
Lia dan Dika sedang berjalan di lorong rumah sakit, mereka berdua hanya diam tak ada yang berbicara,
setelah perdebatan yang lama dengan bunda Siska yang sebenarnya belum selesai,
tapi Lia keburu di hubungi oleh adik nya Lista menanyakan di mana keberadaan Lia,
sebenarnya tadi setelah Lia menceritakan tentang rencana pernikahan mereka berdua dan membicarakan tentang persyaratan yang Lia berikan.
Bunda Siska kurang setuju dengan persyaratan Lia ,
yang ingin menikah besok malam dan mereka berdua hanya menikah secara agama saja,
bunda Siska bilang itu akan merugikan pihak wanita karena mereka tidak mempunyai hak yang penuh untuk menuntut apapun kepada pihak laki laki apabila nanti nya ada masalah di antara mereka berdua ,
seperti, laki laki nya tak mengakui bahwa wanita Tersebut itu adalah istrinya.
Dan bunda Siska pun tak ingin itu terjadi walaupun Dika itu adalah anak nya sendiri tapi kita semua tak tau apa yang akan terjadi di masa depan,
tapi Lia meyakinkan bunda Siska bahwa dia percaya kepada Dika,
kalau Dika tak akan melakukan hal seperti itu,
dan perkataan Lia pun membuat bunda Siska akhirnya setuju Untuk melaksanakan pernikahan itu besok malam.
Dan akan di lakukan secara tertutup di salah satu hotel milik keluarga Dika di kota B
Dan untuk masalah segala persiapan nya,
akan di siap kan oleh bunda Siska ,
karena bunda Siska sendiri yang meminta nya,
Lia dan Dika tinggal menerima beres,ucap bunda Siska tak mau di bantah,
dan mengenai persyaratan Lia yang lain ,bunda Siska pun setuju.
Karena dia tau itu yang terbaik,
untuk tidak memberitahukan dulu mengenai pernikahan ini kepada ibu nya Lia,
setelah perdebatan yang panjang tentang segala hal yang harus di lakukan,
Lia pun terpaksa harus pamit duluan karena adik nya Lista
sudah terus menghubungi nya menanyakan di mana keberadaan Lia.
Dan sekarang di sini lah Lia sedang berjalan bersama Dika di lorong rumah sakit menuju ke kamar di mana ibu nya Lia di rawat,
sebenarnya Lia sudah menolak diantarkan oleh Dika,
tapi Dika memaksa untuk mengantarkan Lia,
tak terasa sampai lah mereka di depan pintu kamar ibu nya Lia,
"terimakasih kak,udah nganterin Lia sampai ketemu besok pagi, assalamualaikum"ucap Lia kepada Dika sambil tersenyum manis,
__ADS_1
tapi tiba tiba Dika meraih tangan Lia,dan membalikkan badan nya,dan Dika pun memeluk Lia dengan begitu erat,
"Ay, biarkan seperti ini sebentar saja,
kamu tau kakak ingin melakukan ini dari dulu,
dari pertama kakak bertemu Sama kamu,"
ucap Dika sambil terus memeluk Lia dan menghirup wangi tubuh Lia yang begitu harum dan menenangkan,
"kak,nanti ada orang liat malu"ucap Lia,yang mencoba untuk melepaskan pelukan Dika.
Akhirnya Dika pun melepaskan pelukannya dan tersenyum melihat Lia yang sudah cemberut,
"maafin kakak ya,
gak usah cemberut gitu donk
bisa bisa nanti kakak kelepasan ngelakuin lebih dari memeluk kamu"ucap Dika sambil mengelus puncak kepala Lia.
"ih Kakak, nanti rambut Lia jadi berantakan"
ucap Lia ,
"ya udah maaf,abis nya gemes banget liat kamu cemberut kaya gitu,
ya udah sana masuk istirahat dan jangan lupa besok pagi kakak sama bunda dan ayah ingin bertemu dengan ibu kamu,"ucap Dika sambil tersenyum manis .
Lia pun mengangguk Tanda iya,
Pagi pun tiba hari ini adalah hari di mana ibu nya Lia akan di periksa oleh dokter yang dokter Doni ceritakan kemarin ,
dan hari ini pun hari di mana Lia dan Dika akan menikah ,
mungkin bagi sebagian wanita di dunia ini,
hari pernikahan itu adalah hari yang paling bahagia tapi tidak dengan Lia ,
dia tak tau apakah dia bahagia atau tidak dengan pernikahan ini biarlah waktu yang akan menjawab nya,
"assalamualaikum"
suara salam dari luar Ruangan pun terdengar,
"Lis , coba kamu buka pintu nya ,
siapa yang datang"ucap ibu nya Lia,yang pagi itu sudah terlihat lebih baik.
Lista pun membuka pintu tersebut,
dan disitu terlihat ibu Asti yang datang tapi dia tidak sendirian dia bersama beberapa orang ,
"eh, teteh kok gak langsung masuk,"ucap Lista kepada Bu Asti
"eh,Lis iya tadi takut nya lagi ada dokter di dalam makanya Nunggu di bukain pintu nya,tapi kita boleh masuk kan,"ucap Bu Asti kepada Lista sambil tersenyum.
__ADS_1
Lista pun mengangguk dan mempersilahkan Bu Asti dan beberapa orang lain nya untuk masuk,
"assalamualaikum ,bibi bagaimana kabar nya udah baikan,"ucap Bu Asti
"eh ada neng Asti, Alhamdulillah neng bibi udah baikan,ayo duduk neng.
Lo ini siapa neng kok banyakan,"tanya ibu nya Lia,
akhirnya ibu Asti pun memperkenalkan bunda Siska dan ayah Alex kepada ibu nya Lia sebagai teman bapak IIham kebetulan sedang menengok temen nya di rumah sakit ini,
dan bertemu dengan Bu Astidi depan ,
lalu ibu Asti cerita kalau ibu nya Lia sakit dan di rawat di rumah sakit ini.
jadi mereka ikut menengok ke sini.
"terimakasih banyak ibu dan bapak udah mau repot-repot jenguk saya di sini ,"ucap ibu nya Lia yang bernama ibu Lastri
"iya ibu sama sama,tadi kebetulan ketemu Bu Asti di depan dan cerita ibu nya Lia lagi di rawat ,jadi kita ikut deh ke sini,
owh iya Bu,Lia nya mana kok saya gak lihat dia,"tanya bunda Siska sambil tersenyum dan duduk di kursi sebelah ranjang ibu Lastri.
"Lia lagi mandi Bu, mungkin sebentar lagi selesai,"ucap ibu Lastri ,
akhirnya mereka berdua pun asik bercerita segala hal ,
sedangkan ayah Alex hanya duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut sambil melihat lihat email pekerjaan nya melalui handphone nya,
sedangkan Bu Asti dan Lista pergi ke kantin untuk membeli sarapan,
Dika yang baru sampai di depan pintu kamar di mana ibu nya Lia di rawat pun Langsung mengetuk pintu tersebut sambil mengucapkan salam,
dan langsung di Jawab oleh ibu Lastri dan bunda Siska ,
"eh Dik ,sini na,ini ibu nya Lia,"ucap Bunda Siska Kepada Dika ,
dan Dika pun menghampiri mereka berdua
"assalamualaikum Bu, perkenalkan nama saya Dika ,saya anak nya bunda Siska,"
ucap Dika dengan sedikit gugup,
"ya ampun ganteng sekali Bu anak nya,"
ucap ibu Lastri sambil tersenyum,
akhirnya Dika pun pamit untuk duduk bersama ayah nya di sofa yang masih satu ruangan tapi terhalang oleh lemari yang ada di ruangan tersebut,
"ganteng sih iya Bu,tapi sikap nya itu Bu dingin banget,mana ada wanita yang tahan Sama dia,"ucap bunda Siska sambil tersenyum,
"insyaallah Bu, nanti juga pasti ketemu sama jodoh nya,"Jawab ibu Lastri.
Dan bunda Siska pun mengaminkan nya,
mereka pun berlanjut bercerita tentang segala hal,
__ADS_1
yang pasti nya Bunda Siska banyak menanyakan segala hal tentang Lia.