
Lia yang sedang berjalan di lorong rumah sakit setelah membeli makanan ringan dari Kantin rumah sakit tak sengaja bertabrakan dengan seseorang,
karena Lia yang berjalan sambil membalas chat dari kekasih nya itu ,yang menanyakan tentang keadaan ibu nya Lia.
"Maaf pak saya tak sengaja,"ucap Lia Sambil menunduk,
"iya gak papa kok,lagian saya juga salah"ucap seseorang yang di tabrak Lia,
tapi Lia merasa mengenal suara tersebut pas Lia mengangkat wajah nya,
benar saja orang yang di tabrak Lia itu adalah Dika,
"kakak, kenapa kakak,
ada di sini ,bukan nya kemarin sore Kakak udah pulang,"
tanya Lia, merasa heran, kenapa Dika ada di rumah sakit.
"Ay, kebetulan Banget kakak ketemu kamu di sini,
baru aja kakak mau nelepon kamu,"ucap Dika sambil mengambil tangan Lia dan membawa Lia duduk di salah satu kursi yang tersedia di lorong rumah sakit tersebut,
"emang ada apa kak, kelihatan penting banget kak,"tanya Lia Sambil duduk di kursi tersebut.
"Jadi gini Ay,bunda masuk rumah sakit,
tadi tiba tiba pingsan, penyakit lama nya Kambuh lagi,
dan kakak mau minta tolong sama kamu, boleh,"tanya Dika kepada Lia,
Lia pun yang mendengar bunda Siska masuk rumah sakit pun merasa kaget bukan nya tadi siang bunda Siska baik baik saja .
"Bunda sakit apa kak,boleh donk memang nya kakak mau minta tolong apa sama Lia,"
tanya Lia Sambil tersenyum ke arah Dika,
"jadi begini bunda ingin ketemu sama kamu,
bisa gak kamu temuin bunda sebentar aja,"ucap Dika sambil berharap mudah mudahan Lia tak menolak ajakan nya.
"Ya ampun kak, Lia kira mau minta tolong apa,
boleh donk gak di minta pun pasti Lia bakalan jenguk bunda,
tapi Lia nganterin makanan dulu ya kak,
ke kamar nya ibu,
soal nya Lista belum makan,kasian,"ucap Lia ,
yang langsung menyadarkan Dika bahwa dia belum menanyakan kabar ibu nya Lia.
__ADS_1
"Ya ampun Ay, maaf Kakak kelupaan,nanyain kabar ibu kamu, bagaimana keadaan nya sekarang apakah sudah mendingan,"
tanya Dika,yang di balas senyuman oleh Lia,
"gak papa kali kak santai aja,
ibu Alhamdulillah udah mendingan beliau udah siuman tapi sekarang sedang istirahat di temani Lista adik Lia,
sebentar ya kak Lia anterin ini dulu,kakak tunggu di sini aja,jangan ke mana mana,"ucap Lia sambil tersenyum ke arah Dika,
dan Lia pun pergi sambil berlari ke arah kamar rawat ibu nya,
sementara Dika hanya tersenyum melihat tingkah laku Lia,
walaupun dia dalam kesulitan ,
tetapi dia selalu tersenyum dan tak pernah memperlihatkan kesedihan nya kepada orang lain.
Sekitar 15 menit berlalu ,Lia pun datang sambil melambaikan tangan nya ke arah Dika,
Dika pun tersenyum melihat Lia kembali, untung saja di lorong Rumah sakit itu sedang sepi , karena masih pagi jadi tak ada yang melihat kelakuan Lia,
"ayo kak,Lia udah gak sabar ingin ketemu dengan bunda,"ucap Lia
akhirnya mereka pun berjalan beriringan menuju kamar rawat bunda Siska,
"Ay terus adik kamu sama siapa,"tanya Dika kepada Lia.
"Sendiri kak,
tadi mah ada teh Anin cuma udah pulang besok baru ke sini lagi,
kalau Bu Asti
dari kemarin sore pulang nya,soal nya ada urusan mendadak katanya,"ucap Lia sambil tersenyum,
tak terasa mereka sudah sampai ke depan kamar di bunda Siska di rawat.
Dika pun membuka pintu tersebut dan mempersilahkan Lia masuk duluan,
dan Betapa terkejut nya semua orang yang ada di ruangan tersebut melihat seorang gadis kecil,yang manis,dan begitu sederhana,masuk sambil mengucapkan salam,
tapi tidak dengan bunda Siska dia begitu antusias pas melihat
Lia datang ,
"Lia sayang,sini na,Bunda senang sekali kamu datang sayang,"ucap Bunda Lia meminta Lia menghampiri nya,
Lia pun tersenyum kepada bunda Siska dan menghampiri bunda Siska,
"bagaimana keadaan bunda,baik baik saja kan,
__ADS_1
kok bunda bisa masuk rumah sakit,
apa yang sakit bunda,"ucap Lia bicara tanpa jeda sedikit pun,yang membuat bunda Siska tersenyum lembut ke arah Lia.
Tidak dengan ketiga orang lain nya, yaitu ayah alex,ah Mei,dan Linda, mereka tak mengira bahwa gadis yang di cintai oleh Dika itu,gadis kecil yang masih polos banget,tapi memang cinta siapa yang tau dia bisa berlabuh pada siapa saja.
"Bunda tidak apa apa sayang hanya kecapean saja,
owh iya bagaimana kabar ibu kamu sayang, apakah sudah baikan,"tanya bunda Siska yang langsung di Jawab oleh Lia
"Alhamdulillah bunda,
ibu udah mendingan beliau sudah sadar dan sekarang lagi istirahat,di temani adik Lia,bunda,"ucap Lia sambil tersenyum,
suara pintu di buka pun terdengar dan munculah Dika,
sambil berjalan ke arah tempat tidur bunda Siska,dan berdiri di sebelah Lia yang sedang duduk di kursi,di pinggir tempat tidur yang di tempati bunda Siska,
sementara ayah Alex memilih untuk duduk di sofa sambil memeriksa pekerjaan nya,dari pada harus melihat drama istri nya itu,
"Lia sayang boleh bunda minta sesuatu Sama kamu sayang,"
ucap bunda Siska mulai menjalankan misi rahasia nya,
Dika yang mendengar bunda nya berbicara seperti itu merasa was was takut nya bunda nya itu meminta Lia untuk menikah dengan dirinya,
"boleh dong bunda insyaallah kalau Lia sanggup memberikan nya Lia pasti akan memberikan nya kepada bunda,"ucap Lia Sambil tersenyum.
"mau gak Lia jadi menantu bunda dan istri buat anak bunda yaitu Dika,
bunda ingin Dika itu ada yang mengurus nya,
menemani nya, karena bunda kan enggak selalu menemani dia,"
ucap bunda Siska ,yang membuat Lia terkejut dengan permintaan bunda Siska,dan Lia hanya memilih diam , karena dia tak tau harus menjawab apa.
Yang di khawatir kan Dika pun terjadi bunda nya meminta itu kepada Lia,
Dika pun yang melihat Lia hanya diam dan menunduk pun langsung berbicara kepada bunda Siska,
"Bunda, kenapa bunda berbicara seperti itu,
yang harus bunda pikirkan sekarang adalah kesehatan bunda aja dulu,
istirahat biar cepat pulih kembali,"ucap Dika kepada Bunda Siska,
dan Lia yang merasa bersalah kepada Bunda Siska pun memilih untuk keluar pura pura mau menelepon adik nya, menanyakan kabar ibu nya,
"Bunda maaf Lia keluar dulu ya sebentar,mau nelepon adik Lia dulu nanyain keadaan ibu,"ucap Lia Sambil beranjak keluar dari ruangan itu,
sementara Dika yang melihat Lia buru buru keluar , langsung mengejar nya,dia tau bahwa Lia hanya ingin menghindari pertanyaan bunda nya saja.
__ADS_1
Sementara semua orang yang ada ruangan tersebut, termasuk Bunda Siska,hanya tersenyum melihat kelakuan Dika yang tak menyangka seorang Dika bintang Anderson,
yang terkenal dengan sikap nya yang dingin,tegas,irit bicara,dan tak pernah sedikitpun tersenyum kepada wanita, sekarang bisa ditaklukkan oleh seorang gadis kecil yang sederhana dan masih polos.