambuh lagi,"
ucap teh Anin, walaupun dia merasa heran kenapa Lia bisa pergi dengan seorang laki laki bukan nya Lia tak pernah keluar dengan siapapun apalagi dengan seorang laki-laki apa itu pacar nya bukan nya pacar ada di J dan tak pernah datang ke kota B,
terus siapa laki laki yang barusan bicara,ucap teh Anin di dalam batin nya.
Sementara Dika yang mendengar jawaban orang di telepon tersebut merasa kaget dan langsung menanyakan di mana ibu nya Lia di rawat,
"di rumah sakit S,"Jawab teh Andin,
dan Dika pun mengucapkan terimakasih dan menutup telepon nya.
"Ay,ayo kita ke rumah sakit sekarang biar Kakak anterin",
ucap Dika kepada Lia, yang masih berada di pelukan bunda Siska,Lia pun mengangguk dan mulai berhenti menangis dan melepaskan pelukan bunda siska,
"bunda, Lia pergi dulu ya, maaf Lia malah mengacaukan makan siang nya,"ucap Lia sambil terisak,
"udah sayang gak papa, besok besok lagi kan bisa,apa bunda boleh ikut ke rumah sakit, bunda pengen jenguk ibu kamu,"
tanya bunda Siska,
dan langsung di jawab oleh Dika ,"bunda sebaiknya gak ikut sekarang ya,besok lagi kan di masih bisa jenguk nya "
ucap Dika,dia yakin
__ADS_1
bahwa Lia gak akan tega menolak permintaan bunda nya,tapi ini bukan waktu yang tepat untuk bunda nya bertemu dengan ibu nya Lia,di mana Lia pun masih mempunyai kekasih,dan menurut cerita Lia,ibunya sangat menyukai kekasih Lia itu.
Bunda Siska pun mengerti dengan yang di maksud Dika,
"ya udah bunda besok lagi aja jenguk nya,salam saja ya sayang ,buat ibu kamu,bunda doa kan mudah mudahan ibu kamu cepat sembuh ,ya sayang"
ucap bunda Siska sambil mengelus pundak Lia,
"terimakasih banyak bunda atas doa nya ,Lia pamit dulu ya bunda, assalamualaikum"
ucap Lia, sambil mencium tangan bunda Siska,
akhirnya mereka pun pergi meninggalkan Bunda Siska sendirian.
"Li udah donk, jangan nangis terus, kakak yakin ibu kamu akan baik baik saja kok,
memang nya kalau boleh tau ibu kamu sakit apa ,"tanya dika kepada Lia,
"Lia takut kak,takut kehilangan ibu,Lia udah kehilangan bapak waktu Lia masih kecil,dan Lia takut ibu pun pergi juga meninggalkan Lia, bagaimana Lia dan Lista kalau ibu pergi,Lia dan Lista tak punya siapa siapa lagi kak,"
ucap Lia sambil terus terisak.
"Ay, dengarkan kakak ya,kamu gak sendirian,kamu masih punya orang orang yang menyayangi kamu ada kakak,bunda ,Bu Asti ,semua nya akan selalu ada buat kamu, nemenin kamu,jadi kamu jangan pernah merasa bahwa kamu sendirian di Dunia ini,"
ucap Dika sambil tersenyum ke arah Lia,
"terimakasih banyak kak, karena kakak sudah mau berada di dekat Lia,dan menguatkan Lia,"ucap Lia.
Tak terasa mereka pun telah sampai ke Rumah sakit, mereka berdua langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah sakit sambil berlari ke ruang UGD,
di lihat nya di situ ada teh Anin dan suami nya, sedang duduk di kursi depan ruangan UGD,
"teteh, bagaimana keadaan ibu, apakah dia baik baik,saja "
tanya Lia kepada teh Anin
teh Anin yang sedang duduk di kursi pun langsung berdiri dan langsung memeluk Lia,
Lia menangis di pelukan teh Anin.
"Udah gak usah nangis,bibi pasti baik baik saja kok, Dokter sedang memeriksa nya,"
__ADS_1
ucap teh Anin menenangkan Lia yang masih terisak di pelukan nya, walaupun teh Anin itu majikan ibu nya Lia,
tapi dia sangat baik seperti ibu Asti,bahkan teh Anin sudah menganggap Lia itu sebagai adik nya,jadi mereka semua sudah menganggap keluarga Lia itu sebagai keluarga mereka sendiri.